Javascript must be enabled to continue!
Populasi Serangga pada Tingkat Perkembangan Agroforestri Jati yang Berbeda
View through CrossRef
Kajian tentang dampak modifikasi vegetasi dalam sistem agroforestri semakin meningkat. Perlindungan terhadap keanekaragaman hayati menjadi pusat perhatian dari sisi ekologi sementara pemanfaatan lahan demi produktivitas dianggap sebagai solusi ketahanan pangan. Arthropoda, khususnya serangga berada di dua isu tersebut (konservasi dan ketahanan pangan). Penelitian ini bertujuan mengetahui populasi serangga pada lahan agroforestri berbasis jati dengan tingkat perkembangan yang berbeda (awal, tengah, lanjut). Pengambilan data dilakukan di Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta. Metode inventarisasi populasi serangga menggunakan metode pitfall dan sticky trap yang ditempatkan secara purposive pada petak ukur 20 x 20 m2. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus dan September 2015. Serangga yang tertangkap bervariasi berdasar tingkat perkembangan agroforestri dan bulan pengamatan. Pengamatan bulan Agustus total 8 ordo (11 famili) dengan jumlah populasi sebanyak 379, 1193, dan 443 individu berturut-turut untuk tingkat agroforestri awal, tengah, dan lanjut. Sementara pada bulan September total 7 ordo (9 famili) dengan jumlah populasi 198, 700, dan 1767 individu berturut-turut untuk umur tingkat agroforestri awal, tengah. Formicidae (Hymenoptera) mendominasi di semua tingkar agroforestri, kemudian Orthoptera, dan Coleoptera. Jumlah serangga herbivora tertinggi dan berpotensi menjadi serangga hama adalah pada tingkat agroforesri awal.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Title: Populasi Serangga pada Tingkat Perkembangan Agroforestri Jati yang Berbeda
Description:
Kajian tentang dampak modifikasi vegetasi dalam sistem agroforestri semakin meningkat.
Perlindungan terhadap keanekaragaman hayati menjadi pusat perhatian dari sisi ekologi sementara pemanfaatan lahan demi produktivitas dianggap sebagai solusi ketahanan pangan.
Arthropoda, khususnya serangga berada di dua isu tersebut (konservasi dan ketahanan pangan).
Penelitian ini bertujuan mengetahui populasi serangga pada lahan agroforestri berbasis jati dengan tingkat perkembangan yang berbeda (awal, tengah, lanjut).
Pengambilan data dilakukan di Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Metode inventarisasi populasi serangga menggunakan metode pitfall dan sticky trap yang ditempatkan secara purposive pada petak ukur 20 x 20 m2.
Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus dan September 2015.
Serangga yang tertangkap bervariasi berdasar tingkat perkembangan agroforestri dan bulan pengamatan.
Pengamatan bulan Agustus total 8 ordo (11 famili) dengan jumlah populasi sebanyak 379, 1193, dan 443 individu berturut-turut untuk tingkat agroforestri awal, tengah, dan lanjut.
Sementara pada bulan September total 7 ordo (9 famili) dengan jumlah populasi 198, 700, dan 1767 individu berturut-turut untuk umur tingkat agroforestri awal, tengah.
Formicidae (Hymenoptera) mendominasi di semua tingkar agroforestri, kemudian Orthoptera, dan Coleoptera.
Jumlah serangga herbivora tertinggi dan berpotensi menjadi serangga hama adalah pada tingkat agroforesri awal.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Keanekaragaman Serangga dan Fungsinya pada Tiga Tipe Perkebunan Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung
Keanekaragaman Serangga dan Fungsinya pada Tiga Tipe Perkebunan Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung
Keberadaan serangga dalam suatu ekosistem seringkali dianggap sebagai hama, meskipun demikian serangga memiliki fungsi ekologis yang bermanfaat sebagai penyerbuk, pengurai, musuh a...
<b>IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA MENGGUNAKAN DUA JENIS PERANGKAP DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS SALI AL-AITAAM KABUPATEN BANDUNG</b>
<b>IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA MENGGUNAKAN DUA JENIS PERANGKAP DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS SALI AL-AITAAM KABUPATEN BANDUNG</b>
Serangga adalah salah satu organisme dengan tingkat keanekaragaman spesies tertinggi di dunia. Kampus Universitas Sali Al-Aitaam berada di Desa Cipagalo Kabupaten Bandung yang dike...
KETERJADIAN PENYAKIT TERSEBAB JAMUR PADA HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Pbko) DI PERTANAMAN KOPI AGROFORESTRI
KETERJADIAN PENYAKIT TERSEBAB JAMUR PADA HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Pbko) DI PERTANAMAN KOPI AGROFORESTRI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterjadian penyakit tersebab jamur pada hama penggerek buah kopi (Pbko) di pertanaman kopi agroforestri di Sumber Jaya, Lampung Barat. Pe...
Keanekaragaman Serangga Malam (Nocturnal) Di Desa Teluk Bogam Pakalan bun
Keanekaragaman Serangga Malam (Nocturnal) Di Desa Teluk Bogam Pakalan bun
Serangga merupakan fauna invertebrata yang sangat penting dalam berbagai ekosistem. Serangga memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi dengan daya adaptasi yang tinggi pada berbag...
Komposisi serangga yang terperangkap pada kantong atas dan kantong bawah Nepenthes rafflesiana di Sungai Koran Resort, Sebangau Hulu
Komposisi serangga yang terperangkap pada kantong atas dan kantong bawah Nepenthes rafflesiana di Sungai Koran Resort, Sebangau Hulu
Sungai Koran Resort di Sebangau Hulu merupakan daerah hutan yang terbuka dengan tingkat kelembaban yang rendah sehingga pada daerah tersebut banyak ditemui tanaman kantong semar kh...
Analisis Kandungan Senyawa Metabolit Primer dalam Tepung Serangga untuk Pakan Kucing
Analisis Kandungan Senyawa Metabolit Primer dalam Tepung Serangga untuk Pakan Kucing
Abstract. Insects are one option as an alternative protein source that can be utilized as an economical substitute raw material for making animal feed because they are cheap and ea...

