Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Kebijakan Anggaran Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Aparatur di Pemerintahan Provinsi Jambi
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi keinginan untuk mengetahui sejauhmana implementasi kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tanggungjawab untuk mengelola kebijakan teknis, program dan kegiatan pada masing-masing OPD.. Penelitian ini berbasiskan teori implementasi George C Edward III yang menyatakan bahwa implementasi dipengaruhi oleh empat variabel, yakni komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan dengan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Informan ditentukan dengan purposive sampling, yakni para Kepala OPD. Triangulasi data dilakukan dengan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi belum optimal hal ini ditandai dengan tersumbatnya komunikasi dimana tidak adanya transmisi komunikasi yang diterima Kepala OPD terhadap aturan anggaran 0,34% APBD dipergunakan untuk pengembangan kompetensi aparatur. Selain itu, belum optimalnya implementasi juga disebabkan hampir sebagian besar OPD memiliki anggaran pengembangan kompetensi aparatur dibawah 0,34%. Dampak dari tidak optimalnya kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur adalah hanya sekitar 15% PNS di provinsi ini yang memiliki kesempatan untuk memperoleh pelatihan pengembangan kompetensinya. Walaupun demikan, kabar baiknya adalah para Kepala OPD sepakat menyatakan bahwa perlu diberi ruang bagi aparatur untuk mengembangkan kompetensinya dan mereka berjanji untuk meningkatkan anggaran pengembangan kompetensi aparatur minimal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Faculty of Education and Teacher Training, Jambi University
Title: Implementasi Kebijakan Anggaran Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Aparatur di Pemerintahan Provinsi Jambi
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi keinginan untuk mengetahui sejauhmana implementasi kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tanggungjawab untuk mengelola kebijakan teknis, program dan kegiatan pada masing-masing OPD.
Penelitian ini berbasiskan teori implementasi George C Edward III yang menyatakan bahwa implementasi dipengaruhi oleh empat variabel, yakni komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan dengan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi.
Informan ditentukan dengan purposive sampling, yakni para Kepala OPD.
Triangulasi data dilakukan dengan metode triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi belum optimal hal ini ditandai dengan tersumbatnya komunikasi dimana tidak adanya transmisi komunikasi yang diterima Kepala OPD terhadap aturan anggaran 0,34% APBD dipergunakan untuk pengembangan kompetensi aparatur.
Selain itu, belum optimalnya implementasi juga disebabkan hampir sebagian besar OPD memiliki anggaran pengembangan kompetensi aparatur dibawah 0,34%.
Dampak dari tidak optimalnya kebijakan anggaran pengembangan kompetensi aparatur adalah hanya sekitar 15% PNS di provinsi ini yang memiliki kesempatan untuk memperoleh pelatihan pengembangan kompetensinya.
Walaupun demikan, kabar baiknya adalah para Kepala OPD sepakat menyatakan bahwa perlu diberi ruang bagi aparatur untuk mengembangkan kompetensinya dan mereka berjanji untuk meningkatkan anggaran pengembangan kompetensi aparatur minimal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Related Results
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
Pembahasan tentang pemerintahan tentunya tidaklah boleh lepas dari disiplin ilmu dan teori-teori tentang Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sejatinya, sejarah ilmu pemerintahan sudah d...
Pengaruh belanja daerah, investasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Jambi
Pengaruh belanja daerah, investasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perkembangan pengangguran terbuka kabupaten/kota di Provinsi Jambi; (2) menganalisis pengaruh belanja daerah, investasi, dan pertum...
HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT FOR TOURISM SECTOR (PENGEMBANGAN MODEL PENINGKATAN KAPASITASSUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA MICE KHUSUSNYA PENYELENGGARA INSENTIVETRAVEL)
HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT FOR TOURISM SECTOR (PENGEMBANGAN MODEL PENINGKATAN KAPASITASSUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA MICE KHUSUSNYA PENYELENGGARA INSENTIVETRAVEL)
Pengembangan sumber daya manusia sektor Pariwisata merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam melakukan pembangunan berkesinambungan yang direncanakan melalui sektor Pariwisata ya...
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI – Padang Tahun Anggaran 2019
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI – Padang Tahun Anggaran 2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dokumen perencanaan anggaran, kompetensi sumber daya manusia, komitmen organisasi terhadap penyerapan anggaran Kantor Otoritas Ba...
PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR DI BADAN PENGELOLA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA
PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR DI BADAN PENGELOLA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA
Sumber daya manusia aparatur menjadi salah satu dari delapan tujuan area perubahan reformasi birokrasi. Hal ini disebabkan karena sumber daya manusia aparatur merupakan pelaku yang...
PELAKSANAAN DIKLAT TEKNIS BERBASIS E-LEARNING DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN PADA BADAN DIKLAT PROVINSI GORONTALO
PELAKSANAAN DIKLAT TEKNIS BERBASIS E-LEARNING DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN PADA BADAN DIKLAT PROVINSI GORONTALO
Adanya Kebutuhan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan sumber daya Aparatur yang profesional mendorong pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN secara menyeluruh. Jika kebutuhan ini ti...
ANALISIS DETERMINASI KINERJA ANGGARAN PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN
ANALISIS DETERMINASI KINERJA ANGGARAN PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan anggaran terhadap kinerja penyerapan anggaran pada Dinas...
Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Danau Tangkas Di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi
Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Danau Tangkas Di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi
ABSTRACT
The background of this research is that one of the tourist destinations in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel is Tangkas Lake Ecotorisme. This nature tour is ...

