Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Representasi Budaya Batak Dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” Karya Bene Dion Rajagukguk

View through CrossRef
Film tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tetapi film juga banyak mengangkat dan menyajikan tentang isu-isu sosial yang berada dimasyarakat. Film menyampaikan realita sosial dan budaya pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terkadang dalam sebuah film juga terdapat kritik terkait isu sosial di sekitar masyarakat dan hal tersebut secara tidak langsung menambah pemahaman penonton tentang peristiwa yang terjadi dikehidupan masyarakat. Salah satu film yang mengangkat terkait isu sosial dan budaya adalah film Ngeri-Ngeri Sedap, karya Bene Dion Rajagukguk. Film ini mengangkat kehidupan keluarga Batak yang mengalami disrupsi, atau perubahan nilai nilai budaya. Penelitian ini  mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan menggunakan analisis semiotika John Fiske untuk mengetahui representasi budaya Batak khususnya pada perubahan nilai budaya yang dilakukan oleh Domu, Gabe, dan Sahat menggunakan tiga tataran level, yaitu level realita, representasi, dan ideologi. Hasil benelitian ini juga dibagi menggunakan tiga tataran level, yang pertama pada level realita menunjukkan adanya 17 scene yang menunjukkan pergeseran nilai-nilai budaya, seperti perubahan dalam budaya pernikahan, perubahan aspirasi dalam karir, dan tidak lagi mengikuti budaya yang mengharuskan anak terakhir mengurus orang tuanya, pada level representasi adegan yang penulis teliti banyak menggunakan tekhnik pengambilan gambar medium close up untuk memberi kedalaman emosi serta mimik wajah dalam setiap adegan, agar dapat mendalami setiap adegan dalam film, serta tidak adanya musik untuk memberikan penekanan pada dialog, agar tampat lebih nyata, serta suara alam khususnya suara air atau sungai menunjukkan daerah asal suku Batak Toba, yang tinggal di pesisir danau Toba. Terakhir adalah level ideologi yang menemukan perubahan nilai-nilai budaya Batak ke arah modernisasi, yang mana Gabe, Domu, dan Sahat menganggap budaya tidak lagi sebagai sesuatu yang harus dilakukan, selagi apa yang mereka anggap masih dalam batas wajar, meskipun tidak sesuai adat, mereka akan lakukan, terlebih lagi Domu, Gabe, dan Sahat sudah sedari kecil merantau dan tidak tinggal di daerah asal mereka, tentu saja nilai-nilai budaya dan cara pandang mereka tentang budaya telah bergeser.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - AWS
Title: Representasi Budaya Batak Dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” Karya Bene Dion Rajagukguk
Description:
Film tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tetapi film juga banyak mengangkat dan menyajikan tentang isu-isu sosial yang berada dimasyarakat.
Film menyampaikan realita sosial dan budaya pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terkadang dalam sebuah film juga terdapat kritik terkait isu sosial di sekitar masyarakat dan hal tersebut secara tidak langsung menambah pemahaman penonton tentang peristiwa yang terjadi dikehidupan masyarakat.
Salah satu film yang mengangkat terkait isu sosial dan budaya adalah film Ngeri-Ngeri Sedap, karya Bene Dion Rajagukguk.
Film ini mengangkat kehidupan keluarga Batak yang mengalami disrupsi, atau perubahan nilai nilai budaya.
Penelitian ini  mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan menggunakan analisis semiotika John Fiske untuk mengetahui representasi budaya Batak khususnya pada perubahan nilai budaya yang dilakukan oleh Domu, Gabe, dan Sahat menggunakan tiga tataran level, yaitu level realita, representasi, dan ideologi.
Hasil benelitian ini juga dibagi menggunakan tiga tataran level, yang pertama pada level realita menunjukkan adanya 17 scene yang menunjukkan pergeseran nilai-nilai budaya, seperti perubahan dalam budaya pernikahan, perubahan aspirasi dalam karir, dan tidak lagi mengikuti budaya yang mengharuskan anak terakhir mengurus orang tuanya, pada level representasi adegan yang penulis teliti banyak menggunakan tekhnik pengambilan gambar medium close up untuk memberi kedalaman emosi serta mimik wajah dalam setiap adegan, agar dapat mendalami setiap adegan dalam film, serta tidak adanya musik untuk memberikan penekanan pada dialog, agar tampat lebih nyata, serta suara alam khususnya suara air atau sungai menunjukkan daerah asal suku Batak Toba, yang tinggal di pesisir danau Toba.
Terakhir adalah level ideologi yang menemukan perubahan nilai-nilai budaya Batak ke arah modernisasi, yang mana Gabe, Domu, dan Sahat menganggap budaya tidak lagi sebagai sesuatu yang harus dilakukan, selagi apa yang mereka anggap masih dalam batas wajar, meskipun tidak sesuai adat, mereka akan lakukan, terlebih lagi Domu, Gabe, dan Sahat sudah sedari kecil merantau dan tidak tinggal di daerah asal mereka, tentu saja nilai-nilai budaya dan cara pandang mereka tentang budaya telah bergeser.

Related Results

REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUKGUK
REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUKGUK
AbstrakArtikel ini bertujuan untuk merepresentasikan budaya patriarki yang terdapat dalam film Ngeri-ngeri Sedap karya Bene Dion Rajagukguk. Penelitian ini menggunakan teori semiot...
Narasi Counter-Stereotype Etnis Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Narasi Counter-Stereotype Etnis Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana narasi counter-stereotype direpresentasikan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif de...
SEMIOTIK ANALISIS SEMIOTIK DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUKGUK
SEMIOTIK ANALISIS SEMIOTIK DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUKGUK
This research aims to describe the semiotics contained in the film Ngeri-Ngeri Sedap by Bene Dion Rajagukguk. This research uses a qualitative descriptive research method. The subj...
Analisis Semiotika Unsur-Unsur Kebudayaan Batak Pada Film Ngeri-Ngeri Sedap
Analisis Semiotika Unsur-Unsur Kebudayaan Batak Pada Film Ngeri-Ngeri Sedap
A movie is an audio-visual communication tool used by its maker to convey a message. Given the diverse ethnicities and tribes in Indonesia, movies should provide fair information a...
Representasi Peran Ayah Dalam “Film Ngeri-Ngeri Sedap”
Representasi Peran Ayah Dalam “Film Ngeri-Ngeri Sedap”
Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) karya Bene Dion Rajagukguk menawarkan representasi yang kayadan kompleks mengenai figur ayah dalam konteks keluarga Batak modern. Penelitian ini bertu...
Gambaran Budaya Patriarki dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap
Gambaran Budaya Patriarki dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap
Watching movies is one of the most popular forms of entertainment for the public. The film, as a mass media, is often used to comment, criticize, give messages, to instill values ​...
Politik Identitas dan Multikulturalisme Pada Film Ngeri-Ngeri Sedap
Politik Identitas dan Multikulturalisme Pada Film Ngeri-Ngeri Sedap
Tulisan ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana politik identitas Batak dan multikulturalisme pada film Ngeri-Ngeri Sedap. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif ...
Analisis Prinsip Kesantunan Tuturan dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Yang Disutradarai Oleh Bene Dion Rajagukguk
Analisis Prinsip Kesantunan Tuturan dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Yang Disutradarai Oleh Bene Dion Rajagukguk
Humans use language as a means of communication. When communicating, speakers should use polite language because with polite language, speakers will maintain their dignity and resp...

Back to Top