Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RELASI AGAMA DAN NEGARA (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN NURCHOLIS MADJID DAN ABDURRAHMAN WAHID)

View through CrossRef
Religion and the State are two important things that cannot be separated from human life. This study raises the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state, namely a state based on the values of Pancasila. Pancasila has been widely discussed by Muslims from both secular and nationalist schools. Although Islam is not shown in Pancasila, Islamic values still exist and are positioned as neutral as possible, while according to Abdurrahman Wahid, religion plays a role as a source of the nation's and state's view of life. The purpose of the research is to find out and compare (comparison) the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state. The type of research is library research which focuses and limits activities in the library to obtain data. The results of the study state that the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state are the most suitable for Indonesia, namely the Pancasila state, which is a country based on the values of Pancasila. Then the comparison (comparison) of the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state is that religion and the state must complement and strengthen each other, so the middle way that is suitable for this is Pancasila.     Agama dan Negara merupakan dua hal penting yang mustahil dipisahkan dari kehidupan manusia. Penelitian ini mengangkat Pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara, yakni Negara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pancasila sudah banyak dibahas oleh kaum muslim baik dari aliran sekuler maupun nasionalis. Meskipun Islam tidak ditampakkan dalam Pancasila, namun nilai Islam masih ada dan diposisikan senetral mungkin, sedangkan menurut Abdurrahman Wahid, agama berperan menjadi sumber pandangan hidup bangsa dan Negara. Tujuan penelitian untuk Mengetahui dan membandingkan (Komparasi) Pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara Jenis  penelitian  adalah  kepustakaan  (library  research) yang memusatkan dan membatasi kegiatan pada perpustakaan untuk memperoleh dataHasil penelitian menyatakan bahwa Pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara yang paling cocok untuk Indonesia adalah negara Pancasila yakni negara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. kemudian perbandingan (Komparasi) Pemikiran Nurcholis Madjid  Dan  Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara adalah antara agama dan negara harus saling mengisi  dan menguatkan satu sama lainnya, maka jalan tengah yang cocok untuk hal demikian adalah Pancasila.
Title: RELASI AGAMA DAN NEGARA (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN NURCHOLIS MADJID DAN ABDURRAHMAN WAHID)
Description:
Religion and the State are two important things that cannot be separated from human life.
This study raises the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state, namely a state based on the values of Pancasila.
Pancasila has been widely discussed by Muslims from both secular and nationalist schools.
Although Islam is not shown in Pancasila, Islamic values still exist and are positioned as neutral as possible, while according to Abdurrahman Wahid, religion plays a role as a source of the nation's and state's view of life.
The purpose of the research is to find out and compare (comparison) the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state.
The type of research is library research which focuses and limits activities in the library to obtain data.
The results of the study state that the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state are the most suitable for Indonesia, namely the Pancasila state, which is a country based on the values of Pancasila.
Then the comparison (comparison) of the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the relationship between religion and the state is that religion and the state must complement and strengthen each other, so the middle way that is suitable for this is Pancasila.
    Agama dan Negara merupakan dua hal penting yang mustahil dipisahkan dari kehidupan manusia.
Penelitian ini mengangkat Pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara, yakni Negara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Pancasila sudah banyak dibahas oleh kaum muslim baik dari aliran sekuler maupun nasionalis.
Meskipun Islam tidak ditampakkan dalam Pancasila, namun nilai Islam masih ada dan diposisikan senetral mungkin, sedangkan menurut Abdurrahman Wahid, agama berperan menjadi sumber pandangan hidup bangsa dan Negara.
Tujuan penelitian untuk Mengetahui dan membandingkan (Komparasi) Pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara Jenis  penelitian  adalah  kepustakaan  (library  research) yang memusatkan dan membatasi kegiatan pada perpustakaan untuk memperoleh dataHasil penelitian menyatakan bahwa Pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara yang paling cocok untuk Indonesia adalah negara Pancasila yakni negara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
kemudian perbandingan (Komparasi) Pemikiran Nurcholis Madjid  Dan  Abdurrahman Wahid Mengenai Relasi Agama Dan Negara adalah antara agama dan negara harus saling mengisi  dan menguatkan satu sama lainnya, maka jalan tengah yang cocok untuk hal demikian adalah Pancasila.

Related Results

Menjelajahi Pemikiran Politik Nurcholis Madjid Tentang Agama dan Negara
Menjelajahi Pemikiran Politik Nurcholis Madjid Tentang Agama dan Negara
Abstract: Nurcholish Madjid is a prominent Muslim scholar and thinker who has national-minded ideas. One of his views on the relationship between religion and state. This thought, ...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pemikiran Nurcholish Madjid tentang pluralisme agama dan implikasinya dalam konteks Indonesia. Nurcholish Madjid adalah seorang cendekiawa...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
Dakwah Multi Iman : Studi Kritis Terkait Dakwah Inklusif Nurcholis Madjid
Dakwah Multi Iman : Studi Kritis Terkait Dakwah Inklusif Nurcholis Madjid
Salah satu solusi untuk mengatasi problem dakwah di masa kontemporer ini adalah menggunakan konsep dakwah inklusif. Dakwah inklusif memiliki ragam variasi dan pemikiran. Salah satu...
SYAIR TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS MASYARAKAT LOMBOK
SYAIR TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS MASYARAKAT LOMBOK
This study aims to (1) get the whole picture of the socio-religious elements of society in inspiring the birth of poetry Lombok TGKH M. ZainulMadjid, (2) The meaning and the messag...
ANISHA-HTN
ANISHA-HTN
NAMA:ANISHANIM :10200120233KELAS :HTN-FMATA KULIAH:HUKUM TATA NEGARAHUKUM TATA NEGARAA.Pengertian Hukum tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kek...
Filsafat Kebudayaan Perspektif Abdurrahman Wahid
Filsafat Kebudayaan Perspektif Abdurrahman Wahid
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai pemikiran kebudayaan di Indonesia yang menjadi salah satu pesoalan yang menarik untuk dikaji. Pasalnya, kehidupan masyarakat di Indonesia ...

Back to Top