Javascript must be enabled to continue!
Komunikasi Interpersonal antara Pembimbing dengan Anak Asuh dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam
View through CrossRef
Abstract. Communication is one of the important things in instilling Islamic values in foster children in orphanages. Effective communication can help mentors to convey Islamic messages well and easily understood by foster children. This research aims to find out how supervisors communicate in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Research data was obtained through in-depth interviews with mentors and foster children, as well as observations in orphanages. The results of the research show that supervisor communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan was carried out directly and indirectly. Direct communication is carried out through religious activities, such as Islamic studies, recitation of the Koran, and congregational prayers. Indirect communication is carried out through example, habituation and supervision. The supervisor's communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan has been going well. However, there are still several things that need to be improved, such as: supervisors need to better understand the characteristics of foster children so that communication can be more effective, mentors need to be more creative in conveying Islamic messages so that foster children are more interested in following them.
Abstrak. Komunikasi merupakan salah satu hal yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di panti asuhan. Komunikasi yang efektif dapat membantu pembimbing untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dengan baik dan mudah dipahami oleh anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pembimbing dan anak asuh, serta observasi di panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Komunikasi langsung dilakukan melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti kajian Islam, tadarus Al-Qur'an, dan sholat berjamaah. Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan. Komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan sudah berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti: pembimbing perlu lebih memahami karakteristik anak asuh agar komunikasi yang dilakukan dapat lebih efektif, pembimbing perlu lebih kreatif dalam menyampaikan pesan- pesan Islam agar anak asuh lebih tertarik untuk mengikutinya.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Komunikasi Interpersonal antara Pembimbing dengan Anak Asuh dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam
Description:
Abstract.
Communication is one of the important things in instilling Islamic values in foster children in orphanages.
Effective communication can help mentors to convey Islamic messages well and easily understood by foster children.
This research aims to find out how supervisors communicate in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan.
This research uses a qualitative method with a descriptive approach.
Research data was obtained through in-depth interviews with mentors and foster children, as well as observations in orphanages.
The results of the research show that supervisor communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan was carried out directly and indirectly.
Direct communication is carried out through religious activities, such as Islamic studies, recitation of the Koran, and congregational prayers.
Indirect communication is carried out through example, habituation and supervision.
The supervisor's communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan has been going well.
However, there are still several things that need to be improved, such as: supervisors need to better understand the characteristics of foster children so that communication can be more effective, mentors need to be more creative in conveying Islamic messages so that foster children are more interested in following them.
Abstrak.
Komunikasi merupakan salah satu hal yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di panti asuhan.
Komunikasi yang efektif dapat membantu pembimbing untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dengan baik dan mudah dipahami oleh anak asuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pembimbing dan anak asuh, serta observasi di panti asuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Komunikasi langsung dilakukan melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti kajian Islam, tadarus Al-Qur'an, dan sholat berjamaah.
Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan.
Komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan sudah berjalan dengan baik.
Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti: pembimbing perlu lebih memahami karakteristik anak asuh agar komunikasi yang dilakukan dapat lebih efektif, pembimbing perlu lebih kreatif dalam menyampaikan pesan- pesan Islam agar anak asuh lebih tertarik untuk mengikutinya.
Related Results
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Usia 60 Bulan (5 Tahun) Di Nagari Sungai Asam Kec. 2X11 Enam Lingkung Tahun 2020
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Usia 60 Bulan (5 Tahun) Di Nagari Sungai Asam Kec. 2X11 Enam Lingkung Tahun 2020
Pola asuh merupakan proses interaksi antara orang tua dan anak dalam mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual dan spiritual anak sejak dari dalam kandungan sampai d...
PERAN PENGASUH PANTI ASUHAN YAYASAN MELATI ALKHAIRAT AMBON DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANAK ASUH
PERAN PENGASUH PANTI ASUHAN YAYASAN MELATI ALKHAIRAT AMBON DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANAK ASUH
Abstrak penelitian ini memfokuskan permasalahan pada bagaimana peran pengasuh panti
asuhan Yayasan Melati Alkhairat dalam memberikan bimbingan, motivasi dan menjadi fasilitat...
POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI GAMPONG RUKOH KECAMATAN SYIAH KUALA
POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI GAMPONG RUKOH KECAMATAN SYIAH KUALA
Kesalahan yang sering tidak disadari oleh orang tua dalam mengasuh anak-anaknya, kadang orang tua bersikap terlalu menekan, selalu memerintah, anak harus tunduk dan patuh kemauan o...
KONSEP POLA ASUH ORANG TUA PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
KONSEP POLA ASUH ORANG TUA PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Pola asuh orang tua merupakan pendidikan awal yang diterima anak di lingkungannya. Pada usia anak 0-6 tahun, pengasuhan meliputi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak, yaitu kebutuha...
Hak Asuh Anak Di Luar Nikah Prespektif Hukum Islam Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak
Hak Asuh Anak Di Luar Nikah Prespektif Hukum Islam Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak
Masalah hak asuh anak di luar nikah merupakan isu hukum yang rumit di Indonesia, baik dari sudut pandang hukum positif maupun hukum Islam. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang...
Dampak Pola Asuh Orang Tua Pada Kemandirian Anak di Roudhatul Athfal
Dampak Pola Asuh Orang Tua Pada Kemandirian Anak di Roudhatul Athfal
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar, yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia en...

