Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI ALKOHOL PADA URINE PEMINUM ARAK DENGAN VARIASI WAKTU PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN METODE RAPID DIAGNOSTIC TEST
View through CrossRef
Konsumsi alkohol, terutama di kalangan remaja, menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Di Bali, arak sebagai minuman tradisional banyak dikonsumsi, dan peningkatan konsumsi alkohol di kalangan remaja menjadi perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar alkohol dalam urine peminum arak dengan variasi waktu pemeriksaan menggunakan metode kualitatif Rapid Diagnostic Test. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan melibatkan 20 remaja peminum arak dari Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Sampel urine diambil pada tiga waktu berbeda: 1 jam, 2 jam, dan 3 jam setelah konsumsi arak. Prosedur penelitian meliputi persiapan responden, pengambilan sampel urine, dan analisis kadar alkohol menggunakan Rapid Diagnostic Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 1 jam setelah konsumsi, hanya 5% sampel yang positif dengan kadar alkohol 0,04%. Pada 2 jam, 20% sampel menunjukkan hasil positif dengan kadar 0,08%. Puncak deteksi terjadi pada 3 jam setelah konsumsi, di mana 100% sampel menunjukkan hasil positif dengan kadar alkohol mencapai 0,30%. Uji Friedman menunjukkan perbedaan signifikan kadar alkohol antara ketiga waktu pemeriksaan (p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar alkohol pada variasi waktu pemeriksaan urine yang optimal untuk mendeteksi alkohol adalah 3 jam setelah konsumsi, yang dapat memberikan informasi penting bagi praktik medis dan forensik.
Title: IDENTIFIKASI ALKOHOL PADA URINE PEMINUM ARAK DENGAN VARIASI WAKTU PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN METODE RAPID DIAGNOSTIC TEST
Description:
Konsumsi alkohol, terutama di kalangan remaja, menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan.
Di Bali, arak sebagai minuman tradisional banyak dikonsumsi, dan peningkatan konsumsi alkohol di kalangan remaja menjadi perhatian serius.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar alkohol dalam urine peminum arak dengan variasi waktu pemeriksaan menggunakan metode kualitatif Rapid Diagnostic Test.
Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan melibatkan 20 remaja peminum arak dari Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
Sampel urine diambil pada tiga waktu berbeda: 1 jam, 2 jam, dan 3 jam setelah konsumsi arak.
Prosedur penelitian meliputi persiapan responden, pengambilan sampel urine, dan analisis kadar alkohol menggunakan Rapid Diagnostic Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 1 jam setelah konsumsi, hanya 5% sampel yang positif dengan kadar alkohol 0,04%.
Pada 2 jam, 20% sampel menunjukkan hasil positif dengan kadar 0,08%.
Puncak deteksi terjadi pada 3 jam setelah konsumsi, di mana 100% sampel menunjukkan hasil positif dengan kadar alkohol mencapai 0,30%.
Uji Friedman menunjukkan perbedaan signifikan kadar alkohol antara ketiga waktu pemeriksaan (p < 0,001).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar alkohol pada variasi waktu pemeriksaan urine yang optimal untuk mendeteksi alkohol adalah 3 jam setelah konsumsi, yang dapat memberikan informasi penting bagi praktik medis dan forensik.
Related Results
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Effects of different doses of Arak on liver and kidney microstructures in Swiss albino mice: Histopathological study
Effects of different doses of Arak on liver and kidney microstructures in Swiss albino mice: Histopathological study
Abstract
Background: Ethiopia is the most culturally diversified country in which a variety of traditional alcoholic beverages are consumed in different cultures and among ...
ARAK SEBAGAI PRODUK LOKAL DALAM MENDUKUNG DESA TRI EKA BUANA MENUJU DESA WISATA
ARAK SEBAGAI PRODUK LOKAL DALAM MENDUKUNG DESA TRI EKA BUANA MENUJU DESA WISATA
Arak adalah minuman beralkohol suling jenis minuman keras yang biasanya diproduksi di Negara Negara Asia Tenggara dan Asia Selatan. Arak terbuat dari fermentasi kelapa, tebu dan bi...
Gambaran Eritrosit Pada Sediaan Apusan Darah Tepi Peminum Alcohol Di Desa Gattareng Kabupaten Bulukumba
Gambaran Eritrosit Pada Sediaan Apusan Darah Tepi Peminum Alcohol Di Desa Gattareng Kabupaten Bulukumba
Penelitian ini Belatar Belakang Sel darah merah atau eritrosit merupakan sel darah dengan jumlah yang paling banyak dalam tubuh manusia. Fungsi utama eritrosit adalah mengankut oks...
Provocative Tests in Diagnosis of Thoracic Outlet Syndrome: A Narrative Review
Provocative Tests in Diagnosis of Thoracic Outlet Syndrome: A Narrative Review
Abstract
Thoracic outlet syndrome (TOS) is a group of conditions caused by the compression of the neurovascular bundle within the thoracic outlet. It is classified into three main ...
SENI SOSIOLOGI DAKWAH DALAM UNDANG-UNDANG BERKAITAN ARAK DI MALAYSIA
SENI SOSIOLOGI DAKWAH DALAM UNDANG-UNDANG BERKAITAN ARAK DI MALAYSIA
Seluruh dunia mengakui kesan buruk arak terhadap kesihatan dan pembangunan sosial. Walaubagaimanapun, kehendak sesetengah cara hidup dalam budaya bagi sekelompok masyarakat tidak d...

