Javascript must be enabled to continue!
Jaundice akibat Hepatic Lipidosis dan Feline Immunodeficiency Virus pada Kucing
View through CrossRef
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang system kekebalan tubuh kucing. Feline Hepatic Lipidosis (FHL) merupakan penyakit hati yang paling umum pada kucing yang disebabkan oleh akumulasi trigliserida yang berlebihan di dalam hepatosit yang menyebabkan kolestasis dan disfungsi hati. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui cara mendiagnosis dan penanganan kasus penyebab jaundice pada kucing. Seekor kucing Himalaya berumur 7 tahun bobot badan 3,3 kg diperiksa di Klinik Listriani Vetcare dalam kondisi lemas. Sebelumnya kucing tersebut hilang selama 50 hari dan kemudian ditemukan di gudang tetangga yang hanya terdapat rembesan air hujan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya jaundice pada telinga, sclera, bibir, dan abdomen, serta teramati adanya distensi abdomen. Dilakukan pemeriksaan hematologi dua kali pada hari ke-2 dan hari ke-9, kimia darah, ultrasonografi, dan test kit FIV/FelV. Pemeriksaan hematologi hari ke-2 menunjukkan kucing kasus mengalami anemia ringan, leukopenia, neutropenia, dan trombositopenia. Pemeriksaan hematologi hari ke-9 menunjukkan anemia, neutrofilia, dan trombositopenia. Hasil kimia darah menunjukkan peningkatan pada alkaline phospatase, alanine aminotransferase, gamma-glutamyl transferase, total bilirubin, asam empedu, total kolesterol, dan penurunan pada Blood Urea Nitrogen. Ultrasonografi hati menunjukkan adanya massa hyperechoic difus dan test kit FIV/FelV menunjukkan positif FIV. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan uji laboratorium kucing kasus didiagnosis menderita hepatic lipidosis dan FIV dengan prognosis dubius. Kucing kasus diterapi dengan Cefotaxime (20 mg/kg BB, IV, tiga kali sehari), Hematodin® (0,6 mL, IV, satu kali sehari), Ondansetron (0,2 mg/kg BB, IV, dua kali sehari), Samylin® small (1 tab, satu kali sehari), Metronidazole (25 mg/kg BB, PO, dua kali sehari) selama 10 hari, Urdafalk (15 mg/kg BB, PO, satu kali sehari), Lactulose® (3 mL, PO, tiga kali sehari). Pada hari ke-5, pemberian ondansetron dan cefotaxime dihentikan dan diberikan Cephalexin (38 mg/kg BB, PO, dua kali sehari), Iron (1 tab, PO satu kali sehari), vitamin B12 (0,2 mL IV) dan TF Advance® (1 kapsul, dua kali sehari). Pengobatan yang diberikan tidak memperbaiki kondisi, kucing kasus mati pada hari ke-13. Disarankan agar pemilik tidak memberikan akses untuk kucing keluar rumah untuk mengurangi kemungkinan kucing hilang atau kontak dengan kucing lain yang dapat menularkan penyakit.
Title: Jaundice akibat Hepatic Lipidosis dan Feline Immunodeficiency Virus pada Kucing
Description:
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang system kekebalan tubuh kucing.
Feline Hepatic Lipidosis (FHL) merupakan penyakit hati yang paling umum pada kucing yang disebabkan oleh akumulasi trigliserida yang berlebihan di dalam hepatosit yang menyebabkan kolestasis dan disfungsi hati.
Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui cara mendiagnosis dan penanganan kasus penyebab jaundice pada kucing.
Seekor kucing Himalaya berumur 7 tahun bobot badan 3,3 kg diperiksa di Klinik Listriani Vetcare dalam kondisi lemas.
Sebelumnya kucing tersebut hilang selama 50 hari dan kemudian ditemukan di gudang tetangga yang hanya terdapat rembesan air hujan.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya jaundice pada telinga, sclera, bibir, dan abdomen, serta teramati adanya distensi abdomen.
