Javascript must be enabled to continue!
PERANAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN PORASI BONGGOL PISANG PADA PERTUMBUHAN KENCUR (Kaempferia galanga L.)
View through CrossRef
Salah satu permasalahan dalam budidaya kencur (Kaempferia galanga L.) adalah periode dormansi yang lama sehingga pertumbuhan yang tidak seragam. Pematahan masa dormansi dapat dilakukan dengan perendaman dalam air atau pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Selain itu pada masa pertumbuhan diperlukan pula suplai unsur hara, salah satunya pupuk organik fermentasi (porasi) batang pisang. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan ZPT alami yang berinteraksi dengan porasi bonggol pisang terhadap pertumbuhan kencur. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Perlakuan yaitu : Faktor pertama ZPT, terdiri dari j0 = kontrol (tanpa ZPT), j1= bawang merah, j2 = rebung bambu, j3 = bonggol pisang. Faktor kedua porasi bonggol pisang , yaitu : p0 = tanpa porasi, p1 = 2,5 ton/ha porasi, p2 = 5 ton/ha porasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara ZPT alami dengan dosis porasi batang pisang terhadap panjang akar umur 60 hari setelah tanam. Akar terpanjang terdapat pada dosis porasi 10 ton per hektar tanpa perlakuan ZPT, sedangkan pada dosis porasi 5 ton per hektar, ZPT bawang merah lebih baik daripada ZPT lainnya. Secara mandiri ZPT alami, yaitu bawang merah, rebung bambu dan bonggol pisang menunjukkan peranan lebih baik daripada kontrol pada parameter kecepatan tumbuh. Sedangkan pada parameter luas daun umur 60 HST, bawang  merah menunjukkan peranan yang lebih baik  daripada rebung bambu, bonggol pisang dan control
Title: PERANAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN PORASI BONGGOL PISANG PADA PERTUMBUHAN KENCUR (Kaempferia galanga L.)
Description:
Salah satu permasalahan dalam budidaya kencur (Kaempferia galanga L.
) adalah periode dormansi yang lama sehingga pertumbuhan yang tidak seragam.
Pematahan masa dormansi dapat dilakukan dengan perendaman dalam air atau pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT).
Selain itu pada masa pertumbuhan diperlukan pula suplai unsur hara, salah satunya pupuk organik fermentasi (porasi) batang pisang.
Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan ZPT alami yang berinteraksi dengan porasi bonggol pisang terhadap pertumbuhan kencur.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial.
Perlakuan yaitu : Faktor pertama ZPT, terdiri dari j0 = kontrol (tanpa ZPT), j1= bawang merah, j2 = rebung bambu, j3 = bonggol pisang.
Faktor kedua porasi bonggol pisang , yaitu : p0 = tanpa porasi, p1 = 2,5 ton/ha porasi, p2 = 5 ton/ha porasi.
 Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara ZPT alami dengan dosis porasi batang pisang terhadap panjang akar umur 60 hari setelah tanam.
Akar terpanjang terdapat pada dosis porasi 10 ton per hektar tanpa perlakuan ZPT, sedangkan pada dosis porasi 5 ton per hektar, ZPT bawang merah lebih baik daripada ZPT lainnya.
Secara mandiri ZPT alami, yaitu bawang merah, rebung bambu dan bonggol pisang menunjukkan peranan lebih baik daripada kontrol pada parameter kecepatan tumbuh.
Sedangkan pada parameter luas daun umur 60 HST, bawang  merah menunjukkan peranan yang lebih baik  daripada rebung bambu, bonggol pisang dan control.
Related Results
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) DAN EKSTRAK KENCUR (Kaempferia Galanga L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) DAN EKSTRAK KENCUR (Kaempferia Galanga L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang menyebabkan berbagai macam penyakit klinis di dunia. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan Infeksi seperti infeksi kulit...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN VINCA (Catharathus roseus L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN ZAT PENGATUR TUMBUH
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN VINCA (Catharathus roseus L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN ZAT PENGATUR TUMBUH
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis-jenis pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik serta interaksi antara pupuk kandang ...
Efek Analgetik dan Antiinflamasi Kaempferia Galanga (Kencur)
Efek Analgetik dan Antiinflamasi Kaempferia Galanga (Kencur)
Kaempferia galanga (K. galanga) atau yang dikenal sebagai "kencur" di Indonesia digunakan sebagai salah satu bahan makanan. Tanaman ini sering dijadikan pasta karena dipercaya dapa...
Uji Organoleptik dan Daya Terima Produk Sari Kacang Hijau Kencur sebagai Pangan Fungsional
Uji Organoleptik dan Daya Terima Produk Sari Kacang Hijau Kencur sebagai Pangan Fungsional
Latar Belakang: Kacang hijau mengandung vitamin B6, vitamin C dan vitamin E yang berfungsi untuk mengatur hormon reproduksi secara maksimal dan antioksidan alami yang menangkal rad...
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
Upaya peningkatan keberhasilan okulasi jeruk manis (Citrus nobilis L.) Kuok Kampar melalui aplikasi zat pengatur tumbuh dan diameter sumber mata entres telah dilaksanakan di lahan ...
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
Upaya peningkatan keberhasilan okulasi jeruk manis (Citrus nobilis L.) Kuok Kampar melalui aplikasi zat pengatur tumbuh dan diameter sumber mata entres telah dilaksanakan di lahan ...
Effects of bacterial wilt on community composition and diversity of culturable endophytic fungi in
Alpinia galanga
Effects of bacterial wilt on community composition and diversity of culturable endophytic fungi in
Alpinia galanga
Abstract
Hongdoukou plant (
Alpinia galanga
Willd.) is a perennial herbaceous plant that usually has a stable...

