Javascript must be enabled to continue!
Penerapan Konsep Non-deterministic Finite Automata Dalam Diagnosa Penyakit ISPA
View through CrossRef
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan kondisi kesehatan umum dan serius di seluruh dunia. Diagnosa dini ISPA penting untuk penanganan yang tepat dan pengendalian penyebaran penyakit. Namun, proses diagnosa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) membutuhkan investasi waktu, biaya, dan keahlian yang signifikan. Itulah sebabnya, diperlukan suatu metode otomatis guna mendukung langkah-langkah diagnosa ISPA. Dalam penelitian ini, konsep Non-deterministic finite automata (NFA) diterapkan untuk melakukan diagnosa penyakit ISPA. NFA adalah model matematika yang dapat menggambarkan sistem yang non-linear dan tidak terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode otomatis yang dapat mengidentifikasi pola kompleks dalam gejala penyakit ISPA dan memberikan diagnosa yang akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan penerapan NFA menggunakan aplikasi J-Flap. Data yang digunakan adalah data gejala ISPA dari penelitian sebelumnya. Desain NFA dibuat berdasarkan gejala-gejala ISPA dan kemungkinan transisi antara gejala-gejala tersebut. Uji coba dilakukan menggunakan kasus-kasus ISPA yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NFA berhasil mengenali pola dalam gejala penyakit ISPA dan memberikan diagnosa yang sesuai dengan data masukan. Penggunaan NFA dalam diagnosa ISPA menggunakan J-Flap dapat dilakukan dengan akurasi yang tinggi. Selain itu, penelitian ini memberikan opsi diagnosa yang lebih baik dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
Title: Penerapan Konsep Non-deterministic Finite Automata Dalam Diagnosa Penyakit ISPA
Description:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan kondisi kesehatan umum dan serius di seluruh dunia.
Diagnosa dini ISPA penting untuk penanganan yang tepat dan pengendalian penyebaran penyakit.
Namun, proses diagnosa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) membutuhkan investasi waktu, biaya, dan keahlian yang signifikan.
Itulah sebabnya, diperlukan suatu metode otomatis guna mendukung langkah-langkah diagnosa ISPA.
Dalam penelitian ini, konsep Non-deterministic finite automata (NFA) diterapkan untuk melakukan diagnosa penyakit ISPA.
NFA adalah model matematika yang dapat menggambarkan sistem yang non-linear dan tidak terstruktur.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode otomatis yang dapat mengidentifikasi pola kompleks dalam gejala penyakit ISPA dan memberikan diagnosa yang akurat.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan penerapan NFA menggunakan aplikasi J-Flap.
Data yang digunakan adalah data gejala ISPA dari penelitian sebelumnya.
Desain NFA dibuat berdasarkan gejala-gejala ISPA dan kemungkinan transisi antara gejala-gejala tersebut.
Uji coba dilakukan menggunakan kasus-kasus ISPA yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa NFA berhasil mengenali pola dalam gejala penyakit ISPA dan memberikan diagnosa yang sesuai dengan data masukan.
Penggunaan NFA dalam diagnosa ISPA menggunakan J-Flap dapat dilakukan dengan akurasi yang tinggi.
Selain itu, penelitian ini memberikan opsi diagnosa yang lebih baik dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
Related Results
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Abstract. ISPA is still the cause of the highest mortality rate in children. According to WHO, worldwide the death rate of ISPA in toddlers is around ±13 million per year. Accordin...
THE RELATIONSHIP OF THE ROLE AND ACTION OF PARENTS IN PREVENTION OF ARI WITH THE EVENT OF ACUTE RESPIRATORY INFECTION ON TODDLER IN BABAKAN ASIH VILLAGE
THE RELATIONSHIP OF THE ROLE AND ACTION OF PARENTS IN PREVENTION OF ARI WITH THE EVENT OF ACUTE RESPIRATORY INFECTION ON TODDLER IN BABAKAN ASIH VILLAGE
HUBUNGAN PERAN DAN TINDAKAN ORANGTUA DALAM PENCEGAHAN ISPA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN BABAKAN ASIH KOTA BANDUNG
Ria Angelina
Prodi Keperawat...
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Abstract. ISPA is still the cause of the highest number of illnesses and deaths in children. According to WHO, worldwide ISPA has a mortality rate in toddlers of around ±13 million...
Penerapan Metode Naïve Bayes Dalam Mengklasifikasi Penyakit ISPA di Puskesmas
Penerapan Metode Naïve Bayes Dalam Mengklasifikasi Penyakit ISPA di Puskesmas
Perkembangan teknologi indonesia yang semakin pesat telah menandakan adanya perubahan transisi pada era kehidupan manusia yang baru Kemajuan teknologi memberikan dampak terhad...
Penyebab dan Dampak Penyakit ISPA
Penyebab dan Dampak Penyakit ISPA
ISPA adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri termasuk nasofaringitis atau common cold, faringitis akut, uvulitis akut, rhinitis, nasofaringitis kronis, sinusitis. Di...
Penyebab dan Dampak Penyakit ISPA
Penyebab dan Dampak Penyakit ISPA
ISPA adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri termasuk nasofaringitis atau common cold, faringitis akut, uvulitis akut, rhinitis, nasofaringitis kronis, sinusitis. Di...
ANALISIS SPASIAL FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI
ANALISIS SPASIAL FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI
Penyakit ISPA adalah penyakit yang sering terjadi setiap tahunnya dan menduduki peringkat pertama setiap tahunnya. Penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Abeli adalah penyakit terb...

