Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Satu Islam Beda Pemahaman Satu Iman Beda Jalan: Nurcholish Madjid dan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia

View through CrossRef
Artikel ini menelusuri dinamika gerakan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia dengan fokus pada pemikiran Nurcholish Madjid. Penelitian ini berargumen bahwa pemikiran Madjid merepresentasikan sebuah pergeseran signifikan dari paradigma revivalisme dan modernisme Islam menuju neo-modernisme, yang menekankan desakralisasi wilayah-wilayah duniawi dan artikulasi nilai-nilai Islam sebagai etika sosial-kultural dalam kehidupan bernegara. Melalui metode penelitian historis dengan pendekatan analisis pemikiran (history of ideas), artikel ini menganalisis pidato kontroversial Madjid pada 1970, "Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat," sebagai momen kunci yang menandai periodesasi baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konteks sosio-politik transisi Orde Lama ke Orde Baru menjadi katalis bagi lahirnya gagasan "sekularisasi" dan "Islam Yes, Partai Islam No" Madjid. Gagasan ini bertujuan melepaskan beban ideologis dari umat Islam dan mereposisi peran Islam dari perjuangan merebut kekuasaan negara (politik) menjadi kekuatan moral dan kultural (budaya) dalam masyarakat Indonesia yang plural. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun pemikiran Madjid menuai polemik, ia berhasil membuka ruang diskursus baru tentang hubungan Islam dan negara. Keberlanjutan wacananya terlihat pada kemunculan Jaringan Islam Liberal (JIL) sebagai bentuk liberalisasi dari neo-modernisme, yang sekaligus menegaskan bahwa dialektika "satu Islam, beda pemahaman" terus menjadi karakter utama dalam sejarah pemikiran Islam Indonesia.
Title: Satu Islam Beda Pemahaman Satu Iman Beda Jalan: Nurcholish Madjid dan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia
Description:
Artikel ini menelusuri dinamika gerakan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia dengan fokus pada pemikiran Nurcholish Madjid.
Penelitian ini berargumen bahwa pemikiran Madjid merepresentasikan sebuah pergeseran signifikan dari paradigma revivalisme dan modernisme Islam menuju neo-modernisme, yang menekankan desakralisasi wilayah-wilayah duniawi dan artikulasi nilai-nilai Islam sebagai etika sosial-kultural dalam kehidupan bernegara.
Melalui metode penelitian historis dengan pendekatan analisis pemikiran (history of ideas), artikel ini menganalisis pidato kontroversial Madjid pada 1970, "Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat," sebagai momen kunci yang menandai periodesasi baru.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa konteks sosio-politik transisi Orde Lama ke Orde Baru menjadi katalis bagi lahirnya gagasan "sekularisasi" dan "Islam Yes, Partai Islam No" Madjid.
Gagasan ini bertujuan melepaskan beban ideologis dari umat Islam dan mereposisi peran Islam dari perjuangan merebut kekuasaan negara (politik) menjadi kekuatan moral dan kultural (budaya) dalam masyarakat Indonesia yang plural.
Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun pemikiran Madjid menuai polemik, ia berhasil membuka ruang diskursus baru tentang hubungan Islam dan negara.
Keberlanjutan wacananya terlihat pada kemunculan Jaringan Islam Liberal (JIL) sebagai bentuk liberalisasi dari neo-modernisme, yang sekaligus menegaskan bahwa dialektika "satu Islam, beda pemahaman" terus menjadi karakter utama dalam sejarah pemikiran Islam Indonesia.

Related Results

FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pemikiran Nurcholish Madjid tentang pluralisme agama dan implikasinya dalam konteks Indonesia. Nurcholish Madjid adalah seorang cendekiawa...
Menjelajahi Pemikiran Politik Nurcholis Madjid Tentang Agama dan Negara
Menjelajahi Pemikiran Politik Nurcholis Madjid Tentang Agama dan Negara
Abstract: Nurcholish Madjid is a prominent Muslim scholar and thinker who has national-minded ideas. One of his views on the relationship between religion and state. This thought, ...
ISLAM SEBAGAI AGAMA PEMBEBASAN: KAJIAN FILOSOFIS TERHADAP PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID
ISLAM SEBAGAI AGAMA PEMBEBASAN: KAJIAN FILOSOFIS TERHADAP PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID
This study aims to explore the dimensions of liberation in Islamic teachings through the philosophical perspective of Nurcholish Madjid (Cak Nur). The background to this research i...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami fenomena gerakan Islam liberal dan peran dakwah dalam gerakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman...
Pluralisme Agama Perspektif Penafsiran Nurcholis Madjid
Pluralisme Agama Perspektif Penafsiran Nurcholis Madjid
Pluralisme agama telah menjadi salah satu isu penting dalam masyarakat multikultural. Nurcholish Madjid, sebagai salah satu pemikir Islam terkemuka di Indonesia, menawarkan perspek...
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
Abstract   The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buil...
Analisis Ikonoklasme Nurcholish Madjid pada Kaligrafi Abdul Djalil Pirous
Analisis Ikonoklasme Nurcholish Madjid pada Kaligrafi Abdul Djalil Pirous
The purpose of this. study was to analyze iconoclasm in A.D. Pirous's calligraphy using Nurcholish Madjid's iconoclasm theory. The method used in this research is a literature revi...

Back to Top