Javascript must be enabled to continue!
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
View through CrossRef
<p>Tradisi Manten Kucing adalah tradisi yang cukup terkenal di Kabupaten Tulungagung. Tradisi Manten Kucing masih rutin dilaksanakan di salah satu desa yang ada di Kabupaten Tulungagung tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Tradisi ini merupakan tradisi mengarak kemudian memandikan sepasang kucing jantan dan betina untuk dimandikan di Telaga Coban. Sepasang kucing jantan dan betina akan dibawa oleh sepasang orang dengan memgenakan pakaian adat Jawa yaitu laki laki menggunakan beskap dan perempuan mengenakan kebaya. Tradisi ini biasanya diiringi dengan Tari Tiban dan Langen Beksan Tayub. Tradisi ini dimulai dari seorang linuwih desa yang bernama Eyang Sangkrah. Eyang Sangkrah bingung karena desanya mengalami kekeringan. Banyak usaha yang dilakukan Eyang Sangkrah agar Desa Pelem turun hujan. Namun, usaha tersebut tidak semuanya berhasil. Eyang Sangkrah tidak menyerah untuk memperjuangkan agar desa nya tidak kekeringan dan turun hujan. Cara tersebut adalah Eyang Sangkrah mengajak kucingnya untuk dimandikan di Telaga Coban. Akhirnya, Desa Pelem turun hujan. Tradisi ini bertujuan untuk meminta hujan. Tradisi ini mengandung nilai budaya yaitu dengan adanya tradisi ini semakin tinggi rasa cinta tanah air terhadap budaya bangsa sendiri agar tidak semakin luntur seiring perkembangan zaman ini. Tradisi ini juga mengandung nilai pancasila yaitu religus, gotong royong, persatuan. Tradisi ini tetap rutin dilaksanakan untuk menjaga tradisi budaya agar tidak hilang karena perkembangan zaman.</p>
Universitas Sebelas Maret
Title: NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
Description:
<p>Tradisi Manten Kucing adalah tradisi yang cukup terkenal di Kabupaten Tulungagung.
Tradisi Manten Kucing masih rutin dilaksanakan di salah satu desa yang ada di Kabupaten Tulungagung tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.
Tradisi ini merupakan tradisi mengarak kemudian memandikan sepasang kucing jantan dan betina untuk dimandikan di Telaga Coban.
Sepasang kucing jantan dan betina akan dibawa oleh sepasang orang dengan memgenakan pakaian adat Jawa yaitu laki laki menggunakan beskap dan perempuan mengenakan kebaya.
Tradisi ini biasanya diiringi dengan Tari Tiban dan Langen Beksan Tayub.
Tradisi ini dimulai dari seorang linuwih desa yang bernama Eyang Sangkrah.
Eyang Sangkrah bingung karena desanya mengalami kekeringan.
Banyak usaha yang dilakukan Eyang Sangkrah agar Desa Pelem turun hujan.
Namun, usaha tersebut tidak semuanya berhasil.
Eyang Sangkrah tidak menyerah untuk memperjuangkan agar desa nya tidak kekeringan dan turun hujan.
Cara tersebut adalah Eyang Sangkrah mengajak kucingnya untuk dimandikan di Telaga Coban.
Akhirnya, Desa Pelem turun hujan.
Tradisi ini bertujuan untuk meminta hujan.
Tradisi ini mengandung nilai budaya yaitu dengan adanya tradisi ini semakin tinggi rasa cinta tanah air terhadap budaya bangsa sendiri agar tidak semakin luntur seiring perkembangan zaman ini.
Tradisi ini juga mengandung nilai pancasila yaitu religus, gotong royong, persatuan.
Tradisi ini tetap rutin dilaksanakan untuk menjaga tradisi budaya agar tidak hilang karena perkembangan zaman.
</p>.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM TINDAK TUTUR PADA PROSESI TEMU MANTEN UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KOTA MADIUN
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM TINDAK TUTUR PADA PROSESI TEMU MANTEN UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KOTA MADIUN
In general, this study aims to get a clear description of the events of speech acts in procession Temu Manten Javanese Traditional Wedding Ceremony containing prayers at every stag...
Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
Kucing merupakan hewan karnivora yang umum di Indonesia. Populasi kucing menurut survei yang dilakukan oleh Rakuten Insight pada tahun 2018 secara online mengenai hewan yang paling...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa
Kucing Hoki dianggap menjadi simbol keberuntungan bagi Etnis Tionghoa dan sering sekali ditemukan pada tempat usaha atau toko-toko. Komunikasi antar budaya yang terjalin pada buday...
Jaundice akibat Hepatic Lipidosis dan Feline Immunodeficiency Virus pada Kucing
Jaundice akibat Hepatic Lipidosis dan Feline Immunodeficiency Virus pada Kucing
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang system kekebalan tubuh kucing. Feline Hepatic Lipidosis (FHL) merupakan ...
STRATEGI HAKIM MEDIATOR DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN
STRATEGI HAKIM MEDIATOR DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN
ABSTRAK
Strategi Hakim Mediator Dalam Mencegah Terjadinya Perceraian, Studi di Pengadilan Agama Tulungagung adalah Judul dari penelitian ini, hal ini menarik di angkat sebaga...
BOOK REVIEW : PANCASILA DASAR NEGARA PARIPURNA
BOOK REVIEW : PANCASILA DASAR NEGARA PARIPURNA
Book Pancasila Dasar Negara Paripurna is the work of Prof. Dr. Tukiran Taniredja, MM and Prof. Dr. Suyahmo, M.Si. that was written to commemorate and make all Indonesian people awa...

