Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS RELEVANSI KESARJANAAN WARTAWAN DALAM MENULIS BERITA

View through CrossRef
Tulisan ini menganalisis relevansi kesarjanaan wartawan dalam menulis berita. Menjelaskan tentang wartawan yang bekerja di perusahaan media tidak sesuai latar belakang pendidikan kesarjanaan. Salah satu perusahaan yang merekrut sarjana tidak sesuai dengan bidangnya adalah Serambi Indonesia. Serambi Indonesia seharusnya merekrut lulusan berlatarbelakang Komunikasi atau Jurnalistik tetapi dalam aplikasinya tidak demikian. Padahal Komunikasi dan Jurnalistik dekat dengan kewartawanan. Hal ini dapat berefek pada gaya penulisan berita. Penelitian ini ingin menjawab bagaimana relevansi kesarjanaan wartawan dalam menulis berita dan bagaimana indikator menjadi wartawan. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi organisasi. Metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan Serambi Indonesia tidak terdapat relevansi kesarjanaan dengan berita yang wartawan tulis, dikarenakan Serambi Indonesia merekrut karyawan dari berbagai kesarjanaan seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Kedokteran, Pertanian, Ekonomi, Pidana Perdata Islam, Ilmu Sosial dan Politik, dan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sehingga dalam penulisan tidak diperlukan relevansi kesarjanaan. Keragaman sarjana menjadi warna dan keahlian dan kedalaman dalam penulisan berita. Serambi Indonesia menetapkan indikator dalam merekrut wartawan seperti harus sarjana strata satu, mampu menulis berita 5w + 1 H, pernah berkirah di lembaga jurnalistik, memiliki mental yang kuat dan mampu berkerjasama dengan tim.
Title: ANALISIS RELEVANSI KESARJANAAN WARTAWAN DALAM MENULIS BERITA
Description:
Tulisan ini menganalisis relevansi kesarjanaan wartawan dalam menulis berita.
Menjelaskan tentang wartawan yang bekerja di perusahaan media tidak sesuai latar belakang pendidikan kesarjanaan.
Salah satu perusahaan yang merekrut sarjana tidak sesuai dengan bidangnya adalah Serambi Indonesia.
Serambi Indonesia seharusnya merekrut lulusan berlatarbelakang Komunikasi atau Jurnalistik tetapi dalam aplikasinya tidak demikian.
Padahal Komunikasi dan Jurnalistik dekat dengan kewartawanan.
Hal ini dapat berefek pada gaya penulisan berita.
Penelitian ini ingin menjawab bagaimana relevansi kesarjanaan wartawan dalam menulis berita dan bagaimana indikator menjadi wartawan.
Teori yang digunakan adalah teori komunikasi organisasi.
Metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan Serambi Indonesia tidak terdapat relevansi kesarjanaan dengan berita yang wartawan tulis, dikarenakan Serambi Indonesia merekrut karyawan dari berbagai kesarjanaan seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Kedokteran, Pertanian, Ekonomi, Pidana Perdata Islam, Ilmu Sosial dan Politik, dan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Sehingga dalam penulisan tidak diperlukan relevansi kesarjanaan.
Keragaman sarjana menjadi warna dan keahlian dan kedalaman dalam penulisan berita.
Serambi Indonesia menetapkan indikator dalam merekrut wartawan seperti harus sarjana strata satu, mampu menulis berita 5w + 1 H, pernah berkirah di lembaga jurnalistik, memiliki mental yang kuat dan mampu berkerjasama dengan tim.

Related Results

PIDANA PEMBERITAAN MEDIA SOSIAL
PIDANA PEMBERITAAN MEDIA SOSIAL
Dalam kaitannya dengan kasus pencemaran nama baik, Mahkamah Agung telah mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 13 Tahun 2008 tertanggal 30 Desember 2008 tentang Memi...
MENULIS KOMUNIKATIF (Pembelajaran Bahasa Indonesia Ragam Teknik)
MENULIS KOMUNIKATIF (Pembelajaran Bahasa Indonesia Ragam Teknik)
Berdasarkan hasil analisis temuan data penelitian di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan pokok sebagai berikut:1. Cara mengembangkan pembelajaran menulis komunikatif  MKW...
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak lembaga penyaluran informasi yang pada awalnya menyampaikan berita melalui media cetak atau media elektronik, seperti koran dan televisi, ...
Tinjauan Yuridis Peranan Dewan Pers Dalam Peningkatan Profesionalme Wartawan
Tinjauan Yuridis Peranan Dewan Pers Dalam Peningkatan Profesionalme Wartawan
Perkembangan Dewan Pers sejak era Reformasi telah mengalami perubahan yang signifikan. Pada era orde baru, Dewan Pers dibawah bayang-bayang intervensi pemerintah. Kini Dewan Pers t...
Framing Situs Berita Daring Lokal pada Pemilihan Gubernur Bengkulu 2020
Framing Situs Berita Daring Lokal pada Pemilihan Gubernur Bengkulu 2020
Situs berita daring lokal idealnya bersikap independen, independesinya harus terwujud dalam segala hal, terutama saat kontestasi pesta demokrasi. Pada 2020, Pemilihan Gubernur di B...
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Menulis Teks Eksposisi Dengan Pendekatan Berbasis Teks
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Menulis Teks Eksposisi Dengan Pendekatan Berbasis Teks
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pengajaran menulis teks eksposisi melalui pendekatan berbasis teks (Genre Based A...
PENGENALAN MODEL MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DI SD NEGERI 002 SUNGAI PINANG KOTA SAMARINDA
PENGENALAN MODEL MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DI SD NEGERI 002 SUNGAI PINANG KOTA SAMARINDA
Pengenalan model mind mapping dalam pembelajaran menulis cerita pendek di SD Negeri 002 Sungai Pinang Kota Samarinda ditujukan untuk memberikan pemahaman yang memudahkan siswa dala...
Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Berbasis Digital
Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Berbasis Digital
Menulis merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Menulis merupakan aktivitas dalam mengekspresikan ide, gagasan, pikiran atau perasaan dalam lambing kebahasaan (...

Back to Top