Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMANFAATAN SARANA SANITASI DI TERMINAL X KOTA MALANG

View through CrossRef
  ABSTRACT Generally society thinks that  public places are categorized  as potential place which is able to  spread the transmission  of disease  and health problems. One  of the causes  of disease transmission in public places is the sanitation poor access. The purpose of this study is to determine the correlation  between knowledge and the use of  sanitation facilities at Arjosari bus sanitation in Malang. This research method was descriptive  research with quantitative  approach. The sampling  technique  used was questionnaire. The number of samples as many as 50 people. The data analysis used  is univariate analysis and bivariate analysis using the Chi-Square test. The results shows that most of the respondens have good knowledge and always use sanitation facilities as much as 46%, good knowledge and often  use santitation  facilities  is 24%, people who have  sufficient  knowledge  and always  use  these  facilities  is 20%, people who have sufficient knowledge  and often use sanitation facilities is 10%. Based on the results  of the Chi-Square test, analysis shows that it is not significant  with Sig 0,05 which  is the value of asymp sig 0,948 > 0,05.  So, H0 is accepted and can be concluded that there is no significant correlation between knowledge and utilization of sanitation facilities at the Arjosari bus station in Malang. Keywords : knowledge; utilization; basic sanitation.   ABSTRAK   Tempat-tempat umum  dikategorikan sebagai tempat yang berpotensi menyebarkan penularan penyakit maupun gangguan kesehatan. Penyebab penularan penyakit di tempat-tempat umum salah satunya disebabkan oleh  buruknya akses sanitasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan sarana sanitasi di terminal Arjosari Kota Malang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan baik dan selalu memanfaatkan sarana sanitasi yaitu 46%, berpengetahuan baik dan sering memanfaatkan sarana sanitasi yaitu 24%, berpengetahuan cukup dan selalu memanfaatkan sarana sanitasi 20%, dan berpengetahuan cukup dan sering memanfaatkan sarana sanitasi yaitu 10%. Berdasarkan hasil analisa uji chi-square menunjukkan tidak signifikan dengan sig 0,05 dimana nilai asymp sig 0,948 > 0,05. Maka, H0 diterima sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dengan pemanfaatan sarana sanitasi di terminal Arjosari Kota Malang. Kata Kunci : Pengetahuan; Pemanfaatan; Sanitasi Dasar.
Title: HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMANFAATAN SARANA SANITASI DI TERMINAL X KOTA MALANG
Description:
  ABSTRACT Generally society thinks that  public places are categorized  as potential place which is able to  spread the transmission  of disease  and health problems.
One  of the causes  of disease transmission in public places is the sanitation poor access.
The purpose of this study is to determine the correlation  between knowledge and the use of  sanitation facilities at Arjosari bus sanitation in Malang.
This research method was descriptive  research with quantitative  approach.
The sampling  technique  used was questionnaire.
The number of samples as many as 50 people.
The data analysis used  is univariate analysis and bivariate analysis using the Chi-Square test.
The results shows that most of the respondens have good knowledge and always use sanitation facilities as much as 46%, good knowledge and often  use santitation  facilities  is 24%, people who have  sufficient  knowledge  and always  use  these  facilities  is 20%, people who have sufficient knowledge  and often use sanitation facilities is 10%.
Based on the results  of the Chi-Square test, analysis shows that it is not significant  with Sig 0,05 which  is the value of asymp sig 0,948 > 0,05.
  So, H0 is accepted and can be concluded that there is no significant correlation between knowledge and utilization of sanitation facilities at the Arjosari bus station in Malang.
Keywords : knowledge; utilization; basic sanitation.
  ABSTRAK   Tempat-tempat umum  dikategorikan sebagai tempat yang berpotensi menyebarkan penularan penyakit maupun gangguan kesehatan.
Penyebab penularan penyakit di tempat-tempat umum salah satunya disebabkan oleh  buruknya akses sanitasi.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan sarana sanitasi di terminal Arjosari Kota Malang.
Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang.
Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan baik dan selalu memanfaatkan sarana sanitasi yaitu 46%, berpengetahuan baik dan sering memanfaatkan sarana sanitasi yaitu 24%, berpengetahuan cukup dan selalu memanfaatkan sarana sanitasi 20%, dan berpengetahuan cukup dan sering memanfaatkan sarana sanitasi yaitu 10%.
Berdasarkan hasil analisa uji chi-square menunjukkan tidak signifikan dengan sig 0,05 dimana nilai asymp sig 0,948 > 0,05.
Maka, H0 diterima sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dengan pemanfaatan sarana sanitasi di terminal Arjosari Kota Malang.
Kata Kunci : Pengetahuan; Pemanfaatan; Sanitasi Dasar.

Related Results

Optimalisasi Pemanfaatan Dan Pengelolaan Terminal Angkutan Umum Sawerigading Kota Sengkang Kabupaten Wajo
Optimalisasi Pemanfaatan Dan Pengelolaan Terminal Angkutan Umum Sawerigading Kota Sengkang Kabupaten Wajo
Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis faktor-faktor teridentifikasi yang mempengaruhi ketidakoptimalan pemanfaatan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading Kota ...
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
Sebagai pusat pelayanan dan pemerintahan,  Kota Bandung berperan terhadap  Kota- Kota di sekitarnya. Untuk mendukung pergerakan tersebut, Terminal Leuwipanjang menyediakan jasa pel...
Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional Di Padang Dan Payakumbuh
Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional Di Padang Dan Payakumbuh
Perilaku sanitasi lingkungan mengacu pada keterlibatan warga dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas dan pelayanan sanitasi lingkungan. Kajian ini bertujuan untuk...
Kajian Kondisi Fisik Terminal Leuwipanjang Berdasarkan Persepsi Penumpang
Kajian Kondisi Fisik Terminal Leuwipanjang Berdasarkan Persepsi Penumpang
Leuwipanjang terminal is a passenger terminal serving AKDP and AKAP. UPTD Terminal is required to provide convenient facilities for passengers during activities within the Terminal...
EVALUASI PROGRAM KLINIK SANITASI TERHADAP PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG
EVALUASI PROGRAM KLINIK SANITASI TERHADAP PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG
ABSTRAK Evaluasi program klinik sanitasi terhadap penyakit berbasis lingkungan di Puskesmas Kendalsari Kota Malang merupakan salah satu fungsi manajemen program, dimana cakupan pr...
Pemetaan dan Perencanaan Sanitasi Kota Yogyakarta
Pemetaan dan Perencanaan Sanitasi Kota Yogyakarta
Millenium Development Goals (MDGs) menempatkan manusia sebagai fokus utama pembangunan yang mencakup kelestarian lingkungan. Salah satu target yang harus dicapai adalah akses berke...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
Judul penelitian ini adalah : “Implementasi Kebijakan Revitalisasi Kota Tanpa Kumuh Neigborhood Upgrading And Shelter Sector Project (NUSSP) di   Kota Bima. Dengan tujuan   untuk m...

Back to Top