Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Mengungkap Jejak Karakteristik Lokal Lansekap Tradisional Kampung Petilasan Kerajaan Sikka

View through CrossRef
Peradaban dan kehidupan masyarakat Sikka dimulai di kampung Sikka oleh penghuni asli dan pendatang dengan percampuran budaya, terjadi proses perkawinan sampai pembentukan lingkungan fisik dan lansekap tradisional berupa pembangunan Lepo Gete dengan pengaruh gaya arsitektur luar oleh kaum pendatang serta bagian ruang ritual baik di sudut kanan dalam rumah berupa Watu Blapur maupun di luar rumah berupa Watu Mahe yaitu megalit Wua Du’a dan menhir Moat Mahe dipengaruhi oleh tradisi penduduk asli yang selalu memberikan persembahan kepada leluhur. Perwujudan budaya dalam lingkungan fisik dan lansekap tradisional berupa bangunan adat seperti Lepo Gete sebagai rumah induk atau istana untuk kepala suku atau raja, Botek sebagai lumbung untuk menyimpan hasil pertanian, Mobo sebagai rumah untuk pembantu kepala suku atau pembantu raja, dan Watu Mahe sebagai altar untuk persembahan kepada leluhur itu tidak akan pernah dijumpai di Sikka pada waktu sekarang ini, karena salah satu bukti nyata terlihat pada hasil pembangunan kembali istana Lepo Gete yang oleh sebagian budayawan Sikka mengatakan bahwa hasil pembangunan itu tidak seperti aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perwujudan budaya masyarakat Sikka dalam lingkungan fisik dan lansekap tradisonal kawasan istana Lepo Gete. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif terhadap aspek budaya masyarakat Sikka, proses pembentukan lansekap tradisional serta pemanfaatan ruang untuk aktifitas budaya dalam lingkungan fisik kawasan Lepo Gete. Hasil dari penelitian ini berupa pembahasan budaya masyarakat Sikka dengan proses pembentukan lansekap tradisional dan lingkungan fisik serta pemanfaatannya untuk aktifitas budaya akan berdampak pada upaya mengungkap jejak karakteristik lokal lansekap tradisional, identifikasi budaya dan rekonstruksi kawasan Lepo Gete.
Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Title: Mengungkap Jejak Karakteristik Lokal Lansekap Tradisional Kampung Petilasan Kerajaan Sikka
Description:
Peradaban dan kehidupan masyarakat Sikka dimulai di kampung Sikka oleh penghuni asli dan pendatang dengan percampuran budaya, terjadi proses perkawinan sampai pembentukan lingkungan fisik dan lansekap tradisional berupa pembangunan Lepo Gete dengan pengaruh gaya arsitektur luar oleh kaum pendatang serta bagian ruang ritual baik di sudut kanan dalam rumah berupa Watu Blapur maupun di luar rumah berupa Watu Mahe yaitu megalit Wua Du’a dan menhir Moat Mahe dipengaruhi oleh tradisi penduduk asli yang selalu memberikan persembahan kepada leluhur.
Perwujudan budaya dalam lingkungan fisik dan lansekap tradisional berupa bangunan adat seperti Lepo Gete sebagai rumah induk atau istana untuk kepala suku atau raja, Botek sebagai lumbung untuk menyimpan hasil pertanian, Mobo sebagai rumah untuk pembantu kepala suku atau pembantu raja, dan Watu Mahe sebagai altar untuk persembahan kepada leluhur itu tidak akan pernah dijumpai di Sikka pada waktu sekarang ini, karena salah satu bukti nyata terlihat pada hasil pembangunan kembali istana Lepo Gete yang oleh sebagian budayawan Sikka mengatakan bahwa hasil pembangunan itu tidak seperti aslinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perwujudan budaya masyarakat Sikka dalam lingkungan fisik dan lansekap tradisonal kawasan istana Lepo Gete.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif terhadap aspek budaya masyarakat Sikka, proses pembentukan lansekap tradisional serta pemanfaatan ruang untuk aktifitas budaya dalam lingkungan fisik kawasan Lepo Gete.
Hasil dari penelitian ini berupa pembahasan budaya masyarakat Sikka dengan proses pembentukan lansekap tradisional dan lingkungan fisik serta pemanfaatannya untuk aktifitas budaya akan berdampak pada upaya mengungkap jejak karakteristik lokal lansekap tradisional, identifikasi budaya dan rekonstruksi kawasan Lepo Gete.

Related Results

POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro Sebagai Tempat Lelaku dan Olah Rasa bagi Masyarakat Desa Samiran, Boyolali
Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro Sebagai Tempat Lelaku dan Olah Rasa bagi Masyarakat Desa Samiran, Boyolali
Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro, yang terletak di antara lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, merupakan tempat yang dipercayai oleh masyarakat Jawa sebagai lokasi lelaku dan ol...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepatuhan implementasi UU No. 6 tahun 2014, dan pasal 100 PP No. 43 Tahun 2014 pada aparat kampung, menganalisis manfaat dana kampu...
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Nilai Kearifan Lokal Etnik Sikka Krowe Di Kabupaten Sikka
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Nilai Kearifan Lokal Etnik Sikka Krowe Di Kabupaten Sikka
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai kearifan lokal etnik Sikka Krowe dan faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan kepala sekola...
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak agraris yang dirintis oleh Ki Gede Pemanahan pada abad ke-16 M setelah memisahkan diri dari pemerintahan Kerajaan Pajang. Jauh se...
Ketaksaan Bahasa Sikka Dialek Sikka Krowe pada Masyarakat Desa Tana Duen Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka
Ketaksaan Bahasa Sikka Dialek Sikka Krowe pada Masyarakat Desa Tana Duen Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka
The problems raised ini this study are (1) how is the ambiguity of the Sikka dialect of Sikka Krowe in the Tana Duen village community, Kangae sub-distr...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...

Back to Top