Javascript must be enabled to continue!
Analisis Desain Kelembagaan Pengelolaan Program Bus Sekolah di Kota Surabaya
View through CrossRef
AbstractThis research begins with an institutional study that wants to formulate an adapted design within the framework of an institution or institutions. This research attempts to explore the institutional design contained in the management of the Surabaya School Bus by looking at the institutional design contained in the Surabaya School Bus management program. These activities include routine pick-up and delivery activities for Surabaya City students every day along with additional activities such as incidental activities outside of routine activities. The existence of these activities is influenced by external variables which include Physical/Material Conditions, Community Attributes, and the Rules used. This study uses a qualitative research approach with the type of research adopted is a case study. While the theory used is the theory of IAD (Institutional Analysis Development) by Elinor Ostrom. The results found in this study indicate that the institutional design contained in the management of the Surabaya School Bus through external variables of physical/material conditions is known if the availability of route options and School Bus units has not been able to reach the entire city of Surabaya. Meanwhile, based on the community attribute variables reviewed through the management side, there is a loss in the number of actors with the workload handled. Then for the rule variable used it is known if the Surabaya School Bus does not yet have city-level regulatory rules regulated through a mayoral regulation. There are also several instructions that are inefficient in their implementation, such as regulations for repairs and limited land for refueling.Keywords: Institutional Design, Institutional Analysis and Development (IAD), Surabaya School Bus AbstrakPenelitian ini berawal dari studi kelembagaan yang ingin memformulasikan desain yang diadopsi dalam kerangka kerja suatu institusi atau kelembagaan. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri desain kelembagaan yang terdapat dalam pengelolaan Bus Sekolah Surabaya dengan melihat desain kelembagaan yang terdapat pengelolaan program dari Bus Sekolah Surabaya dapat dilihat dari aksi situasi yang terjadi pada saat aktivitas kegiatan Bus Sekolah Surabaya berjalan di Kota Surabaya. Aktivitas tersebut meliputi kegiatan giat rutin pengantaran maupun penjemputan siswa-siswi pelajar Kota Surabaya setiap harinya beserta kegiata-kegiatan tambahan seperti giat isidentil diluar dari giat rutin. Adanya kegiatan tersebut dipengaruhi oleh variabel eksternal yang meliputi atas Kondisi Fisik/Material, Atribut Komunitas, dan Aturan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang diadopsi ialah studi kasus. Sedangkan teori yang digunakan ialah teori IAD (Institusional Analysis Developmnet) oleh Elinor Ostrom. Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukan bahwasannya desain kelembagaan yang terdapat dalam pengelolaan Bus Sekolah Surabaya melalui variabel eksternal kondisi fisik/material diketahui jika ketersediaan pilihan rute dan unit Bus Sekolah belum mampu menjangkau keseluruhan Kota Surabaya. Adapun berdasarkan variabel atribut komunitas yang ditinjau melalui sisi pengelola, terdapat ketidakseimbangan jumlah aktor dengan beban kerja yang ditangani. Kemudian untuk variabel aturan yang digunakan diketahui jika Bus Sekolah Surabaya belum memiliki aturan regulasi tingkat kota yang diatur melalui peraturan walikota. Terdapat juga beberapa instruksi yang tidak efisien dalam penerapannya seperti regulasi untuk perbaikan dan terbatasnya lokasi untuk pengisian BBM.Kata Kunci: Desain Kelembagaan, Institutional Analysis and Development (IAD), Bus Sekolah Surabaya
Title: Analisis Desain Kelembagaan Pengelolaan Program Bus Sekolah di Kota Surabaya
Description:
AbstractThis research begins with an institutional study that wants to formulate an adapted design within the framework of an institution or institutions.
This research attempts to explore the institutional design contained in the management of the Surabaya School Bus by looking at the institutional design contained in the Surabaya School Bus management program.
These activities include routine pick-up and delivery activities for Surabaya City students every day along with additional activities such as incidental activities outside of routine activities.
The existence of these activities is influenced by external variables which include Physical/Material Conditions, Community Attributes, and the Rules used.
This study uses a qualitative research approach with the type of research adopted is a case study.
While the theory used is the theory of IAD (Institutional Analysis Development) by Elinor Ostrom.
The results found in this study indicate that the institutional design contained in the management of the Surabaya School Bus through external variables of physical/material conditions is known if the availability of route options and School Bus units has not been able to reach the entire city of Surabaya.
Meanwhile, based on the community attribute variables reviewed through the management side, there is a loss in the number of actors with the workload handled.
Then for the rule variable used it is known if the Surabaya School Bus does not yet have city-level regulatory rules regulated through a mayoral regulation.
There are also several instructions that are inefficient in their implementation, such as regulations for repairs and limited land for refueling.
