Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Jalur: Gangguan Fungsi Nefron Tikus (Rattus Norvegicus) Akibat Mengkonsumsi Partikel Mikroplastik Polietilena

View through CrossRef
Latar belakang: Pencemaran plastik menjadi isu kesehatan saat ini. Partikel plastik berukuran mikron (MPs) dapat mengganggu kesehatan karena terkonsumsi secara tidak sengaja oleh mahluk hidup dan masuk kedalam rantai makanan manusia. Polietilena salah satu polimer plastik yang banyak mengkontaminasi makanan manusia. Partikel plastik yang terabsorbsi akan mengalami persisten dan bioakumulasi dalam darah. Partikel ini mengandung bahan toksik sehingga menimbulkan reaksi oksidasi pada komponen biologi, salah satunya low-density lipoprotein (LDL). Ox-LDL menyebabkan kerusakan pertahanan nefron sehingga memicu kaskade kerusakan. Indikator kerusakan fungsi nefron ginjal berupa serum albumin, blood urea nitrogen, dan serum kreatinin. Tujuan: Menjelaskan mekanisme gangguan fungsi nefron akibat mengkonsumsi partikel MPs polietilena. Metode: Penelitian eksperimental murni pada 42 ekor tikus (Rattus norvegicus) yang dikelompok secara random menjadi 6 kelompok. Desain penelitian adalah post-test only control group. Dosis paparan yakni 0mg; 0,0375mg; 0,075mg; 0,15mg, 0,3mg, 0,6mg partikel MPs per hari diberikan secara berurutan pada setiap kelompok. Pemberian bahan MPs menggunakan sonde oral selama 90 hari. Data di analisis menggunakan program Smart-PLS untuk membuat model mekanisme gangguan fungsi nefron akibat mengkonsumsi partikel MPs. Hasil: Paparan peroral partikel MPs pada tikus secara signifikan meningkatkan kadar partikel MPs dalam darah dan Ox-LDL darah. Keberadaan MPs dalam darah juga akan meningkatkan Ox-LDL darah, selain itu menurunkan kadar serum albumin, meningkatkan kadar blood urea nitrogen dan serum kreatinin darah. Sedangkan peningkatan Ox-LDL hanya berkontribusi terhadap terjadinya penurunan kadar serum albumin dan peningkatan kadar blood urea nitrogen darah (semua nilai T-stat > 1,96). Kesimpulan: Mengkonsumsi partikel MPs dapat menyebabkan gangguan fungsi nefron pada tikus.
Title: Analisis Jalur: Gangguan Fungsi Nefron Tikus (Rattus Norvegicus) Akibat Mengkonsumsi Partikel Mikroplastik Polietilena
Description:
Latar belakang: Pencemaran plastik menjadi isu kesehatan saat ini.
Partikel plastik berukuran mikron (MPs) dapat mengganggu kesehatan karena terkonsumsi secara tidak sengaja oleh mahluk hidup dan masuk kedalam rantai makanan manusia.
Polietilena salah satu polimer plastik yang banyak mengkontaminasi makanan manusia.
Partikel plastik yang terabsorbsi akan mengalami persisten dan bioakumulasi dalam darah.
Partikel ini mengandung bahan toksik sehingga menimbulkan reaksi oksidasi pada komponen biologi, salah satunya low-density lipoprotein (LDL).
Ox-LDL menyebabkan kerusakan pertahanan nefron sehingga memicu kaskade kerusakan.
Indikator kerusakan fungsi nefron ginjal berupa serum albumin, blood urea nitrogen, dan serum kreatinin.
Tujuan: Menjelaskan mekanisme gangguan fungsi nefron akibat mengkonsumsi partikel MPs polietilena.
Metode: Penelitian eksperimental murni pada 42 ekor tikus (Rattus norvegicus) yang dikelompok secara random menjadi 6 kelompok.
Desain penelitian adalah post-test only control group.
Dosis paparan yakni 0mg; 0,0375mg; 0,075mg; 0,15mg, 0,3mg, 0,6mg partikel MPs per hari diberikan secara berurutan pada setiap kelompok.
Pemberian bahan MPs menggunakan sonde oral selama 90 hari.
Data di analisis menggunakan program Smart-PLS untuk membuat model mekanisme gangguan fungsi nefron akibat mengkonsumsi partikel MPs.
Hasil: Paparan peroral partikel MPs pada tikus secara signifikan meningkatkan kadar partikel MPs dalam darah dan Ox-LDL darah.
Keberadaan MPs dalam darah juga akan meningkatkan Ox-LDL darah, selain itu menurunkan kadar serum albumin, meningkatkan kadar blood urea nitrogen dan serum kreatinin darah.
Sedangkan peningkatan Ox-LDL hanya berkontribusi terhadap terjadinya penurunan kadar serum albumin dan peningkatan kadar blood urea nitrogen darah (semua nilai T-stat > 1,96).
Kesimpulan: Mengkonsumsi partikel MPs dapat menyebabkan gangguan fungsi nefron pada tikus.

Related Results

Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
ZusammenfassungMit dem Beginn der industriellen Großproduktion von synthetischen Polymeren hat diese vielfältige Materialgruppe wie kein anderes Produkt Einzug in praktisch jeden A...
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN LAPISAN KEDALAMAN PERAIRAN TELUK KENDARI
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN LAPISAN KEDALAMAN PERAIRAN TELUK KENDARI
Komposisi jenis bahan pencemar mikroplastik penting untuk diidentifikasi dan diperhitungkan jumlah dan kelimpahannya pada setiap lapisan kedalaman perairan, karena potensial sebaga...
Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Abstrak Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran mikro (<5 mm). Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik berbahaya jika terakumulasi di ...
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemar di perairan yang sumbernya dapat dibedakan menjadi sumber mikroplastik primer dan sekunder. Proses degradasi mikroplastik membutuhk...
Analisis Mikroplastik Pada Air Minum Dalam Kemasan Di Kota Padang
Analisis Mikroplastik Pada Air Minum Dalam Kemasan Di Kota Padang
Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Saat ini mikroplastik telah mencemari be...
Serosurvey and molecular detection of the main zoonotic parasites carried by commensal Rattus norvegicus populations in Tehran, Iran
Serosurvey and molecular detection of the main zoonotic parasites carried by commensal Rattus norvegicus populations in Tehran, Iran
Abstract Background: Rattus norvegicus are reservoirs of various zoonotic parasites that have become a global public health concern. Considering the distribution of Rattus ...
Distribusi mikroplastik pada sedimen di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara
Distribusi mikroplastik pada sedimen di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara
Abstract. The distribution of microplastic was studied in the Muara Badak districts Kutai Kartanegara regency in May 2015. Sediment samples were taken from four stations that repre...
Perbandingan Kaedah Estraksi Mikroplastik dalam Makanan Terproses Budu menggunakan Air Suling dan Kalium Hidroksida
Perbandingan Kaedah Estraksi Mikroplastik dalam Makanan Terproses Budu menggunakan Air Suling dan Kalium Hidroksida
Pencemaran mikroplastik di dalam makanan yang diproses masih kurang mendapat perhatian. Kaedah estraksi mikroplastik daripada sampel makanan juga masih belum meluas terutama bagi s...

Back to Top