Dilakukan pemeriksaan hematologi dua kali pada hari ke-2 dan hari ke-9, kimia darah, ultrasonografi, dan test kit FIV/FelV.
Pemeriksaan hematologi hari ke-2 menunjukkan kucing kasus mengalami anemia ringan, leukopenia, neutropenia, dan trombositopenia.
Pemeriksaan hematologi hari ke-9 menunjukkan anemia, neutrofilia, dan trombositopenia.
Hasil kimia darah menunjukkan peningkatan pada alkaline phospatase, alanine aminotransferase, gamma-glutamyl transferase, total bilirubin, asam empedu, total kolesterol, dan penurunan pada Blood Urea Nitrogen.
Ultrasonografi hati menunjukkan adanya massa hyperechoic difus dan test kit FIV/FelV menunjukkan positif FIV.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan uji laboratorium kucing kasus didiagnosis menderita hepatic lipidosis dan FIV dengan prognosis dubius.
Kucing kasus diterapi dengan Cefotaxime (20 mg/kg BB, IV, tiga kali sehari), Hematodin® (0,6 mL, IV, satu kali sehari), Ondansetron (0,2 mg/kg BB, IV, dua kali sehari), Samylin® small (1 tab, satu kali sehari), Metronidazole (25 mg/kg BB, PO, dua kali sehari) selama 10 hari, Urdafalk (15 mg/kg BB, PO, satu kali sehari), Lactulose® (3 mL, PO, tiga kali sehari).
Pada hari ke-5, pemberian ondansetron dan cefotaxime dihentikan dan diberikan Cephalexin (38 mg/kg BB, PO, dua kali sehari), Iron (1 tab, PO satu kali sehari), vitamin B12 (0,2 mL IV) dan TF Advance® (1 kapsul, dua kali sehari).
Pengobatan yang diberikan tidak memperbaiki kondisi, kucing kasus mati pada hari ke-13.
Disarankan agar pemilik tidak memberikan akses untuk kucing keluar rumah untuk mengurangi kemungkinan kucing hilang atau kontak dengan kucing lain yang dapat menularkan penyakit.
Related Results
Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
Kucing merupakan hewan karnivora yang umum di Indonesia. Populasi kucing menurut survei yang dilakukan oleh Rakuten Insight pada tahun 2018 secara online mengenai hewan yang paling...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Interactions Between Human Immunodeficiency Virus–1, Hepatitis Delta Virus and Hepatitis B Virus Infections in 260 Chronic Carriers of Hepatitis B Virus
Interactions Between Human Immunodeficiency Virus–1, Hepatitis Delta Virus and Hepatitis B Virus Infections in 260 Chronic Carriers of Hepatitis B Virus
To evaluate the factors determining the severity of chronic hepatitis B virus infection and the interactions of human immunodeficiency virus and hepatitis delta virus infections, w...
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Kucing merupakan salah satu hewan terlucu dan banyak digemari oleh banyak orang. Kucing bisa dijadikan teman dan penghilang stress oleh pencinta kucing karena tingkah lakunya yang ...
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa
Kucing Hoki dianggap menjadi simbol keberuntungan bagi Etnis Tionghoa dan sering sekali ditemukan pada tempat usaha atau toko-toko. Komunikasi antar budaya yang terjalin pada buday...
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KUCING DENGAN NAÏVE BAYES
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KUCING DENGAN NAÏVE BAYES
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pakar guna mendiagnosa penyakit pada kucing menggunakan Metode Naïve Bayes. Adapun kendala utama yang terdapat dilapangan adalah ber...
Molecular Mechanisms of Feline Cancers
Molecular Mechanisms of Feline Cancers
Feline cancers have not been studied as extensively as canine cancers, though they may offer similar advantages, with cats being immunocompetent animals subject to similar conditio...

