Javascript must be enabled to continue!
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN ANALYTHICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA CV. ANNET SOFA
View through CrossRef
Salah satu strategi perusahaan untuk dapat bertahan dan ungul dalam persaingan industri adalah dengan melakukan perbaikan kinerja supply chain. Perbaikan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran supply chain. Hasilnya dapat digunakan sebagai umpan balik yang memberikan informasi tentang kondisi pelaksanaan supply chain dan titik dimana perusahaan memerlukan penyesuaian dan perbaikan terhadap supply chain perusahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan pendapatan perusahaan. Pengukuran kinerja supply chain dilakukan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analythical Hierarchy Process (AHP). SCOR merupakan suatu model acuan proses untuk operasi supply chain yang mana terbagi kedalam lima proses manajemen dasar supply chain yaitu plan, source, make, deliver, dan return. Pada penggunaan AHP diperoleh bobot untuk masing-masing metrik pada level 1 hingga metrik kinerja. Pada penelitian ini, pengukuran dilakukan di CV Annet Sofa. Hasil dari perhitungan menunjukkan bahwa nilai pencapaian performansi supply chain CV.Annet Sofa secara keseluruhan adalah sebesar 74.31769 untuk skala 0 sampai dengan 100 yang menunjukkan bahwa kinerja supply chain CV. Annet Sofa termasuk dalam kategori baik (good). Adapun dari 28 metrik kerja yang diukur, terdapat 7 metrik yang belum mencapai target karena memperoleh nilai kinerja <60 sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan.
Lembaga Riset dan Inovasi, Universitas Muhammadiyah Sorong
Title: PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN ANALYTHICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA CV. ANNET SOFA
Description:
Salah satu strategi perusahaan untuk dapat bertahan dan ungul dalam persaingan industri adalah dengan melakukan perbaikan kinerja supply chain.
Perbaikan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran supply chain.
Hasilnya dapat digunakan sebagai umpan balik yang memberikan informasi tentang kondisi pelaksanaan supply chain dan titik dimana perusahaan memerlukan penyesuaian dan perbaikan terhadap supply chain perusahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan pendapatan perusahaan.
Pengukuran kinerja supply chain dilakukan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analythical Hierarchy Process (AHP).
SCOR merupakan suatu model acuan proses untuk operasi supply chain yang mana terbagi kedalam lima proses manajemen dasar supply chain yaitu plan, source, make, deliver, dan return.
Pada penggunaan AHP diperoleh bobot untuk masing-masing metrik pada level 1 hingga metrik kinerja.
Pada penelitian ini, pengukuran dilakukan di CV Annet Sofa.
Hasil dari perhitungan menunjukkan bahwa nilai pencapaian performansi supply chain CV.
Annet Sofa secara keseluruhan adalah sebesar 74.
31769 untuk skala 0 sampai dengan 100 yang menunjukkan bahwa kinerja supply chain CV.
Annet Sofa termasuk dalam kategori baik (good).
Adapun dari 28 metrik kerja yang diukur, terdapat 7 metrik yang belum mencapai target karena memperoleh nilai kinerja <60 sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN METODE SCOR & AHP DI PT KANISIUS
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN METODE SCOR & AHP DI PT KANISIUS
Abstract. PT Kanisius is a company engaged in the printing manufacturing industry that produces paper raw materials into printed media products. As a result of being too focused on...
Pengukuran Kinerja Supply Chain Management UKM Mina Indo Sejahtera dengan Model SCOR dan Perbandingan Berpasangan
Pengukuran Kinerja Supply Chain Management UKM Mina Indo Sejahtera dengan Model SCOR dan Perbandingan Berpasangan
Intisari— UKM Mina Indo Sejahtera merupakan UKM yang menjual produk frozen food yang praktis dan menyehatkan karena pengolahan produk dilakukan tanpa menggunakan penyedap rasa, tan...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Patient-level reclassification and discordance between SOFA and SOFA-2: a multicenter ICU study
Patient-level reclassification and discordance between SOFA and SOFA-2: a multicenter ICU study
Abstract
Background
The Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) score is widely used to quantify organ dysfunction in ...
Does SOFA-2 Improve Mortality Prediction in Sepsis? A Retrospective Single-Center Observational Cohort Study Comparing SOFA-1 and SOFA-2
Does SOFA-2 Improve Mortality Prediction in Sepsis? A Retrospective Single-Center Observational Cohort Study Comparing SOFA-1 and SOFA-2
Abstract
Background:
The Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) score has been wide...
Does SOFA-2 improve mortality prediction in sepsis? A retrospective single-center observational cohort study comparing SOFA-1 and SOFA-2
Does SOFA-2 improve mortality prediction in sepsis? A retrospective single-center observational cohort study comparing SOFA-1 and SOFA-2
Abstract
Background
The Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) score has been widely used for nearly three decades to...

