Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA STEADY STATE THERMAL PADA REM CAKRAM MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA

View through CrossRef
Rem merupakan salah satu dari bagian kendaraan yang mempunyai peranan penting untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara sepeda motor. Ketika digunakan secara terus menerus, maka rem dapat mengalami kerusakan akibat dari terjadinya panas berlebih (over heating). Kondisi ini sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan yang fatal. Secara fisik, panas lebih sering terjadi pada rem jenis cakram karena permukaan pemindah panasnya kurang proporsional, khususnya untuk beban pengeraman yang tinggi. Kasus panas lebih sering terjadi pada jenis rem cakram karena rem cakram memiliki efek pengereman yang besar, tetapi luas bidang pemindahan panasnya relatif kecil. Begitu besarnya pengaruh temperatur pada kerusakan rem cakram membuat analisa mengenai perubahan temperatur merupakan masalah yang sangat penting dalam mendesain sebuah rem cakram, sehingga tujuan penulis yaitu untuk mengetahui laju perpindahan panas yang dapat diterima rem cakram (disk brake) pada kecepatan tertentu dengan menggunakan simulasi software Ansys 14.0. Hasil analisa memperlihatkan bahwa semakin besar nilai kecepatan (V) maka semakin besar perpindahan panas (Q), diperoleh nilai laju perpindahan panas yaitu 124,89 W; 150,14 W; 166,47 W. Hasil analisa ini diharapkan dapat menjadi masukan yang baik untuk struktur yang sudah dibuat maupun yang akan dikembangkan baik dalam proses keselamatan maupun pemilihan material.
Title: ANALISA STEADY STATE THERMAL PADA REM CAKRAM MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA
Description:
Rem merupakan salah satu dari bagian kendaraan yang mempunyai peranan penting untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara sepeda motor.
Ketika digunakan secara terus menerus, maka rem dapat mengalami kerusakan akibat dari terjadinya panas berlebih (over heating).
Kondisi ini sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan yang fatal.
Secara fisik, panas lebih sering terjadi pada rem jenis cakram karena permukaan pemindah panasnya kurang proporsional, khususnya untuk beban pengeraman yang tinggi.
Kasus panas lebih sering terjadi pada jenis rem cakram karena rem cakram memiliki efek pengereman yang besar, tetapi luas bidang pemindahan panasnya relatif kecil.
Begitu besarnya pengaruh temperatur pada kerusakan rem cakram membuat analisa mengenai perubahan temperatur merupakan masalah yang sangat penting dalam mendesain sebuah rem cakram, sehingga tujuan penulis yaitu untuk mengetahui laju perpindahan panas yang dapat diterima rem cakram (disk brake) pada kecepatan tertentu dengan menggunakan simulasi software Ansys 14.
Hasil analisa memperlihatkan bahwa semakin besar nilai kecepatan (V) maka semakin besar perpindahan panas (Q), diperoleh nilai laju perpindahan panas yaitu 124,89 W; 150,14 W; 166,47 W.
Hasil analisa ini diharapkan dapat menjadi masukan yang baik untuk struktur yang sudah dibuat maupun yang akan dikembangkan baik dalam proses keselamatan maupun pemilihan material.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Thermal Effects in High Compactness CEA Stack
Thermal Effects in High Compactness CEA Stack
Thermal management is a pivotal aspect of stack durability and system operability. Consequently, understanding the thermal mapping within a stack based on its operating conditions ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
REM sleep, REM parasomnias, REM sleep behaviour disorder
REM sleep, REM parasomnias, REM sleep behaviour disorder
We review the literature on REM parasomnias, and their the underlying mechanisms. Several REM parasomnias are consistent with sleep dissociations, where certain elements of the REM...
ANALISIS PENGARUH SISTEM REM MOBIL GRANDMAX PICK UP TYPE S402RP TERHADAP NILAI EFISIENSI REM PADA ALAT UJI REM IYASAKA
ANALISIS PENGARUH SISTEM REM MOBIL GRANDMAX PICK UP TYPE S402RP TERHADAP NILAI EFISIENSI REM PADA ALAT UJI REM IYASAKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem pengereman pada mobil Grandmax type S402RP terhadap nilai efisiensi rem pada alat uji rem Iyasaka. Mobil Grandmax pickup...
Bimbingan Teknis Pembuatan Kampas Rem Cakram Berbahan Komposit Polimer Untuk Sepeda Motor
Bimbingan Teknis Pembuatan Kampas Rem Cakram Berbahan Komposit Polimer Untuk Sepeda Motor
Kampas rem merupakan salah satu komponen yang sangat vital dalam sebuah kendaraan yang berfungsi memperlambat bahkan menghetikan kecepatan pada saat terjadi ancaman kecelakaan akib...
Regulation of REM and Non-REM Sleep by Periaqueductal GABAergic Neurons
Regulation of REM and Non-REM Sleep by Periaqueductal GABAergic Neurons
AbstractMammalian sleep consists of distinct rapid eye movement (REM) and non-REM (NREM) states. The midbrain region ventrolateral periaqueductal gray (vlPAG) is known to be import...

Back to Top