Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

A KAJIAN SEMIOTIKA DALAM TRADISI TIBAN DARI MASYARAKAT TULUNGAGUNG DAN SEKITARNYA

View through CrossRef
Tradisi Tiban merupakan Tradisi yang banyak ditemukan di daerah Tulungagug dan sekitarnya. Tujuan dari dilakukannya Tradisi ini untuk meminta hujan turun setelah lama kemarau dan kekerigan air. Peserta Tiban yaitu para laki-laki akan saling bertarung mencambuk satu sama lainnya, walaupun tercambuk peserta Tiban tidak merasa terluka karena memeliki ilmu atau pegangan yang kuat. Sebelum melakukan Tiban harus meminta izin pada tokoh sekitar dan melakukan upacara sesajen dengan nasi Tumpeng, ayam Ingkung (ayam panggang) dan tidak lupa melakukan sholat Istiqa sebagai bukti tanda bahwa nantinya hujan yang turun berasal dari Allah SWT. Selama Tiban berlangsung akan diiringi oleh musik gamelan agar lebih sakral. Tubuh peserta Tiban yang tercambuk akan mengeluarkan darah, banyak orang menyakini jika darah yang mengalir akan menurunkan hujan. Generasi mudah harus tetap melestarikan Tradisi Tiban, karena terdapat banyak nilai-nilai luhur yang bisa diterapkan untuk kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik. Masyarakat Jawa juga terkenal mencintai tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur dan berjalan lama, karena merupakan warisan budaya yang bernilai mahal baik secara budaya, material, norma, maupun agama.
Title: A KAJIAN SEMIOTIKA DALAM TRADISI TIBAN DARI MASYARAKAT TULUNGAGUNG DAN SEKITARNYA
Description:
Tradisi Tiban merupakan Tradisi yang banyak ditemukan di daerah Tulungagug dan sekitarnya.
Tujuan dari dilakukannya Tradisi ini untuk meminta hujan turun setelah lama kemarau dan kekerigan air.
Peserta Tiban yaitu para laki-laki akan saling bertarung mencambuk satu sama lainnya, walaupun tercambuk peserta Tiban tidak merasa terluka karena memeliki ilmu atau pegangan yang kuat.
Sebelum melakukan Tiban harus meminta izin pada tokoh sekitar dan melakukan upacara sesajen dengan nasi Tumpeng, ayam Ingkung (ayam panggang) dan tidak lupa melakukan sholat Istiqa sebagai bukti tanda bahwa nantinya hujan yang turun berasal dari Allah SWT.
Selama Tiban berlangsung akan diiringi oleh musik gamelan agar lebih sakral.
Tubuh peserta Tiban yang tercambuk akan mengeluarkan darah, banyak orang menyakini jika darah yang mengalir akan menurunkan hujan.
Generasi mudah harus tetap melestarikan Tradisi Tiban, karena terdapat banyak nilai-nilai luhur yang bisa diterapkan untuk kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik.
Masyarakat Jawa juga terkenal mencintai tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur dan berjalan lama, karena merupakan warisan budaya yang bernilai mahal baik secara budaya, material, norma, maupun agama.

Related Results

POLA PERGERAKAN “PASAR TIBAN” KOTA PEKALONGAN
POLA PERGERAKAN “PASAR TIBAN” KOTA PEKALONGAN
Community activities in the commercial sector have an impact on the economic development of the city which is the influence of the city development into a town center trade. one of...
STRATEGI HAKIM MEDIATOR DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN
STRATEGI HAKIM MEDIATOR DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN
ABSTRAK Strategi Hakim Mediator Dalam Mencegah Terjadinya Perceraian, Studi di Pengadilan Agama Tulungagung adalah Judul dari penelitian ini, hal ini menarik di angkat sebaga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
<p>Tradisi Manten Kucing adalah tradisi yang cukup terkenal di Kabupaten Tulungagung. Tradisi Manten Kucing masih rutin dilaksanakan di salah satu desa yang ada di Kabupaten ...

Back to Top