Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kebahagiaan Mahasiswa Kedokteran Tingkat Pertama
View through CrossRef
Abstract. Happiness is an important indicator that plays a significant role in students’ quality of life and learning processes. Medical students face high academic demands, which increase the risk of decreased physical activity and psychological well-being. Physical activity is known to influence both physical and mental health. This study aimed to examine the relationship between physical activity and happiness levels among first-year medical students at Universitas Islam Bandung in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative method with an observational analytic design using a cross-sectional approach. A total of 72 first-semester medical students were selected using a simple random sampling technique. Physical activity was assessed using the International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), while happiness levels were measured using the Oxford Happiness Questionnaire (OHQ). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman correlation test. The results showed that the majority of respondents had a low level of physical activity (66.7%), and most were categorized as moderately happy (52.8%). The Spearman correlation test indicated that there was no significant relationship between physical activity and happiness levels (p = 0.296). This study concludes that physical activity is not significantly associated with happiness among first-year medical students at Universitas Islam Bandung, suggesting that happiness is influenced by various other factors.
Abstrak. Kebahagiaan merupakan indikator penting yang berperan dalam kualitas hidup dan proses pembelajaran mahasiswa. Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki tuntutan akademik yang tinggi sehingga berisiko mengalami penurunan aktivitas fisik dan kesejahteraan psikologis. Aktivitas fisik diketahui berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kebahagiaan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tingkat pertama tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 72 mahasiswa semester satu yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), sedangkan tingkat kebahagiaan diukur menggunakan Oxford Happiness Questionnaire (OHQ). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik rendah (66,7%) dan sebagian besar berada pada kategori cukup bahagia (52,8%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat kebahagiaan (p = 0,296). Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kebahagiaan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tingkat pertama, sehingga kebahagiaan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kebahagiaan Mahasiswa Kedokteran Tingkat Pertama
Description:
Abstract.
Happiness is an important indicator that plays a significant role in students’ quality of life and learning processes.
Medical students face high academic demands, which increase the risk of decreased physical activity and psychological well-being.
Physical activity is known to influence both physical and mental health.
This study aimed to examine the relationship between physical activity and happiness levels among first-year medical students at Universitas Islam Bandung in the 2025/2026 academic year.
This study employed a quantitative method with an observational analytic design using a cross-sectional approach.
A total of 72 first-semester medical students were selected using a simple random sampling technique.
Physical activity was assessed using the International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), while happiness levels were measured using the Oxford Happiness Questionnaire (OHQ).
Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman correlation test.
The results showed that the majority of respondents had a low level of physical activity (66.
7%), and most were categorized as moderately happy (52.
8%).
The Spearman correlation test indicated that there was no significant relationship between physical activity and happiness levels (p = 0.
296).
This study concludes that physical activity is not significantly associated with happiness among first-year medical students at Universitas Islam Bandung, suggesting that happiness is influenced by various other factors.
Abstrak.
Kebahagiaan merupakan indikator penting yang berperan dalam kualitas hidup dan proses pembelajaran mahasiswa.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki tuntutan akademik yang tinggi sehingga berisiko mengalami penurunan aktivitas fisik dan kesejahteraan psikologis.
Aktivitas fisik diketahui berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kebahagiaan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tingkat pertama tahun ajaran 2025/2026.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional.
Responden berjumlah 72 mahasiswa semester satu yang dipilih menggunakan metode simple random sampling.
Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), sedangkan tingkat kebahagiaan diukur menggunakan Oxford Happiness Questionnaire (OHQ).
Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik rendah (66,7%) dan sebagian besar berada pada kategori cukup bahagia (52,8%).
Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat kebahagiaan (p = 0,296).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kebahagiaan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tingkat pertama, sehingga kebahagiaan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
Related Results
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN SERTA HUBUNGANNYA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2016
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN SERTA HUBUNGANNYA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2016
Dokter merupakan profesi yang membutuhkan tingkat kebugaran yang tinggi. Tingkat kebugaran yang tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain umur, jenis kelamin, makanan, kebi...
Pengaruh Pembelajaran Islam Disiplin Ilmu Kedokteran terhadap Kesehatan Jiwa Mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Pengaruh Pembelajaran Islam Disiplin Ilmu Kedokteran terhadap Kesehatan Jiwa Mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Masalah kejiwaan sering ditemukan pada mahasiswa kedokteran, meskipun tidak hanya pada mahasiswa kedokteran. Pada saat memulai kuliah kedokteran, mahasiswa memiliki kesehatan jiwa ...
Zuhdi_Paper
Zuhdi_Paper
Kebahagiaan merupakan suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan, kesengangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, ketentraman dan juga ketenangan secara lahir dan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KEBAHAGIAAN DALAM RUANG KESEHARIAN MANUSIA
KEBAHAGIAAN DALAM RUANG KESEHARIAN MANUSIA
Secara ingstingtif manusia adalah makhluk yang mencari kesenangan. Sehingga tidak ada orang yang menolak kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan adalah tujuan peziarahan hidup manu...
Hubungan Massa Lemak Tubuh dan Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA
Hubungan Massa Lemak Tubuh dan Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA
Abstract. Sleep disturbances are common health problems among university students, particularly medical students who face high academic pressure and tend to adopt inactive lifestyl...
Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja di SMP Negeri 25 Surabaya
Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja di SMP Negeri 25 Surabaya
Latar Belakang: Aktivitas fisik ialah suatu tindakan yang dilakukan oleh individu mulai dari bangun tidur sampai kembali istirahat. Aktivitas Fisik merupakan suatu hal yang sangat ...

