Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kesepian dan Kualitas Tidur Lansia

View through CrossRef
Proses menua dapat menimbulkan masalah baik fisik maupun psikologis seperti kualitas tidur. Kurangnya kebutuhan tidur akan berdampak pada menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, terganggunya aktivitas sehari-hari dan penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesepian dengan kualitas tidur pada lansia di posyandu kebalenan baru 1 Puskesmas Sobo Banyuwangi. Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 44 lansia. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Instrument pengumpulan data ini menggunakan UCLA Lonelines Scale untuk kesepian dan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality) Index untuk kualitas tidur. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman untuk menentukan hubungan antara dua variabel tersebut. Hasil tingkat kesepian didapatkan hampir seluruh 38 responden (89,4%) mengalami kesepian rendah dan sebagian kecil 6 responden (13,6%) mengalami kesepian sedang, sedangkan hasil dari kualitas tidur hampir setangah 18 responden (40,9%) mengalami kualitas tidur buruk. Hasil penelitian ini menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan SPSS 27, diperoleh P-value 0,001 < α = 0,05, yang berarti terdapat hubungan kesepian dengan kualitas tidur pada lansia di posyandu kebabelanan baru 1 puskesmas sobo banyuwangi  Dengan tingkat keeratan hubungan 0,478 yang berarti moderate/ sedang. Kondisi psikologi lansia terhadap perubahan peran akan membuat lansia merasakan kesepian, kesepian akan menstimulasi ke alam bawah sadar sehingga secara langsung mempengaruhi dalam pola tidur, durasi tidur, serta kualitas tidur secara keseluruhan pada lansia.
Title: Kesepian dan Kualitas Tidur Lansia
Description:
Proses menua dapat menimbulkan masalah baik fisik maupun psikologis seperti kualitas tidur.
Kurangnya kebutuhan tidur akan berdampak pada menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, terganggunya aktivitas sehari-hari dan penurunan kualitas hidup.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesepian dengan kualitas tidur pada lansia di posyandu kebalenan baru 1 Puskesmas Sobo Banyuwangi.
Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional.
Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 44 lansia.
Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling.
Instrument pengumpulan data ini menggunakan UCLA Lonelines Scale untuk kesepian dan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality) Index untuk kualitas tidur.
Analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman untuk menentukan hubungan antara dua variabel tersebut.
Hasil tingkat kesepian didapatkan hampir seluruh 38 responden (89,4%) mengalami kesepian rendah dan sebagian kecil 6 responden (13,6%) mengalami kesepian sedang, sedangkan hasil dari kualitas tidur hampir setangah 18 responden (40,9%) mengalami kualitas tidur buruk.
Hasil penelitian ini menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan SPSS 27, diperoleh P-value 0,001 < α = 0,05, yang berarti terdapat hubungan kesepian dengan kualitas tidur pada lansia di posyandu kebabelanan baru 1 puskesmas sobo banyuwangi  Dengan tingkat keeratan hubungan 0,478 yang berarti moderate/ sedang.
Kondisi psikologi lansia terhadap perubahan peran akan membuat lansia merasakan kesepian, kesepian akan menstimulasi ke alam bawah sadar sehingga secara langsung mempengaruhi dalam pola tidur, durasi tidur, serta kualitas tidur secara keseluruhan pada lansia.

Related Results

PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
Abstract. As life span increases, this condition more likely result in general health problems or mental health problems, especially in the elderly. Elderly who experience changes ...
HUBUNGAN PERILAKU DZIKIR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA CAMPAKAMULYA
HUBUNGAN PERILAKU DZIKIR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA CAMPAKAMULYA
Lansia merupakan individu yang berada pada tahapan dewasa akhir yang usianya dimulai dari 60 tahun keatas. Perubahan fungsi biologis pada lansia salah satunya adalah perubahan pola...
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN TERAPI PIJAT TENGKUK MENGGUNAKAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN TERAPI PIJAT TENGKUK MENGGUNAKAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)
Pada lansia terjadi perubahan neurologis secara fisiologis mengalami penurunan jumlah dan ukuran neuron pada sistem saraf pusat yang mengakibatkan lansia tidak dapat memenuhi kebut...
Hubungan antara kualitas tidur dengan kesejahteraan psikologis pada keluarga dengan lansia
Hubungan antara kualitas tidur dengan kesejahteraan psikologis pada keluarga dengan lansia
Background: The aging process in older adults results in physiological decline, increasing their dependence on family support. In addition to physiological decline, older adults of...
Pengaruh Melafalkan Dzikir terhadap Kualitas Tidur Lansia
Pengaruh Melafalkan Dzikir terhadap Kualitas Tidur Lansia
Kualita stidur adalah suatu keadaan tidur yang dijalani seseorang yang menghasilkan kesegaran/ kebugaran saat terbangun. Dampak karena kualitas tidur yang buruk adalah stres yang m...

Back to Top