Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Representasi Budaya Komunikasi Masyarakat Jawa dan Eropa Dalam Film Guru Bangsa Tjokroaminoto

View through CrossRef
Film Guru Bangsa Tjokroaminoto merupakan salah satu flm karya Garin Nugroho yang mengangkat tema berkaitan dengan nilai-nilai kebudayaan Jawa dan Eropa pada masa penjajahan Hindia Belanda, film ini diangkat dari biografi seorang tokoh pahlawan H.O.S Tjokroaminoto yang merupakan seorang keturunan bangsawan Jawa dan tokoh yang mendirikan organisasi Serikat Islam. Di dalam film terdapat berbagai macam unsur kebudayaan Jawa antara lain tata krama dalam kehidupan sehari-hari, bertutur kata dan berpakain sesuai dengan umur dan strata. Hal ini berbeda dengan budaya yang ada dalam masyarakat Eropa, pada masa penjajahan Hindia Belanda menjadikan tatanan kehidupan sosial yang rumit karena didalmnya terdapat perbedaan kultur budaya masyarakat Jawa dan Masyarakat Eropa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami makna kode-kode televisi semiotika Jhon Fiske yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi dalam mereprentasikan unsur kebudayaan Jawa dan Eropa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaang dapat merepresentasikan, menjabarkan dan menjelaskan berdasarkan fakta-fakta dari objek penelitian.Teknik analisis data yang digunakan merupakan analisis semiotika Jhon Fiske yang menerangkan sebuah peristiwa dalam televisi berdasarkan kode-kode sosial dengan bantuan analisis content Thematic Coding aplikasi Nvivo untuk mempermudah visualisasi data.Hasil analisis film dalam merepresentasikan kebudayaan Jawa dan Eropa adalah dua kebudayaan yang berbeda jauh namun saling mempengaruhi tetapi tetap mempertahankan kebudayaan yang telah mereka miliki. Hasil analisis yang didapatkan masyarakat Jawa yang tetap mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Jawa meskipun dalam keadaan dijajah oleh bangsa Eropa yang membawa serta kebudayaan Eropa dan mempengaruhi masyarakat Jawa terhadap budaya mereka.Kebudayaan Jawa yang masih tetap bertahan diatas kekuasaan pemerintah Eropa pada masa penjajahan menjadikan tolak ukur bahwa meskipun terpengaruh oleh kebudayaan luar masyarakat harus tetap mempertahankan dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang telah diwariskan secara turun temurun.
Title: Representasi Budaya Komunikasi Masyarakat Jawa dan Eropa Dalam Film Guru Bangsa Tjokroaminoto
Description:
Film Guru Bangsa Tjokroaminoto merupakan salah satu flm karya Garin Nugroho yang mengangkat tema berkaitan dengan nilai-nilai kebudayaan Jawa dan Eropa pada masa penjajahan Hindia Belanda, film ini diangkat dari biografi seorang tokoh pahlawan H.
O.
S Tjokroaminoto yang merupakan seorang keturunan bangsawan Jawa dan tokoh yang mendirikan organisasi Serikat Islam.
Di dalam film terdapat berbagai macam unsur kebudayaan Jawa antara lain tata krama dalam kehidupan sehari-hari, bertutur kata dan berpakain sesuai dengan umur dan strata.
Hal ini berbeda dengan budaya yang ada dalam masyarakat Eropa, pada masa penjajahan Hindia Belanda menjadikan tatanan kehidupan sosial yang rumit karena didalmnya terdapat perbedaan kultur budaya masyarakat Jawa dan Masyarakat Eropa.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami makna kode-kode televisi semiotika Jhon Fiske yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi dalam mereprentasikan unsur kebudayaan Jawa dan Eropa.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaang dapat merepresentasikan, menjabarkan dan menjelaskan berdasarkan fakta-fakta dari objek penelitian.
Teknik analisis data yang digunakan merupakan analisis semiotika Jhon Fiske yang menerangkan sebuah peristiwa dalam televisi berdasarkan kode-kode sosial dengan bantuan analisis content Thematic Coding aplikasi Nvivo untuk mempermudah visualisasi data.
Hasil analisis film dalam merepresentasikan kebudayaan Jawa dan Eropa adalah dua kebudayaan yang berbeda jauh namun saling mempengaruhi tetapi tetap mempertahankan kebudayaan yang telah mereka miliki.
Hasil analisis yang didapatkan masyarakat Jawa yang tetap mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Jawa meskipun dalam keadaan dijajah oleh bangsa Eropa yang membawa serta kebudayaan Eropa dan mempengaruhi masyarakat Jawa terhadap budaya mereka.
Kebudayaan Jawa yang masih tetap bertahan diatas kekuasaan pemerintah Eropa pada masa penjajahan menjadikan tolak ukur bahwa meskipun terpengaruh oleh kebudayaan luar masyarakat harus tetap mempertahankan dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang telah diwariskan secara turun temurun.

Related Results

Analisis Pemikiran Islam dalam Buku Islam dan Sosialisme Karya H.O.S. Tjokroaminoto
Analisis Pemikiran Islam dalam Buku Islam dan Sosialisme Karya H.O.S. Tjokroaminoto
Abstract. This study aims to obtain clarity regarding: (1) H.O.S Tjokroaminoto's thoughts on capitalism (2) H.O.S Tjokroaminoto's thoughts on socialism (3) H.O.S Tjokroaminoto's Is...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
DINAMIKA PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PEMIKIRAN EROPA
DINAMIKA PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PEMIKIRAN EROPA
Perkembangan perubahan eropa pada saat dulu sampai dengan sekarang masih sangat mempengaruhi terhadap pemikiran-pemikiran yang ada di bangsa eropa. Dimana pemikiran-pemikiran terse...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Representasi Budaya Batak Dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” Karya Bene Dion Rajagukguk
Representasi Budaya Batak Dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” Karya Bene Dion Rajagukguk
Film tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tetapi film juga banyak mengangkat dan menyajikan tentang isu-isu sosial yang berada dimasyarakat. Film menyampaikan realita sosial...

Back to Top