Javascript must be enabled to continue!
Pengaplikasian Prinsip Stilistik J.J. Webber (1989) dalam Novel Pantai karya Azmah Nordin
View through CrossRef
Kajian ini memfokuskan pengaplikasian prinsip Stilistik J.J. Webber (1989) yang terdapat dalam Novel Pantai Kasih karya Azmah Nordin. Oleh hal yang demikian, terdapat lima objektif utama dalam kajian ini iaitu, menganalisis prinsip pemilihan diksi, menganalisis pembentukan ayat, menganalisis prinsip kajian semantik, menganalisis unsur bahasa dramatik dan gaya individualisme. Penganalisisan data pula adalah secara kualitatif yang melibatkan analisis terhadap teks Novel Pantai Kasih. Sehubungan dengan itu, berdasarkan kajian yang telah diimplementasikan, hasil kajian sememangnya mendapati bahawa terdapat lima elemen Prinsip Stilistik J.J. Webber (1989) yang diketengahkan menerusi Novel Pantai Kasih. Akhir sekali, kajian stilistik ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi memartabatkan bidang stilistik sebagai satu jiwa dalam dunia pendidikan sastera Melayu. Hal ini dikatakan demikian kerana bidang stilistik bukan sahaja menonjolkan kesenian bahasanya malah turut menjadi pantulan khususnya dalam kalangan masyarakat menerusi penghayatan terhadap karya sastera tersebut. Secara holistiknya, prinsip Stilistik J.J. Webber (1989) yang diketengahkan menerusi Novel Pantai Kasih secara tidak langsung memperlihatkan karya tersebut sarat dengan keindahan bahasanya yang tersendiri khususnya dalam penciptaan karya sastera.
Universiti Pendidikan Sultan Idris
Title: Pengaplikasian Prinsip Stilistik J.J. Webber (1989) dalam Novel Pantai karya Azmah Nordin
Description:
Kajian ini memfokuskan pengaplikasian prinsip Stilistik J.
J.
Webber (1989) yang terdapat dalam Novel Pantai Kasih karya Azmah Nordin.
Oleh hal yang demikian, terdapat lima objektif utama dalam kajian ini iaitu, menganalisis prinsip pemilihan diksi, menganalisis pembentukan ayat, menganalisis prinsip kajian semantik, menganalisis unsur bahasa dramatik dan gaya individualisme.
Penganalisisan data pula adalah secara kualitatif yang melibatkan analisis terhadap teks Novel Pantai Kasih.
Sehubungan dengan itu, berdasarkan kajian yang telah diimplementasikan, hasil kajian sememangnya mendapati bahawa terdapat lima elemen Prinsip Stilistik J.
J.
Webber (1989) yang diketengahkan menerusi Novel Pantai Kasih.
Akhir sekali, kajian stilistik ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi memartabatkan bidang stilistik sebagai satu jiwa dalam dunia pendidikan sastera Melayu.
Hal ini dikatakan demikian kerana bidang stilistik bukan sahaja menonjolkan kesenian bahasanya malah turut menjadi pantulan khususnya dalam kalangan masyarakat menerusi penghayatan terhadap karya sastera tersebut.
Secara holistiknya, prinsip Stilistik J.
J.
Webber (1989) yang diketengahkan menerusi Novel Pantai Kasih secara tidak langsung memperlihatkan karya tersebut sarat dengan keindahan bahasanya yang tersendiri khususnya dalam penciptaan karya sastera.
Related Results
Analisis Stilistik dalam Novel Pantai Kasih Karya Azmah Nordin
Analisis Stilistik dalam Novel Pantai Kasih Karya Azmah Nordin
Stilistik merupakan ilmu tentang gaya yang dihubungkan dengan pemakaian bahasa. Dalam mencipta karya sastera, pengarang ghalibnya menggunakan stilistik sebagai medium utama yang be...
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...
PRINSIP KERJASAMA DALAM NOVEL TELUK ALASKA KARYA EKA ARYANI
PRINSIP KERJASAMA DALAM NOVEL TELUK ALASKA KARYA EKA ARYANI
Kajian artikel ini membahas prinsip kerjasama yang tercermin dalam novel "Teluk Alaska" karya Eka Aryani. Dalam novel ini, Eka Aryani menggambarkan dinamika hubungan antar karakter...
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN EKONOMI DESA PANTAI KABUPATEN SUBANG
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN EKONOMI DESA PANTAI KABUPATEN SUBANG
Kabupaten Subang merupakan kabupaten yang memiliki panjang garis pantai sekitar 68km di daerah Pantai Utara dan luas area pertambakan sebesar 10.000 ha, merupakan potensiuntuk peng...
EDU-WISATA: EDUKASI KEBERSIHAN PESISIR PANTAI DI WILAYAH KABUPATEN SUMBAWA SEBAGAI WADAH UNTUK BELAJAR PROMOSI KESEHATAN
EDU-WISATA: EDUKASI KEBERSIHAN PESISIR PANTAI DI WILAYAH KABUPATEN SUMBAWA SEBAGAI WADAH UNTUK BELAJAR PROMOSI KESEHATAN
Sebagai negara kepulauan tentunya Indonensia memiliki berbagai banyak pantai yang terssebagar dibeberapa provinsi yang ada di Indonesia. Salah satunya Provinsi Nusa Tengara Barat, ...
Perilaku Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Brat
Perilaku Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Brat
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Pantai Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie yang cenderungan mem...
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan mendeskripsikan prinsip-prinsip kerajinan yang terdapat pada karya kerajinan berbahan serat daun pandan di industri chan...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...

