Javascript must be enabled to continue!
Analisa Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. X
View through CrossRef
Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, maka perusahaan haruslah terlebih dahulu memahami resiko dan potensi bahaya yang ada pada pekerjaan yang mereka jalankan. Potensi bahaya merupakan suatu potensi untuk terjadinya insiden yang berakibat kerugian sedangkan risiko adalah kombinasi dan konsekuensi suatu kejadian berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut (ILO). Menurut Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif dalam finance.detik.com "Sepanjang 2017, menurut statistik kami terjadi peningkatan kecelakaan kerja sekira 20 persen dibandingkan 2016 secara nasional". Total kecelakaan kerja pada 2017 sebanyak 123 ribu kasus dengan nilai klaim Rp 971 miliar lebih. Angka ini meningkat dari tahun 2016 dengan nilai klaim hanya Rp 792 miliar lebih. Sedangkan menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak Ady Hendratta dalam Tribun Pontianak menerangkan “Angka kecelakaan kerja sepanjang Januari 2018 sebanyak 99 kasus di Kalimantan Barat. Ada 99 kasus kecelakaan kerja yang didominasi oleh perkebunan sawit. Persentasenya 40 persen". Dari data kecelakaan kerja tersebut, maka dapat dihitung bahwa 40% dari 99 kasus yang terjadi sebanyak 40 kasus kecelakaan kerja terjadi di perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Barat dalam tempo 1 bulan. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk membahas tentang Analisa Resiko Keselamatan dan Kecelakaan Kerja di PT. X yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan dan Pengolahan Sawit. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa resiko keselamatan dan kesehatan kerja yang paling dominan adalah pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia seperti pupuk, pestisida / herbisida, insektisida. Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, jika syarat alat pelindung diri dipenuhi dan ditaati kemungkinan untuk terjadi kecelakaan memang kecil, tetapi hal ini berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja, karena efek dari bahan kimia tersebut adalah efek jangka panjang.
Politeknik Negeri Sambas
Title: Analisa Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. X
Description:
Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, maka perusahaan haruslah terlebih dahulu memahami resiko dan potensi bahaya yang ada pada pekerjaan yang mereka jalankan.
Potensi bahaya merupakan suatu potensi untuk terjadinya insiden yang berakibat kerugian sedangkan risiko adalah kombinasi dan konsekuensi suatu kejadian berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut (ILO).
Menurut Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif dalam finance.
detik.
com "Sepanjang 2017, menurut statistik kami terjadi peningkatan kecelakaan kerja sekira 20 persen dibandingkan 2016 secara nasional".
Total kecelakaan kerja pada 2017 sebanyak 123 ribu kasus dengan nilai klaim Rp 971 miliar lebih.
Angka ini meningkat dari tahun 2016 dengan nilai klaim hanya Rp 792 miliar lebih.
Sedangkan menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak Ady Hendratta dalam Tribun Pontianak menerangkan “Angka kecelakaan kerja sepanjang Januari 2018 sebanyak 99 kasus di Kalimantan Barat.
Ada 99 kasus kecelakaan kerja yang didominasi oleh perkebunan sawit.
Persentasenya 40 persen".
Dari data kecelakaan kerja tersebut, maka dapat dihitung bahwa 40% dari 99 kasus yang terjadi sebanyak 40 kasus kecelakaan kerja terjadi di perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Barat dalam tempo 1 bulan.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk membahas tentang Analisa Resiko Keselamatan dan Kecelakaan Kerja di PT.
X yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan dan Pengolahan Sawit.
Dari hasil analisa disimpulkan bahwa resiko keselamatan dan kesehatan kerja yang paling dominan adalah pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia seperti pupuk, pestisida / herbisida, insektisida.
Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, jika syarat alat pelindung diri dipenuhi dan ditaati kemungkinan untuk terjadi kecelakaan memang kecil, tetapi hal ini berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja, karena efek dari bahan kimia tersebut adalah efek jangka panjang.
Related Results
PENGUATAN BUDAYA KESELAMATAN DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL
PENGUATAN BUDAYA KESELAMATAN DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL
PENGUATAN BUDAYA KESELAMATAN DI INSTALASI ELEMEN BAHAN BAKAR EKSPERIMENTAL (IEBE) dititik-beratkan pada upaya membangun kesadaran personil akan pentingnya keselamatan kerja dan kes...
IKLIM KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA
IKLIM KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA
Salah satu ukuran persaingan global di sektor konstruksi adalah tingkat kecelakaan kerja yang rendah (zero accident). Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan iklim keselamatan ker...
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan untuk mencapai tujuan yang produktivitas setinggi-tingginya. Kesehatan...
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan untuk mencapai tujuan yang produktivitas setinggi-tingginya. Kesehatan...
IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA BAGIAN STOCKFIT DI PT PRATAMA ABADI INDUSTRI KABUPATEN SUKABUMI
IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA BAGIAN STOCKFIT DI PT PRATAMA ABADI INDUSTRI KABUPATEN SUKABUMI
Abstrak
Penelitian ini meneliti tentang Implementasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Bagian Stockfit di PT Pratama Abadi Industri Kabupaten Sukabumi. Metode penel...
Pengaruh Beban Kerja, Kelelahan Kerja Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Pengaruh Beban Kerja, Kelelahan Kerja Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, kelelahan kerja, dan shift kerja terhadap penerapan kesehatan dan keselamatan kerja pada karyawan PT. Kaltim Diamond...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan untuk mencapai tujuan yang produktivitas setinggi-tingginya. Kesehatan...

