Javascript must be enabled to continue!
Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak
View through CrossRef
Artikel ini merupakan bagian dari disertasi penulis. Judul penelitian ini adalah Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana konsttuksi kausatif analitik bahasa Kemak di bentuk. Data penelitian ini diperoleh melalui metode linguistik lapangan yang mencakup elisitasi langsung, perekaman, dan pengecekan elisitasi. Lebih lanjut, instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar tanyaan. Di samping pendistribusian daftar tanyaan, data penelitian ini juga dikumpulkan melalui perekaman Data rekaman yang diambil berupa data dalam bentuk teks yang bersumber dari cerita-cerita ataupun percakapan informan atau di antara penutur bahasa Kemak. Metode distribusional (agih) diterapkan dalam menganalisis data penelitian berdasarkan permasalahan yang dibahas dalam artikel ini . Hasil analisis data penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode infromal berupa penjelasan atau paparan dengan menggunakan kata-kata biasa atau bahasa verbal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa konstruksi kausatif analitik bahasa Kemak dibentuk oleh verba kausatif tau ‘buat’ dengan predikat yang ditempati oleh verba intransitif, verba transitif, dan adjektiva. Di samping konstruksi kausatif analitik yang dibangun oleh verba kausatif tau ‘buat’, konstruksi kausatif analitik bahasa Kemak dapat pula dibentuk oleh verba kausatif laka ‘suruh’ yang hanya dapat diikuti oleh verba intransitif dan verba transitif. Konstruksi kausatif analitik dengan predikat verba intransitif dan verba transitif memiliki bentuk alternasi. Bentuk alternasi konstruksi kausatif analitik ini disebabkan adanya perbedaan posisi objek yang bisa hadir setelah verba kausatif tau ‘buat’ dan laka ‘suruh’ atau setelah verba intranstif dan verba transitif yang menempati posisi sebagai predikat.
Title: Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak
Description:
Artikel ini merupakan bagian dari disertasi penulis.
Judul penelitian ini adalah Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak.
Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana konsttuksi kausatif analitik bahasa Kemak di bentuk.
Data penelitian ini diperoleh melalui metode linguistik lapangan yang mencakup elisitasi langsung, perekaman, dan pengecekan elisitasi.
Lebih lanjut, instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar tanyaan.
Di samping pendistribusian daftar tanyaan, data penelitian ini juga dikumpulkan melalui perekaman Data rekaman yang diambil berupa data dalam bentuk teks yang bersumber dari cerita-cerita ataupun percakapan informan atau di antara penutur bahasa Kemak.
Metode distribusional (agih) diterapkan dalam menganalisis data penelitian berdasarkan permasalahan yang dibahas dalam artikel ini .
Hasil analisis data penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode infromal berupa penjelasan atau paparan dengan menggunakan kata-kata biasa atau bahasa verbal.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa konstruksi kausatif analitik bahasa Kemak dibentuk oleh verba kausatif tau ‘buat’ dengan predikat yang ditempati oleh verba intransitif, verba transitif, dan adjektiva.
Di samping konstruksi kausatif analitik yang dibangun oleh verba kausatif tau ‘buat’, konstruksi kausatif analitik bahasa Kemak dapat pula dibentuk oleh verba kausatif laka ‘suruh’ yang hanya dapat diikuti oleh verba intransitif dan verba transitif.
Konstruksi kausatif analitik dengan predikat verba intransitif dan verba transitif memiliki bentuk alternasi.
Bentuk alternasi konstruksi kausatif analitik ini disebabkan adanya perbedaan posisi objek yang bisa hadir setelah verba kausatif tau ‘buat’ dan laka ‘suruh’ atau setelah verba intranstif dan verba transitif yang menempati posisi sebagai predikat.
Related Results
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
STRUKTUR KLAUSA DERIVASI BAHASA KULISUSU DI KELURAHAN LAKONEA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA
STRUKTUR KLAUSA DERIVASI BAHASA KULISUSU DI KELURAHAN LAKONEA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Klausa Derivasi Bahasa Kulisusu di Kelurahan Lakonea, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian yang diguna...
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
ABSTRAK Bahasa Sunda merupakan bahasa pertama masyarakat Jawa Barat dan tidak sedikit orang yang menggunakan bahasa sunda diberbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
Bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri dan karakteristik yangberbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Keunikan bahasa setiap daerahmenandakan identitas...
Guiding World GW
Guiding World GW
Pengajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Bahasa pertama (bahasa ibu, ...
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
Tebet Ecopark adalah taman yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2022 dan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari kedudukan b...
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN MADURA
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN MADURA
Di Jawa Timur berkembang dua bahasa besar yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Walaupun sebagai dua bahasa yang berbeda, namun kedua bahasa tersebut memiliki hubungan kekerabatan. ...


