Javascript must be enabled to continue!
Perspektif Masyarakat terhadap Tradisi Manten Kopi sebagai Representasi Budaya: Studi Etnobotani
View through CrossRef
The coffee manten tradition is a form of local wisdom full of philosophical values, which is still preserved by the people of Modangan Village, Blitar Regency. The main problem in this research stems from the importance of exploring people's meaning of these traditions, more than just a physical inventory of ritual plants. The aim of this research is to describe the community's perspective on the coffee manten tradition and analyze the cultural representation of the accompanying ethnobotanical elements. Using descriptive qualitative methods, data collection was carried out comprehensively through triangulation techniques in the form of field observations, in-depth interviews and documentation studies. The results of the research show that the coffee manten tradition is seen not just as an agricultural ritual for welcoming the harvest, but as a social construction and cultural identity that binds society. The use of various types of plants as ubarampe is not only understood functionally, but is a symbolic medium that represents hope, unity and blessings for the people of Modangan Village. As a novelty, this study confirms that an ethnobotanical approach is essential not only for recording plant taxonomy, but is crucial for uncovering spiritual relationships and the construction of people's cultural identity in interpreting plants in their environment. AbstrakTradisi Manten Kopi merupakan wujud kearifan lokal yang sarat nilai filosofis, yang hingga kini dilestarikan oleh masyarakat Desa Modangan, Kabupaten Blitar. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pentingnya menggali pemaknaan masyarakat terhadap tradisi tersebut, lebih dari sekadar inventarisasi fisik tumbuhan ritual. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perspektif masyarakat terhadap Tradisi Manten Kopi dan menganalisis representasi budaya dari unsur-unsur etnobotani penyertanya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui teknik triangulasi berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Manten Kopi dipandang bukan sebatas ritual agraris penyambutan panen, melainkan sebagai konstruksi sosial dan identitas budaya yang mengikat masyarakat. Pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan sebagai ubarampe tidak hanya dipahami secara fungsional, tetapi menjadi medium simbolik yang merepresentasikan harapan, persatuan, dan keberkahan bagi masyarakat Desa Modangan. Sebagai kebaruan, studi ini menegaskan bahwa pendekatan etnobotani sangat esensial bukan hanya untuk mendata taksonomi tumbuhan, tetapi krusial untuk mengungkap relasi spiritual dan konstruksi identitas budaya masyarakat dalam memaknai tanaman di lingkungannya.
Balai Bahasa Bali
Title: Perspektif Masyarakat terhadap Tradisi Manten Kopi sebagai Representasi Budaya: Studi Etnobotani
Description:
The coffee manten tradition is a form of local wisdom full of philosophical values, which is still preserved by the people of Modangan Village, Blitar Regency.
The main problem in this research stems from the importance of exploring people's meaning of these traditions, more than just a physical inventory of ritual plants.
The aim of this research is to describe the community's perspective on the coffee manten tradition and analyze the cultural representation of the accompanying ethnobotanical elements.
Using descriptive qualitative methods, data collection was carried out comprehensively through triangulation techniques in the form of field observations, in-depth interviews and documentation studies.
The results of the research show that the coffee manten tradition is seen not just as an agricultural ritual for welcoming the harvest, but as a social construction and cultural identity that binds society.
The use of various types of plants as ubarampe is not only understood functionally, but is a symbolic medium that represents hope, unity and blessings for the people of Modangan Village.
As a novelty, this study confirms that an ethnobotanical approach is essential not only for recording plant taxonomy, but is crucial for uncovering spiritual relationships and the construction of people's cultural identity in interpreting plants in their environment.
AbstrakTradisi Manten Kopi merupakan wujud kearifan lokal yang sarat nilai filosofis, yang hingga kini dilestarikan oleh masyarakat Desa Modangan, Kabupaten Blitar.
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pentingnya menggali pemaknaan masyarakat terhadap tradisi tersebut, lebih dari sekadar inventarisasi fisik tumbuhan ritual.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perspektif masyarakat terhadap Tradisi Manten Kopi dan menganalisis representasi budaya dari unsur-unsur etnobotani penyertanya.
Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui teknik triangulasi berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Manten Kopi dipandang bukan sebatas ritual agraris penyambutan panen, melainkan sebagai konstruksi sosial dan identitas budaya yang mengikat masyarakat.
Pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan sebagai ubarampe tidak hanya dipahami secara fungsional, tetapi menjadi medium simbolik yang merepresentasikan harapan, persatuan, dan keberkahan bagi masyarakat Desa Modangan.
Sebagai kebaruan, studi ini menegaskan bahwa pendekatan etnobotani sangat esensial bukan hanya untuk mendata taksonomi tumbuhan, tetapi krusial untuk mengungkap relasi spiritual dan konstruksi identitas budaya masyarakat dalam memaknai tanaman di lingkungannya.
Related Results
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Kopi menjadi komoditas unggulan dalam sektor pertanian Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi penghasil kopi terbesar adalah Malang, Jawa Timur. Kopi yang menjadi daya tarik dar...
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM TINDAK TUTUR PADA PROSESI TEMU MANTEN UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KOTA MADIUN
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM TINDAK TUTUR PADA PROSESI TEMU MANTEN UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KOTA MADIUN
In general, this study aims to get a clear description of the events of speech acts in procession Temu Manten Javanese Traditional Wedding Ceremony containing prayers at every stag...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Abstract. The business world in Indonesia is currently benefiting from the presence of Instagram. Instagram is an application that allows users to share photos and videos. Its use,...
TRADISI TABU MANTEN
TRADISI TABU MANTEN
Tradisi Tebu Manten merupakan salah satu bentuk keariafan lokal yang berkembang di masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki indutrsi gula. Pabrik Gula memiliki tradisi unik sa...
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
<p>Tradisi Manten Kucing adalah tradisi yang cukup terkenal di Kabupaten Tulungagung. Tradisi Manten Kucing masih rutin dilaksanakan di salah satu desa yang ada di Kabupaten ...
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
UD Tenant Berkah Lestari adalah Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak dibidang agroindustri hasil perkebunan komoditas kopi. Usaha Kopi yang dijalankan oleh UD Tenant ini melaku...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

