Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Model Penafsiran Quraish Shihab terhadap Pemaknaan dan Pemahaman Al-Quran dalam Chanel Youtube Najwa Shihab

View through CrossRef
Abstract: The meaning of the Qur'an made on social media can occur in the form of an oral and more dialectical explanation. Quraish Shihab interprets the Qur'an on Najwa Shihab's Youtube Channel by responding to people's understanding of the Qur'an. This study aims to analyze the cultural structure of understanding and meaning depicted on Najwa Shihab's Youtube Channel. This study uses qualitative methods and content analysis as a data analysis tool. Meanwhile, the achievement of cultural analysis in language uses a structuralist anthropological approach introduced by Levi-Strauss. This study concludes that the explanation of meaning is carried out through two mechanisms; delegitimization as a critique of understanding and figurative as a meaning mechanism that is relevant to the understanding of new issues that exist. The delegitimization and figurative mechanisms used represent the actual cultural structure of meaning in Quraish Shihab and the puritanical and modernist-quasi-objective culture of understanding. The culture that is represented in the structure of meaning on social media shows another function of the representation of the Qur'an on Youtube as a medium of "storage" of culture that can be recognized through its explanation mechanism.Abstrak:  Pemaknaan terhadap al-Qur’an yang berlangsung di media sosial hadir dalam bentuk penjelasan secara oral dan lebih dialektis. Quraish Shihab menghadirkan penafsiran terhadap al-Qur’an di Channel Youtube Najwa Shihab dengan memberikan respon terhadap pemahaman masyarakat terhadap al-Qur’an yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur budaya pemahaman dan pemaknaan yang tergambar pada Channel Youtube Najwa Shihab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan content analysis sebagai perangkat analisa data. Sedangkan pencapaian analisa budaya dalam bahasa menggunakan pendekatan antropologi strukturalis yang dikenalkan Levi-Strauss. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penjelasan terhadap makna dilakukan melalui dua mekanisme; delegitimasi sebagai kritik atas pemahaman dan figuratif sebagai mekanisme pemaknaan yang relevan dengan pemahaman isu baru yang berkembang. Mekanisme delegitimasi dan figuratif yang digunakan merepresentasikan struktur budaya pemaknaan yang aktual pada diri Quraish Shihab dan budaya pemahaman yang puritan dan modernis-quasi-objektif. Penampakan budaya dalam struktur pemaknaan di media sosial menunjukkan fungsi lain dari representasi al-Qur’an di Youtube sebagai media penyimpanan budaya yang dapat dikenali melalui mekanisme penjelasannya.
Title: Model Penafsiran Quraish Shihab terhadap Pemaknaan dan Pemahaman Al-Quran dalam Chanel Youtube Najwa Shihab
Description:
Abstract: The meaning of the Qur'an made on social media can occur in the form of an oral and more dialectical explanation.
Quraish Shihab interprets the Qur'an on Najwa Shihab's Youtube Channel by responding to people's understanding of the Qur'an.
This study aims to analyze the cultural structure of understanding and meaning depicted on Najwa Shihab's Youtube Channel.
This study uses qualitative methods and content analysis as a data analysis tool.
Meanwhile, the achievement of cultural analysis in language uses a structuralist anthropological approach introduced by Levi-Strauss.
This study concludes that the explanation of meaning is carried out through two mechanisms; delegitimization as a critique of understanding and figurative as a meaning mechanism that is relevant to the understanding of new issues that exist.
The delegitimization and figurative mechanisms used represent the actual cultural structure of meaning in Quraish Shihab and the puritanical and modernist-quasi-objective culture of understanding.
The culture that is represented in the structure of meaning on social media shows another function of the representation of the Qur'an on Youtube as a medium of "storage" of culture that can be recognized through its explanation mechanism.
Abstrak:  Pemaknaan terhadap al-Qur’an yang berlangsung di media sosial hadir dalam bentuk penjelasan secara oral dan lebih dialektis.
Quraish Shihab menghadirkan penafsiran terhadap al-Qur’an di Channel Youtube Najwa Shihab dengan memberikan respon terhadap pemahaman masyarakat terhadap al-Qur’an yang berkembang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur budaya pemahaman dan pemaknaan yang tergambar pada Channel Youtube Najwa Shihab.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan content analysis sebagai perangkat analisa data.
Sedangkan pencapaian analisa budaya dalam bahasa menggunakan pendekatan antropologi strukturalis yang dikenalkan Levi-Strauss.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penjelasan terhadap makna dilakukan melalui dua mekanisme; delegitimasi sebagai kritik atas pemahaman dan figuratif sebagai mekanisme pemaknaan yang relevan dengan pemahaman isu baru yang berkembang.
Mekanisme delegitimasi dan figuratif yang digunakan merepresentasikan struktur budaya pemaknaan yang aktual pada diri Quraish Shihab dan budaya pemahaman yang puritan dan modernis-quasi-objektif.
Penampakan budaya dalam struktur pemaknaan di media sosial menunjukkan fungsi lain dari representasi al-Qur’an di Youtube sebagai media penyimpanan budaya yang dapat dikenali melalui mekanisme penjelasannya.

