Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan Antibakteri Staphylococcus Aureus Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.)
View through CrossRef
Abstract. Staphylococcus aureus is a normal flora in the human body, primarily on the skin and respiratory tract, but it can act as a pathogen when the immune system is compromised. Skin infections, bloodstream infections, endocarditis, osteomyelitis, and necrotizing fasciitis are some diseases caused by Staphylococcus aureus infections. The use of penicillin-class antibiotics has seen increasing resistance against Staphylococcus aureus. This study aims to analyze the antibacterial activity of red onion peel extract against Staphylococcus aureus. This research is an in vitro experimental study using the agar diffusion and microdilution methods. Inhibition zones, minimum inhibitory concentration (MIC), and minimum bactericidal concentration (MBC) were evaluated at various extract concentrations (20%, 40%, 60%, 80%, and 100%). Oxacillin was used as a positive control, and DMSO as a negative control. The extract showed significant antibacterial activity, with the 100% concentration producing the largest inhibition zone (14.5 mm). MIC was observed at a concentration of 60%, while MBC revealed 53 bacterial colonies remaining at a 100% concentration. However, the inhibition zone produced by the extract was smaller than that of oxacillin (27.2 mm). Ethanol extract of red onion peel demonstrated antibacterial activity that could not kill Staphylococcus aureus, indicating only bacteriostatic effects. Its effectiveness level was also lower compared to oxacillin. Further research is needed to optimize the formulation of this extract and evaluate its clinical efficacy.
Abstrak. Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada tubuh manusia terutama pada bagian kulit dan saluran pernafasan, namun juga sebagai patogen ketika sistem imun pada tubuh menurun. Infeksi kulit, infeksi aliran darah, endokarditis, osteomielitis, dan necrotizing fascilitis adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik golongan penicillin mengalami peningkatan kejadian resistensi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya antibakteri kulit bawang merah terhadap Staphyloococcus aureus. Penelitian ini merupakan eksperimental invitro terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi agar dan mikrodilusi. Zona hambat, konsentrasi hambat minimum (KHM), dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) dievaluasi pada berbagai konsentrasi ekstrak (20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%). Oxacillin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri signifikan, dengan konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat terbesar (14,5 mm). KHM ditemukan pada konsentrasi 60%, sedangkan KBM berada pada masih terdapat koloni bakteri sebanyak 51 koloni pada konsentrasi 100%. Meskipun demikian, zona hambat yang dihasilkan ekstrak lebih kecil dibandingkan oxacililin (27,2 mm). Ekstrak etanol kulit bawang memiliki aktivitas antibakteri yang tidak dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus, sehingga hanya memiliki efek bakteriostatik. Tingkat efektivitasnya juga lebih rendah dibandingkan oxacillin. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi ekstrak ini dan mengevaluasi efektivitas klinisnya.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Tinjauan Antibakteri Staphylococcus Aureus Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.)
Description:
Abstract.
Staphylococcus aureus is a normal flora in the human body, primarily on the skin and respiratory tract, but it can act as a pathogen when the immune system is compromised.
Skin infections, bloodstream infections, endocarditis, osteomyelitis, and necrotizing fasciitis are some diseases caused by Staphylococcus aureus infections.
The use of penicillin-class antibiotics has seen increasing resistance against Staphylococcus aureus.
This study aims to analyze the antibacterial activity of red onion peel extract against Staphylococcus aureus.
This research is an in vitro experimental study using the agar diffusion and microdilution methods.
Inhibition zones, minimum inhibitory concentration (MIC), and minimum bactericidal concentration (MBC) were evaluated at various extract concentrations (20%, 40%, 60%, 80%, and 100%).
Oxacillin was used as a positive control, and DMSO as a negative control.
The extract showed significant antibacterial activity, with the 100% concentration producing the largest inhibition zone (14.
5 mm).
MIC was observed at a concentration of 60%, while MBC revealed 53 bacterial colonies remaining at a 100% concentration.
However, the inhibition zone produced by the extract was smaller than that of oxacillin (27.
2 mm).
Ethanol extract of red onion peel demonstrated antibacterial activity that could not kill Staphylococcus aureus, indicating only bacteriostatic effects.
Its effectiveness level was also lower compared to oxacillin.
Further research is needed to optimize the formulation of this extract and evaluate its clinical efficacy.
Abstrak.
Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada tubuh manusia terutama pada bagian kulit dan saluran pernafasan, namun juga sebagai patogen ketika sistem imun pada tubuh menurun.
Infeksi kulit, infeksi aliran darah, endokarditis, osteomielitis, dan necrotizing fascilitis adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus.
Penggunaan antibiotik golongan penicillin mengalami peningkatan kejadian resistensi terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya antibakteri kulit bawang merah terhadap Staphyloococcus aureus.
Penelitian ini merupakan eksperimental invitro terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi agar dan mikrodilusi.
Zona hambat, konsentrasi hambat minimum (KHM), dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) dievaluasi pada berbagai konsentrasi ekstrak (20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%).
Oxacillin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif.
Ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri signifikan, dengan konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat terbesar (14,5 mm).
KHM ditemukan pada konsentrasi 60%, sedangkan KBM berada pada masih terdapat koloni bakteri sebanyak 51 koloni pada konsentrasi 100%.
Meskipun demikian, zona hambat yang dihasilkan ekstrak lebih kecil dibandingkan oxacililin (27,2 mm).
Ekstrak etanol kulit bawang memiliki aktivitas antibakteri yang tidak dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus, sehingga hanya memiliki efek bakteriostatik.
Tingkat efektivitasnya juga lebih rendah dibandingkan oxacillin.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi ekstrak ini dan mengevaluasi efektivitas klinisnya.
Related Results
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureu...
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
ABSTRAK
Ekstrak etanol anggur laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu, untuk me...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Staphylococcus Epidermidis
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Staphylococcus Epidermidis
Abstrak. Pada tahun 2019, ditemukan 7,7 juta kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi bakteri juga merupakan penyakit yang serin...
Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol eleutherine americana. merr. terhadap trichophyton tonsurans secara in vitro
Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol eleutherine americana. merr. terhadap trichophyton tonsurans secara in vitro
Dermatofitosis adalah infeksi pada epidermis kulit, rambut dan kuku disebabkan oleh jamur dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang tersebar di seluruh dunia yaitu Trichophy...
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp)
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp)
Chrysanthemum (Chrysanthemum sp.) is mainstay commodities in horticulture industry that have very bright market prospects. One aspect that needs to be done is to use good quality c...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...

