Javascript must be enabled to continue!
PERAHU TONGKANG DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA KEMANG BEJALU
View through CrossRef
Abstract
The problem in this paper is "What are the dynamics of boat building culture and the influence of barge building on the economic and social life of the Kemang Bejalu community?". This article aims "to explain the dynamics of boat-building culture and its influence on the economic and social life of the Kemang Bejalu community". The method used is the historical method, which consists of heuristic source criticism, interpretation and historiography. The results show that the construction of Barge boats must be connected to the urgent need of residents for water transportation facilities. They could fulfil this need because of the people from Meranjat Village, who were known to be experts in processing wood to make houses. They utilized this skill in building boats, and were successful. If initially it was just small boats and ketek, they began to develop barges as time progressed. The excellent quality of the boats made many people interested, both from this village and other villages, so slowly, Kemang Bejalu Village became synonymous with barge boat making. Significant developments occurred after 2010, marked by the use of generator engines, and the presence of highways also made the village grow. Lastly, the arrival of electricity in the area has made it easy for them to increase production. Marketing is also becoming more widespread and accessible by carrying out promotions through social media to reach various areas outside the district. The impact on economic life is that they can meet household needs and send their children to school so that some can reach university. The social field shows that kinship relationships are very prominent because they generally still have family relationships with the same job. The barge boat manufacturing industry has significantly improved the population's economy and harmonious relations between families and barge boat owners and workers. The obstacle they face is the increasing distance they need to get wood.
Abstrak
Masalah dalam tulisan ini adalah “bagaimana dinamika budaya pembuatan perahu dan pengaruh pembuatan perahu tongkang terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Kemang Bejalu”. Dengan demikian, maka tujuan dari artikel ini adalah “untuk menjelaskan dinamika budaya pembuatan perahu dan pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Kemang Bejalu”. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasilnya menunjukkan bahwa pembuatan perahu tongkang tidak terlepas dari mendesaknya kebutuhan penduduk setempat akan sarana transportasi air. Kebutuhan itu dapat mereka penuhi karena adanya orang-orang dari Desa Meranjat yang terkenal ahli mengolah kayu untuk dijadikan rumah. Keahlian ini mereka manfaatkan dalam pembuatan perahu, dan berhasil. Jika awalnya hanya berupa perahu-perahu kecil dan ketek, maka pada perkembangannya mereka mulai mengembangkan perahu tongkang. Kualitas perahu yang baik membuat banyak yang berminat, baik dari desa tersebut maupun desa-desa lainnya, sehingga secara perlahan Desa Kemang Bejalu identik dengan pembuatan perahu tongkang. Perkembangan signifikan terjadi setelah tahun 2010, ditandai dengan penggunaan mesin genset, dan hadirnya jalan raya juga membuat desa itu makin berkembang. Terakhir masuknya listrik di daerah tersebut, sangat memudahkan mereka untuk menambah produksi. Pemasaran juga makin meluas, dan dipermudah dengan melakukan promosi melalui beberapa media sosial, sehingga menjangkau berbagai daerah di luar kabupaten tersebut. Pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi adalah mereka mampu memenuhi kebutuhan rumahtangga dan menyekolahkan anak-anak mereka hingga sebagian mampu mencapai perguruan tinggi. Bidang sosial menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan sangat menonjol karena umumnya mereka masih memiliki hubungan keluarga, dengan pekerjaan yang sama. Simpulannya adalah bahwa industri pembuatan perahu tongkang secara signifikan telah berhasil meningkatkan perekonomian penduduk dan hubungan yang harmonis antar keluarga dan pemilik serta pekerja perahu tongkang. Kendala yang mereka hadapi adalah makin jauhnya jarak yang mereka butuhkan untuk mendapatkan kayu.
Title: PERAHU TONGKANG DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA KEMANG BEJALU
Description:
Abstract
The problem in this paper is "What are the dynamics of boat building culture and the influence of barge building on the economic and social life of the Kemang Bejalu community?".
This article aims "to explain the dynamics of boat-building culture and its influence on the economic and social life of the Kemang Bejalu community".
The method used is the historical method, which consists of heuristic source criticism, interpretation and historiography.
