Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pengaruh Posisi Dinding Geser Terhadap Kapasitas Seismik Struktur Gedung Beton Bertulang Dengan Metode Analisis Pushover
View through CrossRef
Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, sehingga diperlukan struktur bangunan yang mampu menahan beban lateral secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi dinding geser terhadap kapasitas seismik struktur gedung beton bertulang. Metode penelitian menggunakan analisis statik non-liniear (pushover) menggunakan software SAP2000 dengan empat variasi model: Model 1 tanpa dinding geser, Model 2 dan 3 dengan dinding geser sejajar sumbu Y, serta Model 4 dengan dinding geser yang dipasang secara diagonal di dua sudut struktur sejajar sumbu X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dinding geser signifikan mengurangi simpangan antar lantai hingga 71,52% dan meningkatkan kapasitas struktur secara signifikan. Model 1 (tanpa dinding geser) memiliki kapasitas dasar 17.886,10 kN (arah X) dan 17.597,82 kN (arah Y), sedangkan Model 4 (dengan dinding geser diagonal) menunjukkan kapasitas tertinggi sebesar 41.074,77 kN (arah X) dan 29.242,09 kN (arah Y), dengan peningkatan 229,64% pada arah X dan 66,18% pada arah Y, menjadikannya konfigurasi paling efektif di antara ketiga model dengan dinding geser. Konfigurasi pada Model 4 menghasilkan distribusi kekakuan yang seimbang pada kedua arah utama, dengan nilai percepatan spektral (Sa) relatif seragam pada arah X (0,57 g) dan Y (0,51 g). Berdasarkan analisis kinerja ATC-40, Model 1 mencapai level Damage Control (DC) yang menunjukkan struktur masih tergolong aman dengan stabilitas terjaga, sementara Model 4 mencapai level Immediate Occupancy (IO), menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, penempatan dinding geser secara diagonal pada dua sudut struktur (sejajar sumbu X dan Y) seperti pada Model 4 dapat meningkatkan kekakuan dan kapasitas struktur, dan juga meningkatkan level kinerja seismik meskipun dapat mengurangi daktilitas. Konfigurasi Model 4 efektif dalam mendistribusikan gaya gempa secara merata dan menciptakan sistem struktur yang lebih seimbang dibandingkan model lainnya.
Universitas Andalas
Title: Analisis Pengaruh Posisi Dinding Geser Terhadap Kapasitas Seismik Struktur Gedung Beton Bertulang Dengan Metode Analisis Pushover
Description:
Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, sehingga diperlukan struktur bangunan yang mampu menahan beban lateral secara efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi dinding geser terhadap kapasitas seismik struktur gedung beton bertulang.
Metode penelitian menggunakan analisis statik non-liniear (pushover) menggunakan software SAP2000 dengan empat variasi model: Model 1 tanpa dinding geser, Model 2 dan 3 dengan dinding geser sejajar sumbu Y, serta Model 4 dengan dinding geser yang dipasang secara diagonal di dua sudut struktur sejajar sumbu X dan Y.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dinding geser signifikan mengurangi simpangan antar lantai hingga 71,52% dan meningkatkan kapasitas struktur secara signifikan.
Model 1 (tanpa dinding geser) memiliki kapasitas dasar 17.
886,10 kN (arah X) dan 17.
597,82 kN (arah Y), sedangkan Model 4 (dengan dinding geser diagonal) menunjukkan kapasitas tertinggi sebesar 41.
074,77 kN (arah X) dan 29.
242,09 kN (arah Y), dengan peningkatan 229,64% pada arah X dan 66,18% pada arah Y, menjadikannya konfigurasi paling efektif di antara ketiga model dengan dinding geser.
Konfigurasi pada Model 4 menghasilkan distribusi kekakuan yang seimbang pada kedua arah utama, dengan nilai percepatan spektral (Sa) relatif seragam pada arah X (0,57 g) dan Y (0,51 g).
Berdasarkan analisis kinerja ATC-40, Model 1 mencapai level Damage Control (DC) yang menunjukkan struktur masih tergolong aman dengan stabilitas terjaga, sementara Model 4 mencapai level Immediate Occupancy (IO), menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan.
Berdasarkan hasil penelitian, penempatan dinding geser secara diagonal pada dua sudut struktur (sejajar sumbu X dan Y) seperti pada Model 4 dapat meningkatkan kekakuan dan kapasitas struktur, dan juga meningkatkan level kinerja seismik meskipun dapat mengurangi daktilitas.
Konfigurasi Model 4 efektif dalam mendistribusikan gaya gempa secara merata dan menciptakan sistem struktur yang lebih seimbang dibandingkan model lainnya.
Related Results
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
ANALISA KAPASITAS SEISMIK DENGAN DAN TANPA DINDING BATA PADA GEDUNG BETON BERTULANG
ANALISA KAPASITAS SEISMIK DENGAN DAN TANPA DINDING BATA PADA GEDUNG BETON BERTULANG
Makalah ini menjelaskan pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang berlantai banyak. Di Kota Padang, sebagian besar bangunan beton bertulang menggunak...
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Struktur bangunan beton bertulang bertingkat dapat mengalami momen guling sebagai akibat dari adanya gaya aksial dan lateral. Selain itu, struktur juga menghasilkan gaya geser yang...
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Struktur bangunan beton bertulang bertingkat dapat mengalami momen guling sebagai akibat dari adanya gaya aksial dan lateral. Selain itu, struktur juga menghasilkan gaya geser yang...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Evaluasi Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang dengan Metode Pushover Analysis
Evaluasi Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang dengan Metode Pushover Analysis
Gedung Bedah dan Central Sterile Supply Department RSUD Kota Solok merupakan gedung beton bertulang yang baru saja selesai dibangun pada Januari 2024. Pada penelitian Ini akan dila...
SEISMIK RETROFIT BANGUNAN BETON BERTULANG EKSISTING DENGAN PERKUATAN DINDING GESER
SEISMIK RETROFIT BANGUNAN BETON BERTULANG EKSISTING DENGAN PERKUATAN DINDING GESER
Tujuan evaluasi seismik adalah untuk evaluasi berbagai defisiensi yang membuat bangunan tidak dapat mencapai sasaran kinerja yang dipilih. Retrofit dilakukan untuk menghilangkan at...

