Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELAKSANAAN DIKLAT TEKNIS BERBASIS E-LEARNING DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN PADA BADAN DIKLAT PROVINSI GORONTALO

View through CrossRef
Adanya Kebutuhan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan sumber daya Aparatur yang profesional mendorong pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN secara menyeluruh. Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi maka akan berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan daerah yang tidak efektif dan tidak efisien sehingga berimplikasi pada rendahnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pengembangan kompetensi ASN untuk memenuhi 20 JP (Jam Pelajaran) setiap ASN diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 38.142.000.000. Jumlah ini berasal dari jumlah ASN Pemerintah Provinsi Gorontalo sebanyak 5.868 orang dikalikan dengan indeks diklat teknis (Perkiraan rata-rata Rp. 6.500.000 perpeserta untuk 20 JP).  Belum termasuk kewajiban diklat struktural sebesar Rp. 23.880.000.000 untuk 796 Pejabat struktural (indeks diklatpim rata-rata Rp. 30.000.000 per perserta). Namun ketersediaan anggaran untuk pengembangan kompetensi ASN di Badan Diklat Provinsi Gorontalo Tahun 2019 hanya sebesar Rp. 4.606.239.035, bahkan untuk anggaran tahun 2020 malah terjadi penurunan tinggal sebesar Rp. 1.335.768.521. Ketimpangan ketersediaan anggaran ini akan menyebabkan pelaksaan pengembangan kompetensi ASN di Badan Diklat Provinsi Gorontalo tidak akan tercapai sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan ini Badan Diklat Provinsi Gorontalo mencari solusi dengan mengembangkan diklat yang berbiaya rendah sehingga akan mengurangi ketergantungan anggaran. Hasil dari pelaksanaan diklat teknis berbasis e-learning ini berhasil mengurangi kebutuhan anggaran di Badan Diklat lebih dari 50 %.
Title: PELAKSANAAN DIKLAT TEKNIS BERBASIS E-LEARNING DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN PADA BADAN DIKLAT PROVINSI GORONTALO
Description:
Adanya Kebutuhan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan sumber daya Aparatur yang profesional mendorong pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN secara menyeluruh.
Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi maka akan berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan daerah yang tidak efektif dan tidak efisien sehingga berimplikasi pada rendahnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pengembangan kompetensi ASN untuk memenuhi 20 JP (Jam Pelajaran) setiap ASN diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp.
38.
142.
000.
000.
Jumlah ini berasal dari jumlah ASN Pemerintah Provinsi Gorontalo sebanyak 5.
868 orang dikalikan dengan indeks diklat teknis (Perkiraan rata-rata Rp.
6.
500.
000 perpeserta untuk 20 JP).
  Belum termasuk kewajiban diklat struktural sebesar Rp.
23.
880.
000.
000 untuk 796 Pejabat struktural (indeks diklatpim rata-rata Rp.
30.
000.
000 per perserta).
Namun ketersediaan anggaran untuk pengembangan kompetensi ASN di Badan Diklat Provinsi Gorontalo Tahun 2019 hanya sebesar Rp.
4.
606.
239.
035, bahkan untuk anggaran tahun 2020 malah terjadi penurunan tinggal sebesar Rp.
1.
335.
768.
521.
Ketimpangan ketersediaan anggaran ini akan menyebabkan pelaksaan pengembangan kompetensi ASN di Badan Diklat Provinsi Gorontalo tidak akan tercapai sebagaimana yang diharapkan.
Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan ini Badan Diklat Provinsi Gorontalo mencari solusi dengan mengembangkan diklat yang berbiaya rendah sehingga akan mengurangi ketergantungan anggaran.
Hasil dari pelaksanaan diklat teknis berbasis e-learning ini berhasil mengurangi kebutuhan anggaran di Badan Diklat lebih dari 50 %.

Related Results

Pengaruh Komitmen, Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Asn Kantor Badan Penghubung Pemda Propinsi Sulawesi Tenggara Di Makassar
Pengaruh Komitmen, Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Asn Kantor Badan Penghubung Pemda Propinsi Sulawesi Tenggara Di Makassar
Penelitian ini ingin memperoleh fenomena tentang pengaruh komitmen, dan kompetensi ASN   terhadap kinerja ASN . Unit penelitian ini  adalah 31 responden ASN    Kantor Badan Penghub...
Profesionalisme Aparatur Sipil Negara
Profesionalisme Aparatur Sipil Negara
Abstrak Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah profesionalisme asn yang belum optimal yang ditandai dari kewajiban sosial yang belum sepenuhnya tercapai karena ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
CORE VALUE BERAKHLAK APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI NILAI-NILAI BUDAYA KERJA DALAM PELAYANAN PUBLIK
CORE VALUE BERAKHLAK APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI NILAI-NILAI BUDAYA KERJA DALAM PELAYANAN PUBLIK
Abstract BerAKHLAK is an acronym for Service-Oriented, Accountable, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and Collaborative. These core values are the standards that the State Ci...
Desain Pengembangan Sumberdaya Aparatur Pemerintah Daerah
Desain Pengembangan Sumberdaya Aparatur Pemerintah Daerah
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kondisi sumberdaya aparatur di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Merauke; dan 2) Mengetahui strategi pengembangan sumberdaya aparatur ...
Pengelolaan Pegawai Honorer Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengelolaan Pegawai Honorer Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
Untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibutuhkan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya dari sisi kwalitas saja tetapi ju...
Analisis Efektivitas Pelayanan Publik Pada Rumah Sakit Aloe Saboe Provinsi Gorontalo
Analisis Efektivitas Pelayanan Publik Pada Rumah Sakit Aloe Saboe Provinsi Gorontalo
This study aims to determine: (1) the impact of leadership on the effectiveness of health care at the Hospital Aloe Saboe in Gorontalo; (2) the effect of motivation on the effectiv...

Back to Top