Keywords: Institutional Design, Institutional Analysis and Development (IAD), Surabaya School Bus AbstrakPenelitian ini berawal dari studi kelembagaan yang ingin memformulasikan desain yang diadopsi dalam kerangka kerja suatu institusi atau kelembagaan.
Penelitian ini mencoba untuk menelusuri desain kelembagaan yang terdapat dalam pengelolaan Bus Sekolah Surabaya dengan melihat desain kelembagaan yang terdapat pengelolaan program dari Bus Sekolah Surabaya dapat dilihat dari aksi situasi yang terjadi pada saat aktivitas kegiatan Bus Sekolah Surabaya berjalan di Kota Surabaya.
Aktivitas tersebut meliputi kegiatan giat rutin pengantaran maupun penjemputan siswa-siswi pelajar Kota Surabaya setiap harinya beserta kegiata-kegiatan tambahan seperti giat isidentil diluar dari giat rutin.
Adanya kegiatan tersebut dipengaruhi oleh variabel eksternal yang meliputi atas Kondisi Fisik/Material, Atribut Komunitas, dan Aturan yang digunakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang diadopsi ialah studi kasus.
Sedangkan teori yang digunakan ialah teori IAD (Institusional Analysis Developmnet) oleh Elinor Ostrom.
Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukan bahwasannya desain kelembagaan yang terdapat dalam pengelolaan Bus Sekolah Surabaya melalui variabel eksternal kondisi fisik/material diketahui jika ketersediaan pilihan rute dan unit Bus Sekolah belum mampu menjangkau keseluruhan Kota Surabaya.
Adapun berdasarkan variabel atribut komunitas yang ditinjau melalui sisi pengelola, terdapat ketidakseimbangan jumlah aktor dengan beban kerja yang ditangani.
Kemudian untuk variabel aturan yang digunakan diketahui jika Bus Sekolah Surabaya belum memiliki aturan regulasi tingkat kota yang diatur melalui peraturan walikota.
Terdapat juga beberapa instruksi yang tidak efisien dalam penerapannya seperti regulasi untuk perbaikan dan terbatasnya lokasi untuk pengisian BBM.
Kata Kunci: Desain Kelembagaan, Institutional Analysis and Development (IAD), Bus Sekolah Surabaya.
Related Results
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Era revolusi industri 4.0 telah memaksa dunia bergerak kedalam trend digital dan internet di berbagai lini kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah direspons secara positif oleh peme...
Analisis Kapasitor Bank Untuk Memperbaiki Tegangan
Analisis Kapasitor Bank Untuk Memperbaiki Tegangan
Tenaga Listrik disalurkan kekonsumen melalui sistem tenaga listrik yang terdiri dari beberapa sub sistem yaitu pembangkit, transmisi, dan distribusi. Penyulang Gurami Gardu Induk ...
Pelayanan Bus Patas dan Ekonomi Pada Trayek Antar Kota
Pelayanan Bus Patas dan Ekonomi Pada Trayek Antar Kota
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian kinerja pelayanan bus antar kota cepat terbatas (patas) dan ekonomi. Dalam pengambilan data, digunakan skala likert (numerik) untuk ...
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM KOLABORASI PENYEDIAAN PERMUKIMAN LAYAK HUNI DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA PROGRAM DANDAN OMAH)
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM KOLABORASI PENYEDIAAN PERMUKIMAN LAYAK HUNI DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA PROGRAM DANDAN OMAH)
Pada tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program Dandan Omah yang merupakan keberlanjutan dari program rehabilitasi sosial rutilahu yang dimodifikasi dengan konsep bar...
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
Sebagai pusat pelayanan dan pemerintahan, Kota Bandung berperan terhadap Kota- Kota di sekitarnya. Untuk mendukung pergerakan tersebut, Terminal Leuwipanjang menyediakan jasa pel...
Strategi Dakwah Program Radio SAS FM Surabaya
Strategi Dakwah Program Radio SAS FM Surabaya
Abstrak: Ada tiga persoalan yang dikaji dalam penelitian ini, yakni : (1) Bagaimana konsep awal terbentuknya radio SAS FM Surabaya, (2) Bagaimana strategi dakwah pada program “...
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Efektivitas Implementasi Pelayanan Surabaya Bus
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Efektivitas Implementasi Pelayanan Surabaya Bus
Analisis persepsi masyarakat terhadap efektivitas Surabaya Bus sebagai moda transportasi publik di Kota Surabaya. Tujuan analisis ini untuk mengetahui tingkat keefektivitasan Surab...
Optimizing Dallas-Fort Worth Bus Transportation System Using Any Logic
Optimizing Dallas-Fort Worth Bus Transportation System Using Any Logic
The bus transportation system, modeled using the AnyLogic simulation software, aims to optimize the flow of buses and manage key operational challenges such as bus bunching and del...

