Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OPTIMASI LAHAN TERLANTAR MENJADI RUANG PUBLIK DI KAMPUNG KOTA; Studi Kasus: Lahan Terlantar Kampung Badran RW. 09, Yogyakarta

View through CrossRef
Abstract: The urban kampong is a phenomenon created by the uncontrolled growth of the city and the inappropriate use of land. The city of Yogyakarta is known as a city of culture and tourism, inhabited by communities living around the city center. The area around downtown Yogyakarta has a high population density, so that almost all roads and rivers are filled with settlements (kampong), leaving a small portion for urban open spaces. Kampung Badran is a kampong-kota located in the center of economic activity of Yogyakarta city. Uncontrolled land use in the kampong Badran produces displaced space among the houses. The effort to transform displaced space into public spaces is an alternative to creating public spaces for citizens. The purpose of the research is the direction of optimization of multifunctional public space design that is suitable with the needs of Badran villagers. The results of the design optimization of displaced space were positive, that is, the public space became active, increased in quality and beneficial to the citizens because it suited their needs.Keywords: urban kampong, displaced space, public space, optimization.Abstrak: Kampung kota merupakan fenomena yang tercipta akibat dari pertumbuhan kota yang tidak terkendali dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukan. Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata, dihuni komunitas masyarakat yang tinggal di sekitar pusat kota. Kawasan sekitar pusat kota Yogyakarta memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga hampir semua tepian jalan dan sungai terisi permukiman (kampung), dan menyisakan sebagian kecil untuk ruang terbuka kota. Kampung Badran merupakan kampung-kota terletak di pusat kegiatan ekonomi kota Yogyakarta. Penggunaan lahan yang tidak terkendali di kampung Badran menghasilkan lahan-lahan terlantar di antara rumah-rumah warga. Upaya mengubah lahan terlantar menjadi ruang publik merupakan alternatif menciptakan ruang publik bagi warga. Tujuan penelitian adalah arahan optimasi desain ruang publik multifungsi yang sesuai dengan kebutuhan warga kampung Badran. Hasil optimasi desain lahan terlantar ternyata positif, yaitu ruang publik menjadi aktif, meningkat kualitasnya dan bermanfaat bagi warga karena cocok dengan kebutuhan mereka.Kata kunci: kampung kota, lahan terlantar, ruang publik, optimasi
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Title: OPTIMASI LAHAN TERLANTAR MENJADI RUANG PUBLIK DI KAMPUNG KOTA; Studi Kasus: Lahan Terlantar Kampung Badran RW. 09, Yogyakarta
Description:
Abstract: The urban kampong is a phenomenon created by the uncontrolled growth of the city and the inappropriate use of land.
The city of Yogyakarta is known as a city of culture and tourism, inhabited by communities living around the city center.
The area around downtown Yogyakarta has a high population density, so that almost all roads and rivers are filled with settlements (kampong), leaving a small portion for urban open spaces.
Kampung Badran is a kampong-kota located in the center of economic activity of Yogyakarta city.
Uncontrolled land use in the kampong Badran produces displaced space among the houses.
The effort to transform displaced space into public spaces is an alternative to creating public spaces for citizens.
The purpose of the research is the direction of optimization of multifunctional public space design that is suitable with the needs of Badran villagers.
The results of the design optimization of displaced space were positive, that is, the public space became active, increased in quality and beneficial to the citizens because it suited their needs.
Keywords: urban kampong, displaced space, public space, optimization.
Abstrak: Kampung kota merupakan fenomena yang tercipta akibat dari pertumbuhan kota yang tidak terkendali dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukan.
Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata, dihuni komunitas masyarakat yang tinggal di sekitar pusat kota.
Kawasan sekitar pusat kota Yogyakarta memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga hampir semua tepian jalan dan sungai terisi permukiman (kampung), dan menyisakan sebagian kecil untuk ruang terbuka kota.
Kampung Badran merupakan kampung-kota terletak di pusat kegiatan ekonomi kota Yogyakarta.
Penggunaan lahan yang tidak terkendali di kampung Badran menghasilkan lahan-lahan terlantar di antara rumah-rumah warga.
Upaya mengubah lahan terlantar menjadi ruang publik merupakan alternatif menciptakan ruang publik bagi warga.
Tujuan penelitian adalah arahan optimasi desain ruang publik multifungsi yang sesuai dengan kebutuhan warga kampung Badran.
Hasil optimasi desain lahan terlantar ternyata positif, yaitu ruang publik menjadi aktif, meningkat kualitasnya dan bermanfaat bagi warga karena cocok dengan kebutuhan mereka.
Kata kunci: kampung kota, lahan terlantar, ruang publik, optimasi.

Related Results

HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
Urban sprawl due to limited land for living causes more residential development on the edge of the city. Land fragmentation results in the need for high mobility. With the characte...
PERBANDINGAN HUKUM TANAH TERLANTAR DI INDONESIA DAN MALAYSIA
PERBANDINGAN HUKUM TANAH TERLANTAR DI INDONESIA DAN MALAYSIA
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2010 dan National Land Code 1965 secara umum tanah terlantar merupakan tanah yang dengan sengaja tidak digunakan, diusahakan, dan dimanf...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara  pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...
STUDI LITERATUR: KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP RUANG PUBLIK BARU PASCA PANDEMI COVID-19
STUDI LITERATUR: KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP RUANG PUBLIK BARU PASCA PANDEMI COVID-19
Pasca Pandemi Covid-19, masyarakat kembali melakukan aktivitasnya seperti sebelum pandemi COVID-19 yang dimana saat pandemi masyarakat melakukan aktivitasnya di rumah. Pada s...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Identifikasi Tipologi Dan Faktor Penyebab Penyimpangan Penggunaan Lahan Di Kota Malang
Identifikasi Tipologi Dan Faktor Penyebab Penyimpangan Penggunaan Lahan Di Kota Malang
Perkembangan Kota Malang yang pesat mengingat Kota Malang sebagai kota wisata dan kota pelajar. Hal ini dapat dilihat melalui penambahan lahan permukiman pada tahun 2015 seluas 72,...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top