Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Wayang dan Gending dalam Pakeliran Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta

View through CrossRef
Dalang when displaying the puppet characters are always supported by the musical, so the concept of relationship must be known in order to avoid incorrect installation. During this time, only disclosed the names, shapes, make signs, playing with, notations balungan, and functions, but the underlying reasons association has not been described in detail, resulting in the replacement of the pair resulting in the incongruity and crisis gending pakeliran knowledge and techniques . The goal is to know about the underlying reason for the installation of a puppet with the musical in every scene. The method used is descriptive identification, based on the literature data and field observations, while the discussion used the theory of functions gending in pakeliran, namely as an illustration, framed, and unifying. The result is the installation of a puppet with the musical based on the shape and character. Dalang ketika menampilkan tokoh wayang selalu didukung oleh gending, sehingga konsep hubungannya harus diketahui agar tidak terjadi salah pemasangan. Selama ini, hanya diungkapkan tentang nama-nama, bentuk, tanda isyarat, garap, notasi balungan, dan fungsinya, tetapi alasan yang mendasari keterkaitannya belum dijelaskan secara detail, sehingga terjadi penggantian pasangan yang berakibat pada ketidaksesuaian dan krisis pengetahuan serta teknik gending pakeliran. Tujuan tulisan ini adalah ingin mengetahui tentang alasan yang mendasari pemasangan wayang dengan gending dalam setiap adegan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif identifikasi, berdasarkan data pustaka dan pengamatan lapangan, sedangkan pembahasannya digunakan teori fungsi gending dalam pakeliran, yaitu sebagai ilustrasi, pembingkai, dan penyatu. Hasilnya berupa pemasangan wayang dengan gending berdasarkan bentuk dan karakter.
Title: Hubungan Wayang dan Gending dalam Pakeliran Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta
Description:
Dalang when displaying the puppet characters are always supported by the musical, so the concept of relationship must be known in order to avoid incorrect installation.
During this time, only disclosed the names, shapes, make signs, playing with, notations balungan, and functions, but the underlying reasons association has not been described in detail, resulting in the replacement of the pair resulting in the incongruity and crisis gending pakeliran knowledge and techniques .
The goal is to know about the underlying reason for the installation of a puppet with the musical in every scene.
The method used is descriptive identification, based on the literature data and field observations, while the discussion used the theory of functions gending in pakeliran, namely as an illustration, framed, and unifying.
The result is the installation of a puppet with the musical based on the shape and character.
 Dalang ketika menampilkan tokoh wayang selalu didukung oleh gending, sehingga konsep hubungannya harus diketahui agar tidak terjadi salah pemasangan.
Selama ini, hanya diungkapkan tentang nama-nama, bentuk, tanda isyarat, garap, notasi balungan, dan fungsinya, tetapi alasan yang mendasari keterkaitannya belum dijelaskan secara detail, sehingga terjadi penggantian pasangan yang berakibat pada ketidaksesuaian dan krisis pengetahuan serta teknik gending pakeliran.
Tujuan tulisan ini adalah ingin mengetahui tentang alasan yang mendasari pemasangan wayang dengan gending dalam setiap adegan.
Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif identifikasi, berdasarkan data pustaka dan pengamatan lapangan, sedangkan pembahasannya digunakan teori fungsi gending dalam pakeliran, yaitu sebagai ilustrasi, pembingkai, dan penyatu.
Hasilnya berupa pemasangan wayang dengan gending berdasarkan bentuk dan karakter.

Related Results

Eksplorasi Balungan Gending Gaya Yogyakarta dan Surakarta
Eksplorasi Balungan Gending Gaya Yogyakarta dan Surakarta
Balungan gending merupakan acuan pengrawit dalam menentukan pola permainan ricikan. Secara visual, balungan gending berbentuk susunan nada-nada yang sudah diatur tinggi rendah maup...
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
Keterpaduan Garap Pakeliran dalam Adegan Sekel Galih Wayang Jekdong Lakon Rabine Srigati
Keterpaduan Garap Pakeliran dalam Adegan Sekel Galih Wayang Jekdong Lakon Rabine Srigati
Wayang jekdong merupakan bentuk idiom yang merujuk pada praktik pedalangan dengan nuansa budaya Jawa Timur. Komunitas penikmat wayang kulit Jawa Timuran, beranggapan jika jekdong a...
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
This article aims to describe the musical accompaniment in the Menak Sukarno Golek Golek performance by Ki Sukarno. Musicology analysis is done using karawitan to reveal the struct...
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
<div class="Section0"><p><em>Javanese karawitan music is a part of Javanese community cultural. Globalization, and time and technology development lead to cultura...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...

Back to Top