Javascript must be enabled to continue!
Perancangan Desain Mural Sebagai Media Utama Kampanye Sosial “Jogja Melawan Vandalisme”
View through CrossRef
Perilaku Vandalisme telah mengancam identitas dan representasi Kota Yogyakrta sebagai kota budaya. Vandalisme merupakan cikal bakal masalah kejahatan yang lebih serius. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sinergisitas dari pemerintah, dan masyarakat Yogyakarta. Salah satu alternatif pemecahan masalah yang dapat ditawarkan oleh Desain Komunikasi Visual adalah dengan merancang sebuah kampanye sosial. Kampanye sosial yang dilakukan harus memenuhi tiga kriteria yaitu berpotensi berkembang menjadi gerakan yang masif, memiliki ciri khas Jogja, familiar dan dapat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat terutama anak muda Yogyakarta. Berdasarkan uraian tesebut maka, kampanye sosial “Jogja Melawan Vandalisme” dapat menjadi alternatif media perlawanan vandalisme bagi masyarakat Yogyakarta.
Target sasaran primer dalam kampanye ini adalah remaja sekolah menengah yang menjadi pelaku aktif vandalisme atau memiliki kecenderungan menjadi pelaku. Target sasaran sekunder adalah seluruh masyarakat Yogyakarta. Kampanye ini akan dirancang dengan metode desain modern yang dituangkan dalam triadik DKV, meliputi empat tahapan yaitu identifikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Teori utama yang digunakan adalah teori kriminologi broken window, teori psikologi vandalisme, dan teori tentang street art. Landasan yuridis yang melegalisasi perancangan ini adalah Peraturan Daerah No. 18 tahun 2002, tentang Pengelolaan Kebersihan, walikota Yogyakarta menginstruksikan Dinas Ketertiban untuk melakukan penanganan aksi vandalisme, dalam Pasal 16 huruf c. Teori pendukung yang digunakan adalah teori komunikasi masaa, teori periklanan dan kampanye sosial, teori periklanan SUPER”A”, teori perilaku konsumen AISAS, serta teori dasar Desain Komunikasi Visual.
Tema kampanye yang diusung adalah “Jogja Melavan”, difokuskan untuk menyampaikan empat pesan yaitu larangan vandalisme, sosialisasi sanksi hukum, ajakan bersih-bersih, serta himbauan untuk mengisi masa remaja dengan hal yang bermanfaat. Keempat pesan akan disampaikan melalui bauran media konvensional dan non konvensional yang terdiri dari media utama dan media pendukung. Gaya desain terbuka pada berbagai gaya dan mengedepankan gaya desain yang cerah, rapi, clean, khas anak muda, dengan meminjam ikon prajurit keraton Yogyakarta yang biasa disebut Bregada.
Universitas Ma Chung
Title: Perancangan Desain Mural Sebagai Media Utama Kampanye Sosial “Jogja Melawan Vandalisme”
Description:
Perilaku Vandalisme telah mengancam identitas dan representasi Kota Yogyakrta sebagai kota budaya.
Vandalisme merupakan cikal bakal masalah kejahatan yang lebih serius.
Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sinergisitas dari pemerintah, dan masyarakat Yogyakarta.
Salah satu alternatif pemecahan masalah yang dapat ditawarkan oleh Desain Komunikasi Visual adalah dengan merancang sebuah kampanye sosial.
Kampanye sosial yang dilakukan harus memenuhi tiga kriteria yaitu berpotensi berkembang menjadi gerakan yang masif, memiliki ciri khas Jogja, familiar dan dapat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat terutama anak muda Yogyakarta.
Berdasarkan uraian tesebut maka, kampanye sosial “Jogja Melawan Vandalisme” dapat menjadi alternatif media perlawanan vandalisme bagi masyarakat Yogyakarta.
Target sasaran primer dalam kampanye ini adalah remaja sekolah menengah yang menjadi pelaku aktif vandalisme atau memiliki kecenderungan menjadi pelaku.
Target sasaran sekunder adalah seluruh masyarakat Yogyakarta.
Kampanye ini akan dirancang dengan metode desain modern yang dituangkan dalam triadik DKV, meliputi empat tahapan yaitu identifikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
Teori utama yang digunakan adalah teori kriminologi broken window, teori psikologi vandalisme, dan teori tentang street art.
