Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Potensi Penyebaran Mikroorganisme Patogen Penyebab ISPA dan Diare Berdasarkan Kondisi Geografis dan Demografis Wilayah Indonesia

View through CrossRef
Abstract. Infectious diseases are the biggest cause of death in Indonesia after degenerative diseases. In Indonesia, the types of infectious diseases with the highest prevalence are Acute Respiratory Tract Infections (ARI) and diarrhea with prevalences of 9.3% and 8.0%, respectively. Infectious disease is a condition in which an infectious agent enters the body accompanied by clinical symptoms. Infecting agents can be pathogenic microorganisms such as bacteria, viruses, fungi and parasites. These infectious agents can be transmitted from sufferers to susceptible individuals, either directly or indirectly. Based on this background, this literature study aims to determine the most common pathogenic microorganisms that cause ARI and diarrhea and to determine the pattern of transmission based on the geographical and demographic conditions of Indonesia. The method used in this study is a Systematic Literature Review, the search for articles is carried out through reputable online journal publication sites. The results of this study showed that the most common pathogenic microorganisms found as the cause of ARI were influenza virus and Streptococcus pneumoniae bacteria with an indirect transmission pattern, namely through the air, while the most common pathogenic microorganism found as a cause of diarrhea was Escherichia coli bacteria with its transmission pattern. is indirectly, namely through water. Abstrak. Penyakit infeksi merupakan penyakit penyebab kematian terbesar di Indonesia setelah penyakit degeneratif. Di Indonesia jenis penyakit infeksi dengan prevalensi tertinggi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare dengan prevalensinya 9,3% dan 8,0%. Penyakit infeksi merupakan kondisi adanya agen penginfeksi yang masuk kedalam tubuh dengan disertai adanya gejala klinik. Agen penginfeksi dapat berupa mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, jamur dan parasit. Agen penginfeksi tersebut dapat ditransmisikan dari penderita kepada individu yang rentan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui mikroorganisme patogen yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab ISPA dan diare serta untuk mengetahui pola transmisinya berdasarkan kondisi geografis dan demografis Indonesia. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah Systematic Literature Review, pencarian artikel dilakukan melalui situs publikasi jurnal online yang bereputasi. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa mikroorganisme patogen yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab ISPA adalah virus influenza dan bakteri Streptococcus pneumoniae dengan pola transmisinya adalah secara tidak langsung, yaitu melalui udara (air borne), sedangkan mikroorganisme patogen yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab diare adalah bakteri Escherichia coli dengan p
Title: Kajian Potensi Penyebaran Mikroorganisme Patogen Penyebab ISPA dan Diare Berdasarkan Kondisi Geografis dan Demografis Wilayah Indonesia
Description:
Abstract.
Infectious diseases are the biggest cause of death in Indonesia after degenerative diseases.
In Indonesia, the types of infectious diseases with the highest prevalence are Acute Respiratory Tract Infections (ARI) and diarrhea with prevalences of 9.
3% and 8.
0%, respectively.
Infectious disease is a condition in which an infectious agent enters the body accompanied by clinical symptoms.
Infecting agents can be pathogenic microorganisms such as bacteria, viruses, fungi and parasites.
These infectious agents can be transmitted from sufferers to susceptible individuals, either directly or indirectly.
Based on this background, this literature study aims to determine the most common pathogenic microorganisms that cause ARI and diarrhea and to determine the pattern of transmission based on the geographical and demographic conditions of Indonesia.
The method used in this study is a Systematic Literature Review, the search for articles is carried out through reputable online journal publication sites.
The results of this study showed that the most common pathogenic microorganisms found as the cause of ARI were influenza virus and Streptococcus pneumoniae bacteria with an indirect transmission pattern, namely through the air, while the most common pathogenic microorganism found as a cause of diarrhea was Escherichia coli bacteria with its transmission pattern.
is indirectly, namely through water.
Abstrak.
Penyakit infeksi merupakan penyakit penyebab kematian terbesar di Indonesia setelah penyakit degeneratif.
Di Indonesia jenis penyakit infeksi dengan prevalensi tertinggi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare dengan prevalensinya 9,3% dan 8,0%.
Penyakit infeksi merupakan kondisi adanya agen penginfeksi yang masuk kedalam tubuh dengan disertai adanya gejala klinik.
Agen penginfeksi dapat berupa mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, jamur dan parasit.
Agen penginfeksi tersebut dapat ditransmisikan dari penderita kepada individu yang rentan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan latar belakang tersebut studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui mikroorganisme patogen yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab ISPA dan diare serta untuk mengetahui pola transmisinya berdasarkan kondisi geografis dan demografis Indonesia.
Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah Systematic Literature Review, pencarian artikel dilakukan melalui situs publikasi jurnal online yang bereputasi.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa mikroorganisme patogen yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab ISPA adalah virus influenza dan bakteri Streptococcus pneumoniae dengan pola transmisinya adalah secara tidak langsung, yaitu melalui udara (air borne), sedangkan mikroorganisme patogen yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab diare adalah bakteri Escherichia coli dengan p.

Related Results

INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Penyebab dan Dampak Penyakit ISPA
Penyebab dan Dampak Penyakit ISPA
ISPA adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri termasuk nasofaringitis atau common cold, faringitis akut, uvulitis akut, rhinitis, nasofaringitis kronis, sinusitis. Di...
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Abstract. ISPA is still the cause of the highest mortality rate in children. According to WHO, worldwide the death rate of ISPA in toddlers is around ±13 million per year. Accordin...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Abstract. ISPA is still the cause of the highest number of illnesses and deaths in children. According to WHO, worldwide ISPA has a mortality rate in toddlers of around ±13 million...
Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai tipe ekosistem merupakan sumber keragaman jenis khamir yang tinggi. Sekurang kurangnya terdapat 125 taksa khamir yang berhasil di...
Penerapan Konsep Non-deterministic Finite Automata Dalam Diagnosa Penyakit ISPA
Penerapan Konsep Non-deterministic Finite Automata Dalam Diagnosa Penyakit ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan kondisi kesehatan umum dan serius di seluruh dunia. Diagnosa dini ISPA penting untuk penanganan yang tepat dan pengendalian penyeba...

Back to Top