Javascript must be enabled to continue!
INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH DAUN TEMPUTUNG SEBAGAI BISKUIT PAKAN
View through CrossRef
Perkembangan industri yang semakin pesat menyebabkan semakin bertambahnya limbah yang dihasilkan. Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu industri yang belum mengolah limbah dengan baik adalah industri jamu di Yogyakarta. Pada setiap produksi perusahaan ini menghasilkan limbah serbuk daun tempuyung 5 kg/hari atau 150kg bulan. Limbah ini menyebabkan pencemaran udara, emisi gas karbon, sumber penyakit dan penumpukan limbah yang mengakibatkan keterbatasan lahan. Oleh karena itu penelitian ini mengembangkan inovasi bahan pakan dari limbah daun tempuyung menjadi biskuit. Tujuannya untuk mengatasi pencemaran lingkungan dan saat ini harga pakan semakin mahal serta terbatasnya ketersediaan pakan pada saat musim kemarau sehingga biskuit pakan menjadi alternative karena lebih awet. Metode yang digunakan eksperimen skala laboratorium. Dalam pembuatan biskuit pakan ini limbah daun tempuyung dikombinasi dengan jerami dan molasses dimana ada dua perlakuan. Kombinasi limbah daun tempuyung dan jerami pada perlakuan A 1:1 dan perlakuan B 2:1. Kandungan protein pada biskuit A 7,8% dan biskuit B 9%. Biskuit pakan yang dihasilkan berwarna kecoklatan, bau wangi gula, tekstur kasar dan berat 40 gram. Dari hasil yang didapatkan maka limbah daun tempuyung ini layak dijadikan alternative sebagai bahan pakan karena ketersediaan bahan dan nilai gizi terpenuhi serta dapat mengatasi pencemaran lingkungan.
Title: INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH DAUN TEMPUTUNG SEBAGAI BISKUIT PAKAN
Description:
Perkembangan industri yang semakin pesat menyebabkan semakin bertambahnya limbah yang dihasilkan.
Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
Salah satu industri yang belum mengolah limbah dengan baik adalah industri jamu di Yogyakarta.
Pada setiap produksi perusahaan ini menghasilkan limbah serbuk daun tempuyung 5 kg/hari atau 150kg bulan.
Limbah ini menyebabkan pencemaran udara, emisi gas karbon, sumber penyakit dan penumpukan limbah yang mengakibatkan keterbatasan lahan.
Oleh karena itu penelitian ini mengembangkan inovasi bahan pakan dari limbah daun tempuyung menjadi biskuit.
Tujuannya untuk mengatasi pencemaran lingkungan dan saat ini harga pakan semakin mahal serta terbatasnya ketersediaan pakan pada saat musim kemarau sehingga biskuit pakan menjadi alternative karena lebih awet.
Metode yang digunakan eksperimen skala laboratorium.
Dalam pembuatan biskuit pakan ini limbah daun tempuyung dikombinasi dengan jerami dan molasses dimana ada dua perlakuan.
Kombinasi limbah daun tempuyung dan jerami pada perlakuan A 1:1 dan perlakuan B 2:1.
Kandungan protein pada biskuit A 7,8% dan biskuit B 9%.
Biskuit pakan yang dihasilkan berwarna kecoklatan, bau wangi gula, tekstur kasar dan berat 40 gram.
Dari hasil yang didapatkan maka limbah daun tempuyung ini layak dijadikan alternative sebagai bahan pakan karena ketersediaan bahan dan nilai gizi terpenuhi serta dapat mengatasi pencemaran lingkungan.
Related Results
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Ketersediaan bahan pakan umumnya berfluktuasi sepanjang tahun, yaitu melimpah pada saat musim penghujan dan terbatas pada saat musim kemarau. Kondisi seperti itu adalah merupakan p...
Pengaruh Ekstrak Daun Katu (Sauropus androgynus) Fermentasi terhadap Kualitas Karkas Broiler
Pengaruh Ekstrak Daun Katu (Sauropus androgynus) Fermentasi terhadap Kualitas Karkas Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun Katu (Sauropus androgynus) yang difermentasi terhadap kualitas karkas pada broiler. Penelitian ini menggunakan Ran...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...
Palatabilitas pakan ternak ruminansia berimbuhan antelmintika
Palatabilitas pakan ternak ruminansia berimbuhan antelmintika
Kendala-kendala dalam pengobatan ternak seperti yang telah disebutkan dapat memboroskan waktu, tenaga, obat-obatan, dan mungkin berisiko bagi keselamatan. Administrasi obat yang ku...
Rancang Bangun Sistem Pemberi Pakan Otomatis Pada Udang Vaname Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Esp8266
Rancang Bangun Sistem Pemberi Pakan Otomatis Pada Udang Vaname Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Esp8266
Pemberian pakan dalam budidaya udang sangat penting untuk diperhatikan guna memperoleh hasil yang maksimal. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pengembangan alat otom...

