Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SEJARAH PEMIKIRAN AL-QURAN PERIODE KLASIK

View through CrossRef
Artikel ini difokuskan pada kajian sejarah pemikiran al-Quran periode klasik yang meliputi sejarah pembukuan al-Quran, sejarah penafsiran al-Quran, sejarah ‘ulumul Quran, dan sejarah sosial al-Quran. Sejarah pembukuan al-Quran telah berlangsung sejak masa penurunan al-Quran itu sendiri melalui para kuttab al-wahyi, dibukukan menjadi satu mushaf pada era Abu Bakar atas saran dari Umar, dan diseragamkan cara membacanya pada era Utsman ibn ‘Affan melalui kepanitiaan Zaid ibn Tsabit, serta disempurnakan tanda bacanya oleh Abu al-Aswad, Nashr ibn ‘Ashim, dan Yahya ibn ‘Amir. Penafsiran al-Quran bermula sejak era nabi, diteruskan oleh para shahabat, dan dilembagakan melalui madrasah tafsir oleh para Tabi’in. Dari segi ‘ulumul quran, cabang kajian yang terlembaga pada periode klasik adalah qiraat al-Quran atau ragam cara baca al-Quran. Sementara secara sosial, respon masyarakat terhadap al-Quran pada era klasik dapat dibagi menjadi tiga yaitu golongan yang menolak otentisitas al-Quran, golongan yang mengakui keindahan dan kemukjizatan al-Quran, serta golongan yang sangat mencintai dan menghormati al-Quran.
Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya
Title: SEJARAH PEMIKIRAN AL-QURAN PERIODE KLASIK
Description:
Artikel ini difokuskan pada kajian sejarah pemikiran al-Quran periode klasik yang meliputi sejarah pembukuan al-Quran, sejarah penafsiran al-Quran, sejarah ‘ulumul Quran, dan sejarah sosial al-Quran.
Sejarah pembukuan al-Quran telah berlangsung sejak masa penurunan al-Quran itu sendiri melalui para kuttab al-wahyi, dibukukan menjadi satu mushaf pada era Abu Bakar atas saran dari Umar, dan diseragamkan cara membacanya pada era Utsman ibn ‘Affan melalui kepanitiaan Zaid ibn Tsabit, serta disempurnakan tanda bacanya oleh Abu al-Aswad, Nashr ibn ‘Ashim, dan Yahya ibn ‘Amir.
Penafsiran al-Quran bermula sejak era nabi, diteruskan oleh para shahabat, dan dilembagakan melalui madrasah tafsir oleh para Tabi’in.
Dari segi ‘ulumul quran, cabang kajian yang terlembaga pada periode klasik adalah qiraat al-Quran atau ragam cara baca al-Quran.
Sementara secara sosial, respon masyarakat terhadap al-Quran pada era klasik dapat dibagi menjadi tiga yaitu golongan yang menolak otentisitas al-Quran, golongan yang mengakui keindahan dan kemukjizatan al-Quran, serta golongan yang sangat mencintai dan menghormati al-Quran.

Related Results

Penggunaan Unsur Tumbuh-Tumbuhan Dalam Gaya Bahasa Al-Tasybih di Dalam Al-Quran Al-Karim
Penggunaan Unsur Tumbuh-Tumbuhan Dalam Gaya Bahasa Al-Tasybih di Dalam Al-Quran Al-Karim
Plants are elements that are frequently mentioned in the al-Quran. In the al-Quran, the use of plant elements can be visualized from various language styles and one of them is the ...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Editorial
Editorial
Pada mulanya politik dianggap sebagai tulang punggung sejarah, demikian dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2003: 174). Oleh karena itu pula, lanjutnya, teks-teks sejarah selalu berisi re...
DINAMIKA PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PEMIKIRAN EROPA
DINAMIKA PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PEMIKIRAN EROPA
Perkembangan perubahan eropa pada saat dulu sampai dengan sekarang masih sangat mempengaruhi terhadap pemikiran-pemikiran yang ada di bangsa eropa. Dimana pemikiran-pemikiran terse...
Klasik Dönem Arapça Gramer Sistemi: Metodolojik Bir İnceleme
Klasik Dönem Arapça Gramer Sistemi: Metodolojik Bir İnceleme
Dil, insanlık tarihinin en köklü miraslarındandır. Dilin anlaşılmasında etkili araçlardan biri şüphesiz gramer sistemidir. Arap dili özelinde düşünüldüğünde ise bu durum daha belir...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk pemikiran hukum Islam di Indonesia terdiri dari produk pemikiran fikih, produk pemikiran fatwa ulama, produk pemikiran keputusan pengadilan (yurisprudensi), produk pemikiran...

Back to Top