The results show that the construction of Barge boats must be connected to the urgent need of residents for water transportation facilities.
They could fulfil this need because of the people from Meranjat Village, who were known to be experts in processing wood to make houses.
They utilized this skill in building boats, and were successful.
If initially it was just small boats and ketek, they began to develop barges as time progressed.
The excellent quality of the boats made many people interested, both from this village and other villages, so slowly, Kemang Bejalu Village became synonymous with barge boat making.
Significant developments occurred after 2010, marked by the use of generator engines, and the presence of highways also made the village grow.
Lastly, the arrival of electricity in the area has made it easy for them to increase production.
Marketing is also becoming more widespread and accessible by carrying out promotions through social media to reach various areas outside the district.
The impact on economic life is that they can meet household needs and send their children to school so that some can reach university.
The social field shows that kinship relationships are very prominent because they generally still have family relationships with the same job.
The barge boat manufacturing industry has significantly improved the population's economy and harmonious relations between families and barge boat owners and workers.
The obstacle they face is the increasing distance they need to get wood.
Abstrak
Masalah dalam tulisan ini adalah “bagaimana dinamika budaya pembuatan perahu dan pengaruh pembuatan perahu tongkang terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Kemang Bejalu”.
Dengan demikian, maka tujuan dari artikel ini adalah “untuk menjelaskan dinamika budaya pembuatan perahu dan pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Kemang Bejalu”.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik kritik sumber, interpretasi dan historiografi.
Hasilnya menunjukkan bahwa pembuatan perahu tongkang tidak terlepas dari mendesaknya kebutuhan penduduk setempat akan sarana transportasi air.
Kebutuhan itu dapat mereka penuhi karena adanya orang-orang dari Desa Meranjat yang terkenal ahli mengolah kayu untuk dijadikan rumah.
Keahlian ini mereka manfaatkan dalam pembuatan perahu, dan berhasil.
Jika awalnya hanya berupa perahu-perahu kecil dan ketek, maka pada perkembangannya mereka mulai mengembangkan perahu tongkang.
Kualitas perahu yang baik membuat banyak yang berminat, baik dari desa tersebut maupun desa-desa lainnya, sehingga secara perlahan Desa Kemang Bejalu identik dengan pembuatan perahu tongkang.
Perkembangan signifikan terjadi setelah tahun 2010, ditandai dengan penggunaan mesin genset, dan hadirnya jalan raya juga membuat desa itu makin berkembang.
Terakhir masuknya listrik di daerah tersebut, sangat memudahkan mereka untuk menambah produksi.
Pemasaran juga makin meluas, dan dipermudah dengan melakukan promosi melalui beberapa media sosial, sehingga menjangkau berbagai daerah di luar kabupaten tersebut.
Pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi adalah mereka mampu memenuhi kebutuhan rumahtangga dan menyekolahkan anak-anak mereka hingga sebagian mampu mencapai perguruan tinggi.
Bidang sosial menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan sangat menonjol karena umumnya mereka masih memiliki hubungan keluarga, dengan pekerjaan yang sama.
Simpulannya adalah bahwa industri pembuatan perahu tongkang secara signifikan telah berhasil meningkatkan perekonomian penduduk dan hubungan yang harmonis antar keluarga dan pemilik serta pekerja perahu tongkang.
Kendala yang mereka hadapi adalah makin jauhnya jarak yang mereka butuhkan untuk mendapatkan kayu.
.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
EDUKASI PEMAHAMAN HUKUM KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI KLINIK CAHAYA KEMANG KABUPATEN BOGOR
EDUKASI PEMAHAMAN HUKUM KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI KLINIK CAHAYA KEMANG KABUPATEN BOGOR
Indonesia is one of the countries affected by the spread of Covid-19, and to date, the morbidity rate yet can't be considered low. One area that is most affected is Kemang District...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Exploring The Traditional Maritime Technology: Classification of Terengganu's Sea and River Perahu
Exploring The Traditional Maritime Technology: Classification of Terengganu's Sea and River Perahu
Terengganu's rich maritime history has led to the development of various watercraft designs, with local researchers extensively studying the history, types, and decoration of tradi...
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan deng...