Related Results

Jilbab Perspektif Quraish Shihab (Studi Komparatif Tafsir Tulis dan Lisan)
Jilbab Perspektif Quraish Shihab (Studi Komparatif Tafsir Tulis dan Lisan)
This study will discuss the comparison between Written and Oral interpretations Of the Quraish shihab’s hijab (jilbab) perspective. The Quraish Shihab’s interpretation of the verse...
Tafsir Audiovisual M. Quraish Shihab: Mengungkap Makna Sosial Qs. al-Ma'un dalam Program Acara “Shihab & Shihab”
Tafsir Audiovisual M. Quraish Shihab: Mengungkap Makna Sosial Qs. al-Ma'un dalam Program Acara “Shihab & Shihab”
<p>Artikel ini membahas mengenai penafsiran ayat-ayat al-Qur’an oleh M. Quraish Shihab dalam program acara “Shihab dan Shihab” pada konten youtube “Najwa Shihab”. Media digit...
Komedi dalam Q.S An-Najm 43: Studi Analisis Penafsiran (Tafsir Lisan) Quraish Shihab dalam Channel Youtube Najwa Shihab
Komedi dalam Q.S An-Najm 43: Studi Analisis Penafsiran (Tafsir Lisan) Quraish Shihab dalam Channel Youtube Najwa Shihab
Quraish Shihab merupakan salah satu ulama kontemporer Indonesia yang memiliki fokus kajian di bidang al-Qur’an. Quraish Shihab berusaha menyoroti permasalahan-permasalahan sosial k...
PANDANGAN MUI TENTANG NIKAH MUT'AH: ANALISIS PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB
PANDANGAN MUI TENTANG NIKAH MUT'AH: ANALISIS PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB
 AbstractM. Quraish Shihab, a renowned scholar, in his book "Perempuan," states that nikah mut'ah can be accepted in emergency and urgent situations with certain limitations and co...
Penggunaan Umpan Klik pada Situs Grid.id
Penggunaan Umpan Klik pada Situs Grid.id
Abstract. Internet speed at this time gives us the information we want in a matter of seconds. Coverage in online media has also begun to vary, even current news is sometimes suppl...
Mata Najwa dan Strategi Najwa Shihab untuk Memasarkan Narasi.tv.
Mata Najwa dan Strategi Najwa Shihab untuk Memasarkan Narasi.tv.
ABSTRAK Sejak ditayangkan pertama kali tahun 2009, program televisi Mata Najwa telah meraih sejumlah penghargaan sebagai program terbaik di Indonesia. Begitu juga dengan Najwa Shi...
Politeness Principles on Talk Show Najwa's Notes "Exclusive: Ma'ruf Amin about Forgotten Vice President"
Politeness Principles on Talk Show Najwa's Notes "Exclusive: Ma'ruf Amin about Forgotten Vice President"
The aim of this study are to describe the implicature of illocutionary speech acts on the Najwa Shihab Talk Show, analyze the compliance with politeness principles on the Najwa Shi...

Back to Top