Javascript must be enabled to continue!
Makna Qanun Khalwat Bagi Wanita Aceh yang Berpacaran: Studi Fenomenologi
View through CrossRef
Qanun khalwat is a regulation made to regulate the interaction between women and men who are not mahrams, where both are not allowed to be in the same place without a mahram, which is often seen as a form of morality regulation in Acehnese society. However, data shows that adolescents or individuals in the emerging adulthood stage in Aceh continue to have dating relationships. It is recorded those adolescents with higher education or college and upper secondary education levels are known to have free sex behavior. This study aims to explore the meaning of the application of Qanun khalwat for Acehnese women involved in dating relationships. The research method used is qualitative research on phenomenological approaches. The data collection technique was carried out using semi-structured interviews. The participants in this study consisted of two students from Aceh. The results of the study show that the meaning of Qanun formed for Acehnese women who date is Qanun khalwat is positive but often creates a positive stigma in society so that it makes it uncomfortable.
AbstrakQanun khalwat merupakan peraturan yang dibuat untuk mengatur interaksi antara wanita dan pria yang bukan mahram, dimana keduanya tidak diperbolehkan berada dalam satu tempat tanpa mahram, yang sering kali dipandang sebagai bentuk pengaturan moralitas dalam masyarakat Aceh. Namun, data menunjukkan bahwa remaja ataupun individu di tahap emerging adulthood di Aceh tetap menjalani hubungan pacaran. Tercatat remaja dengan jenjang pendidikan tinggi atau mahasiswa dan jenjang pendidikan menengah atas diketahui memiliki perilaku free sex. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dari penerapan qanun khalwat bagi wanita Aceh yang terlibat dalam hubungan pacaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa yang berasal dari Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna qanun yang terbentuk bagi wanita Aceh yang berpacaran adalah qanun khalwat itu sebenarnya positif namun seringkali membuat stigma positif dimasyarakat sehingga membuat tidak nyaman.
Title: Makna Qanun Khalwat Bagi Wanita Aceh yang Berpacaran: Studi Fenomenologi
Description:
Qanun khalwat is a regulation made to regulate the interaction between women and men who are not mahrams, where both are not allowed to be in the same place without a mahram, which is often seen as a form of morality regulation in Acehnese society.
However, data shows that adolescents or individuals in the emerging adulthood stage in Aceh continue to have dating relationships.
It is recorded those adolescents with higher education or college and upper secondary education levels are known to have free sex behavior.
This study aims to explore the meaning of the application of Qanun khalwat for Acehnese women involved in dating relationships.
The research method used is qualitative research on phenomenological approaches.
The data collection technique was carried out using semi-structured interviews.
The participants in this study consisted of two students from Aceh.
The results of the study show that the meaning of Qanun formed for Acehnese women who date is Qanun khalwat is positive but often creates a positive stigma in society so that it makes it uncomfortable.
AbstrakQanun khalwat merupakan peraturan yang dibuat untuk mengatur interaksi antara wanita dan pria yang bukan mahram, dimana keduanya tidak diperbolehkan berada dalam satu tempat tanpa mahram, yang sering kali dipandang sebagai bentuk pengaturan moralitas dalam masyarakat Aceh.
Namun, data menunjukkan bahwa remaja ataupun individu di tahap emerging adulthood di Aceh tetap menjalani hubungan pacaran.
Tercatat remaja dengan jenjang pendidikan tinggi atau mahasiswa dan jenjang pendidikan menengah atas diketahui memiliki perilaku free sex.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dari penerapan qanun khalwat bagi wanita Aceh yang terlibat dalam hubungan pacaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi.
Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur.
Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa yang berasal dari Aceh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna qanun yang terbentuk bagi wanita Aceh yang berpacaran adalah qanun khalwat itu sebenarnya positif namun seringkali membuat stigma positif dimasyarakat sehingga membuat tidak nyaman.
Related Results
Pembatalan Qanun Aceh Melalui Executive Review Dan Judicial Review
Pembatalan Qanun Aceh Melalui Executive Review Dan Judicial Review
Abstrak: Qanun merupakan pengganti dari istilah peraturan daerah yang dikhususkan untuk Provinsi Aceh sebagai salah satu bentuk otonomi khusus. Di dalam hierarki peraturan perundan...
SANKSI BAGI PELAKU ZINA
SANKSI BAGI PELAKU ZINA
Penalties for adulterers have been regulated by law in a number of countries with their respective sanctions. One such arrangement is through Aceh Qanun No. 6 of 2014 concerning th...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Tinjauan Yuridis Tentang Dualisme Kewenangan Penyelesaian Tindak Pidana Kekerasan Seksual Yang Dilakukan Oleh Anak (Kajian Hukum Di Provinsi Aceh)
Tinjauan Yuridis Tentang Dualisme Kewenangan Penyelesaian Tindak Pidana Kekerasan Seksual Yang Dilakukan Oleh Anak (Kajian Hukum Di Provinsi Aceh)
Pemberlakuan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Qanun Jinayat turut mempengaruhi sistem peradilan pidana anak di Aceh, dimana sebelumnya perkara anak yang berkonflik dengan hukum dip...
Penegakan Hukum Qanun Jinayat di Aceh Kaitannya dengan Pluralisme Hukum
Penegakan Hukum Qanun Jinayat di Aceh Kaitannya dengan Pluralisme Hukum
Aceh merupakan provinsi yang mempunyai beberapa sistem penegakan hukum di Indonesia. Kemajemukan (pluralisme) sistem penegakan hukum di Aceh dipengaruhi oleh keberagaman suku, nila...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
The problems contained in the problem formulation are (1) What is the vision and mission of Aceh TV. And how Aceh TV realizes the vision and mission. (2) What programs are aired by...

