Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Mahkota bagi Kedua Orang Tua: Pahala Membaca Al-Quran (Studi Takhrij dan Syarah Hadis)

View through CrossRef
Slogan “menghafal al-Quran akan diberikan mahkota bagi kedua orang tuanya di akhirat” digunakan untuk memotivasi para santri di pondok pesantren dan menanamkan nilai-nilai religius serta kecintaan terhadap al-Quran sejak dini. Untuk memastikan pemahaman yang tepat terhadap hadis yang menjadi dasar slogan tersebut, diperlukan studi takhrij dan syarh guna memahami makna dan konteksnya secara mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hadis dan kandungan hadis tentang mahkota bagi kedua orang tua: pahala membaca al-Quran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadis tentang mahkota bagi kedua orang tua: pahala membaca al-Quran yang diriwayatkan oleh Abu Dawud adalah dha’if. Hal ini disebabkan karena terdapat satu perawi dalam hadis ini yang di-jarhkan oleh ulama kritikus hadis, dan juga hadis tersebut tidak memiliki jalur periwayatan yang lain (syawahid). Meskipun status hadis ini dha’if, bukan berarti hadis ini tidak bisa diamalkan sama sekali. Sebagian ulama membolehkan periwayatan hadis dha’if dengan dua syarat, yaitu tidak berkaitan dengan akidah dan tidak menjelaskan hukum syara’. Hadis tersebut menegaskan bahwa tidak ada batasan usia untuk membaca, menghafal dan mempelajari al-Quran, sehingga siapa pun dapat memulainya. Orang tua akan mendapatkan keutamaan dari anak yang menghafal al-Quran dengan syarat anak tersebut membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi al-Quran. Penjelasan dalam kitab “Al-Manhal al-’Azb al-Mawrud Syarh Sunan al-Imam Abi Dawud” menyoroti tiga poin penting dari hadis ini: pertama, pentingnya membaca al-Quran dengan tartil; kedua, pentingnya mengamalkan isi al-Quran dalam kehidupan sehari-hari; dan ketiga, keutamaan bagi orang tua dari anak yang menghafal al-Quran.
Title: Mahkota bagi Kedua Orang Tua: Pahala Membaca Al-Quran (Studi Takhrij dan Syarah Hadis)
Description:
Slogan “menghafal al-Quran akan diberikan mahkota bagi kedua orang tuanya di akhirat” digunakan untuk memotivasi para santri di pondok pesantren dan menanamkan nilai-nilai religius serta kecintaan terhadap al-Quran sejak dini.
Untuk memastikan pemahaman yang tepat terhadap hadis yang menjadi dasar slogan tersebut, diperlukan studi takhrij dan syarh guna memahami makna dan konteksnya secara mendalam.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hadis dan kandungan hadis tentang mahkota bagi kedua orang tua: pahala membaca al-Quran.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka (library research).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadis tentang mahkota bagi kedua orang tua: pahala membaca al-Quran yang diriwayatkan oleh Abu Dawud adalah dha’if.
Hal ini disebabkan karena terdapat satu perawi dalam hadis ini yang di-jarhkan oleh ulama kritikus hadis, dan juga hadis tersebut tidak memiliki jalur periwayatan yang lain (syawahid).
Meskipun status hadis ini dha’if, bukan berarti hadis ini tidak bisa diamalkan sama sekali.
Sebagian ulama membolehkan periwayatan hadis dha’if dengan dua syarat, yaitu tidak berkaitan dengan akidah dan tidak menjelaskan hukum syara’.
Hadis tersebut menegaskan bahwa tidak ada batasan usia untuk membaca, menghafal dan mempelajari al-Quran, sehingga siapa pun dapat memulainya.
Orang tua akan mendapatkan keutamaan dari anak yang menghafal al-Quran dengan syarat anak tersebut membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi al-Quran.
Penjelasan dalam kitab “Al-Manhal al-’Azb al-Mawrud Syarh Sunan al-Imam Abi Dawud” menyoroti tiga poin penting dari hadis ini: pertama, pentingnya membaca al-Quran dengan tartil; kedua, pentingnya mengamalkan isi al-Quran dalam kehidupan sehari-hari; dan ketiga, keutamaan bagi orang tua dari anak yang menghafal al-Quran.

Related Results

Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
Semua hadis rasulullah SAW yang telah sampai pada kita terlebih dahulu diperhatikan dari aspek kualitasnya, Baik yang diterapkan maupun tidak. Dilihat dari kualitasnya hadis bisa d...

Back to Top