Landasan yuridis yang melegalisasi perancangan ini adalah Peraturan Daerah No.
18 tahun 2002, tentang Pengelolaan Kebersihan, walikota Yogyakarta menginstruksikan Dinas Ketertiban untuk melakukan penanganan aksi vandalisme, dalam Pasal 16 huruf c.
Teori pendukung yang digunakan adalah teori komunikasi masaa, teori periklanan dan kampanye sosial, teori periklanan SUPER”A”, teori perilaku konsumen AISAS, serta teori dasar Desain Komunikasi Visual.
Tema kampanye yang diusung adalah “Jogja Melavan”, difokuskan untuk menyampaikan empat pesan yaitu larangan vandalisme, sosialisasi sanksi hukum, ajakan bersih-bersih, serta himbauan untuk mengisi masa remaja dengan hal yang bermanfaat.
Keempat pesan akan disampaikan melalui bauran media konvensional dan non konvensional yang terdiri dari media utama dan media pendukung.
Gaya desain terbuka pada berbagai gaya dan mengedepankan gaya desain yang cerah, rapi, clean, khas anak muda, dengan meminjam ikon prajurit keraton Yogyakarta yang biasa disebut Bregada.
Related Results
Penjual Obat Cytotec Aborsi Di Jogja Wa 085268881116 Jual Obat Aborsi Penggugur Kandungan Di Jogja
Penjual Obat Cytotec Aborsi Di Jogja Wa 085268881116 Jual Obat Aborsi Penggugur Kandungan Di Jogja
Jual Obat Aborsi Di Jogja, Jual Cytotec Jogja, Penjual Obat Cytotec Jogja, Jual Obat Aborsi Jogja, Obat Penggugur Kandungan Di Jogja, Obat Aborsi Di Jogja, Harga Cytotec Di Jogja, ...
EKSPEKTASI PENGGUNA LAYANAN TRANSPORTASI PUBLIK TRANS JOGJA
EKSPEKTASI PENGGUNA LAYANAN TRANSPORTASI PUBLIK TRANS JOGJA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah variabel kenyamanan, kualitas pelayanan, tarif angkutan, kinerja angkutan dan aksesibilitas memiliki pengaruh terhadap minat ...
Analisis Penggunaan Sibakul Jogja dalam Upaya Penguatan UMKM Melalui Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM)
Analisis Penggunaan Sibakul Jogja dalam Upaya Penguatan UMKM Melalui Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM)
Abstract. Sibakul Jogja is a digital transformation innovation that focuses on assistance and training for cooperatives and SMEs in utilizing digital technology for business develo...
Perancangan Kampanye Social Pencegahan Vandalisme Di Kota Surabaya
Perancangan Kampanye Social Pencegahan Vandalisme Di Kota Surabaya
Vandalisme merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering ditemukan di berbagai kota, termasuk di Indonesia. Tindakan ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga...
Kampanye Membangun Women Empowerment pada Akun Instagram
Kampanye Membangun Women Empowerment pada Akun Instagram
Abstract. Magdalene or magdalene.co is one of the pioneering women's online media that focuses on providing content with a critical perspective, empowering, educating, and entertai...
Kajian Hukum Pidana Tentang Vandalisme Sebagai Tindak Pidana Terhadap Ruang Publik
Kajian Hukum Pidana Tentang Vandalisme Sebagai Tindak Pidana Terhadap Ruang Publik
Vandalisme terhadap ruang publik dan fasilitas umum telah menjadi permasalahan sosial yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fen...
Pencegahan Sikap Vandalisme Pada Siswa SLTA Di Kota Surabaya Melalui Literasi Digital
Pencegahan Sikap Vandalisme Pada Siswa SLTA Di Kota Surabaya Melalui Literasi Digital
Tujuan penelitian ini adalah upaya pencegahan sikap vandalisme pada siswa SLTA di Kota Surabaya melalui literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif da...
FORMAL ANALYSIS OF VISUAL CHARACTERISTIC IN MURAL ARTS AT KEDAI MULONG OLD MOSQUE, KELANTAN
FORMAL ANALYSIS OF VISUAL CHARACTERISTIC IN MURAL ARTS AT KEDAI MULONG OLD MOSQUE, KELANTAN
Abstract
A mural is a two-dimensional visual art form that has long been utilized as a decorative element in many buildings worldwide. However, the use of mural art as a decorative...

