Javascript must be enabled to continue!
Pola Komunikasi Para Asatidzah dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman di Sekolah Dasar Quran Al Bayan Gunungtua
View through CrossRef
Abstract. This research studies the communication patterns of asatidzah in instilling Islamic values to students at the Al Bayan Quran Primary School, Gunungtua, Subang Regency. The writer uses a qualitative descriptive approach for this research by collecting data through observation, interviews and documentation. The results show that the Islamic values of students in the 6th grade at Al Bayan Primary School show a deep understanding that is not only theoretical. They live the teachings of Islam in their daily lives and actively participate in daily worships such as praying, reciting the Holy Qur’an, and dhikr. Their character development is strengthened through extracurricular activities of religious values, such as tahfidz Al-Qu’ran, group recitation, and social services. The communication patterns used by the Asatidzah are interpersonal and group communication in religious formation efforts. There are several supporting factors including an adequate worship facilities, the muhadharah programme, the Islamic educational background of the asatidzah, as well as their example in the practice of worship. However, there are several inhibiting factors such as the characteristics of students who are difficult to be managed, a busy extracurricular activities, lack of student awareness of order, the influence of the environment outside the school, and lack of parental involvement. In conclusion, the effective communication patterns are very important in instilling and strengthening Islamic values in students at the school.
Abstrak. Penelitian ini mengkaji pola komunikasi para asatidzah dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada murid di Sekolah Dasar Quran Al Bayan, Gunungtua, Kabupaten Subang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman siswa kelas 6 SDQ Al Bayan menunjukkan pemahaman mendalam yang tidak hanya teoritis. Mereka menghayati ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, aktif berpartisipasi dalam ibadah harian seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir. Pengembangan karakter mereka diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler bernilai keagamaan, seperti tahfidz Al-Qur'an, pengajian kelompok, dan bakti sosial. Adapun pola komunkasi yang digunakan para asatidzah yaitu pola komunikasi antarpribadi dan kelompok dalam upaya pembinaan keagamaan. Ada beberapa faktor pendukung meliputi fasilitas ibadah yang memadai, program Muhadharah, latar belakang pendidikan islami para asatidzah, serta keteladanan mereka dalam praktik ibadah. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa yang sulit diatur, kegiatan ekstrakurikuler yang padat, kurangnya kesadaran siswa terhadap keteraturan, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Kesimpulannya, pola komunikasi yang efektif sangat penting dalam menanamkan dan memperkuat nilai-nilai keislaman pada murid di sekolah tersebut.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pola Komunikasi Para Asatidzah dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman di Sekolah Dasar Quran Al Bayan Gunungtua
Description:
Abstract.
This research studies the communication patterns of asatidzah in instilling Islamic values to students at the Al Bayan Quran Primary School, Gunungtua, Subang Regency.
The writer uses a qualitative descriptive approach for this research by collecting data through observation, interviews and documentation.
The results show that the Islamic values of students in the 6th grade at Al Bayan Primary School show a deep understanding that is not only theoretical.
They live the teachings of Islam in their daily lives and actively participate in daily worships such as praying, reciting the Holy Qur’an, and dhikr.
Their character development is strengthened through extracurricular activities of religious values, such as tahfidz Al-Qu’ran, group recitation, and social services.
The communication patterns used by the Asatidzah are interpersonal and group communication in religious formation efforts.
There are several supporting factors including an adequate worship facilities, the muhadharah programme, the Islamic educational background of the asatidzah, as well as their example in the practice of worship.
However, there are several inhibiting factors such as the characteristics of students who are difficult to be managed, a busy extracurricular activities, lack of student awareness of order, the influence of the environment outside the school, and lack of parental involvement.
In conclusion, the effective communication patterns are very important in instilling and strengthening Islamic values in students at the school.
Abstrak.
Penelitian ini mengkaji pola komunikasi para asatidzah dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada murid di Sekolah Dasar Quran Al Bayan, Gunungtua, Kabupaten Subang.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman siswa kelas 6 SDQ Al Bayan menunjukkan pemahaman mendalam yang tidak hanya teoritis.
Mereka menghayati ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, aktif berpartisipasi dalam ibadah harian seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir.
Pengembangan karakter mereka diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler bernilai keagamaan, seperti tahfidz Al-Qur'an, pengajian kelompok, dan bakti sosial.
Adapun pola komunkasi yang digunakan para asatidzah yaitu pola komunikasi antarpribadi dan kelompok dalam upaya pembinaan keagamaan.
Ada beberapa faktor pendukung meliputi fasilitas ibadah yang memadai, program Muhadharah, latar belakang pendidikan islami para asatidzah, serta keteladanan mereka dalam praktik ibadah.
Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa yang sulit diatur, kegiatan ekstrakurikuler yang padat, kurangnya kesadaran siswa terhadap keteraturan, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan kurangnya keterlibatan orang tua.
Kesimpulannya, pola komunikasi yang efektif sangat penting dalam menanamkan dan memperkuat nilai-nilai keislaman pada murid di sekolah tersebut.
Related Results
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
Danilo Hudson Vieira de Souza1
Priscilla Bárbara Campos
Daniel dos Santos Fernandes
RESUMO
A gravidez ...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
POLA KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DENGAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD INPRES MANGGALA KOTA MAKASSAR
POLA KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DENGAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD INPRES MANGGALA KOTA MAKASSAR
Latar belakang penelitian tentang pola komunikasi yang dilakukan antara orang tua dengan guru terhadap motivasi belajar siswa siswa kelas V SD Inpres Manggala Kota Makasar. Orang ...
Komunikasi Interpersonal antara Pembimbing dengan Anak Asuh dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam
Komunikasi Interpersonal antara Pembimbing dengan Anak Asuh dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam
Abstract. Communication is one of the important things in instilling Islamic values in foster children in orphanages. Effective communication can help mentors to convey Islamic mes...
SEJARAH PEMIKIRAN AL-QURAN PERIODE KLASIK
SEJARAH PEMIKIRAN AL-QURAN PERIODE KLASIK
Artikel ini difokuskan pada kajian sejarah pemikiran al-Quran periode klasik yang meliputi sejarah pembukuan al-Quran, sejarah penafsiran al-Quran, sejarah ‘ulumul Quran, dan sejar...
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA KOMUNITAS ARON DI BERASTAGI
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA KOMUNITAS ARON DI BERASTAGI
<p>Peneliti melihat bagaimana pola komunikasi antarbudaya dalam komunitas aron di Berastagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses komunikasi dan menganalisi...
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan ...
Implementasi Hasil Diklat Penguatan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
Implementasi Hasil Diklat Penguatan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan kepala sekolah dalam mengimplementasikan teknik analisis manajemen, (2) kemampuan kepala sekolah dalam menilai rapor mutu, (...

