Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Zuhdi_Paper

View through CrossRef
Kebahagiaan merupakan suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan, kesengangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, ketentraman dan juga ketenangan secara lahir dan batin. Hati dan jiwa yang tenang dan puas akan sesuatu menjadi hal yang paling penting dalam mendapatkan kebahagiaan tersebut. Al-Farabi adalah salah satu filosof Muslim yang juga membahas tentang kebahagiaan. Menurutnya kebahagian adalah kebahagiaan yang diinginkan untuk kebahagiaan itu sendiri. Ia juga mengatakan kebahagiaan adalah tujuan hidup atau tujuan akhir dari segala yang dilakukan. Ia juga menyebutkan bahwa kebahagiaan terbagi menjadi dua jenis, pertama adalah kebahagiaan tidak nyata (kebahagiaan dunia) dan kedua kebahagiaan yang hakiki (kebahagiaan abadi). Ia juga menjelaskan bahwa ada empat jalan yang dijelaskan oleh tokoh untuk mengarahkan manusia agar mendapatkan kebahagiaan dan kesempurnaan. Pertama, kehendak dan niat menjadi langkah awal manusia menuju kebahagiaan itu. Kedua, upaya terus-menerus mengamalkan perbuatan yang terpuji berdasarkan kesadaran dan kemauan jalan selanjutnya untuk memperoleh kebahagiaan menurut al-Farabi. Ketiga, yaitu memenuhi sifat yang utama, yang merupakan keadaan jiwa. Empat, keutamaan yang tengah-tengah bagi al-Farabi adalah tidak berlebihan yang dapat merusak jiwa dan jasad.
Center for Open Science
Title: Zuhdi_Paper
Description:
Kebahagiaan merupakan suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan, kesengangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, ketentraman dan juga ketenangan secara lahir dan batin.
Hati dan jiwa yang tenang dan puas akan sesuatu menjadi hal yang paling penting dalam mendapatkan kebahagiaan tersebut.
Al-Farabi adalah salah satu filosof Muslim yang juga membahas tentang kebahagiaan.
Menurutnya kebahagian adalah kebahagiaan yang diinginkan untuk kebahagiaan itu sendiri.
Ia juga mengatakan kebahagiaan adalah tujuan hidup atau tujuan akhir dari segala yang dilakukan.
Ia juga menyebutkan bahwa kebahagiaan terbagi menjadi dua jenis, pertama adalah kebahagiaan tidak nyata (kebahagiaan dunia) dan kedua kebahagiaan yang hakiki (kebahagiaan abadi).
Ia juga menjelaskan bahwa ada empat jalan yang dijelaskan oleh tokoh untuk mengarahkan manusia agar mendapatkan kebahagiaan dan kesempurnaan.
Pertama, kehendak dan niat menjadi langkah awal manusia menuju kebahagiaan itu.
Kedua, upaya terus-menerus mengamalkan perbuatan yang terpuji berdasarkan kesadaran dan kemauan jalan selanjutnya untuk memperoleh kebahagiaan menurut al-Farabi.
Ketiga, yaitu memenuhi sifat yang utama, yang merupakan keadaan jiwa.
Empat, keutamaan yang tengah-tengah bagi al-Farabi adalah tidak berlebihan yang dapat merusak jiwa dan jasad.

Back to Top