Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGUNAAN SANDAL KAYU UNTUK PEMERIKSAAN LAYANAN KUNJUNGAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BATAM

View through CrossRef
Latar Belakang : Penyelundupan narkoba di Lapas menjadi masalah serius, salah satunya melalui sandal pengunjung. Keterbatasan sarana, prasarana, dan SDM di Lapas Kelas IIA Batam memperumit pengawasan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan merancang inovasi keamanan dengan penggunaan sandal kayu untuk mencegah penyelundupan narkoba serta meningkatkan efektivitas pemeriksaan di layanan kunjungan. Metode : Metode yang digunakan meliputi observasi, konsultasi dengan mentor, perancangan desain, pembuatan sandal kayu oleh warga binaan, dan implementasi di Lapas Kelas IIA Batam. Hasil dan Pembahasan : Implementasi sandal kayu sebagai standar bagi pengunjung Lapas Kelas IIA Batam telah berjalan dengan baik. Inovasi ini tidak hanya mempermudah pemeriksaan oleh petugas, tetapi juga mengurangi risiko penyelundupan narkoba melalui alas kaki. Selain itu, program ini berkontribusi pada pembinaan keterampilan warga binaan dalam pembuatan sandal kayu, yang dapat menjadi peluang usaha pasca pembebasan. Sandal kayu juga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk kerajinan untuk dipasarkan secara luas. Kesimpulan : Penggunaan sandal kayu di Lapas Kelas IIA Batam terbukti menjadi langkah inovatif dalam meningkatkan keamanan serta mencegah penyelundupan narkoba melalui alas kaki. Program ini juga memberikan manfaat tambahan dalam hal pemberdayaan warga binaan dan pengembangan keterampilan kerja. Namun, untuk keberlanjutan program ini, perlu dilakukan peningkatan kualitas produk agar lebih nyaman digunakan serta adanya dukungan regulasi yang memperkuat implementasi kebijakan ini di berbagai lapas lainnya.
Title: PENGGUNAAN SANDAL KAYU UNTUK PEMERIKSAAN LAYANAN KUNJUNGAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BATAM
Description:
Latar Belakang : Penyelundupan narkoba di Lapas menjadi masalah serius, salah satunya melalui sandal pengunjung.
Keterbatasan sarana, prasarana, dan SDM di Lapas Kelas IIA Batam memperumit pengawasan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan merancang inovasi keamanan dengan penggunaan sandal kayu untuk mencegah penyelundupan narkoba serta meningkatkan efektivitas pemeriksaan di layanan kunjungan.
Metode : Metode yang digunakan meliputi observasi, konsultasi dengan mentor, perancangan desain, pembuatan sandal kayu oleh warga binaan, dan implementasi di Lapas Kelas IIA Batam.
Hasil dan Pembahasan : Implementasi sandal kayu sebagai standar bagi pengunjung Lapas Kelas IIA Batam telah berjalan dengan baik.
Inovasi ini tidak hanya mempermudah pemeriksaan oleh petugas, tetapi juga mengurangi risiko penyelundupan narkoba melalui alas kaki.
Selain itu, program ini berkontribusi pada pembinaan keterampilan warga binaan dalam pembuatan sandal kayu, yang dapat menjadi peluang usaha pasca pembebasan.
Sandal kayu juga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk kerajinan untuk dipasarkan secara luas.
Kesimpulan : Penggunaan sandal kayu di Lapas Kelas IIA Batam terbukti menjadi langkah inovatif dalam meningkatkan keamanan serta mencegah penyelundupan narkoba melalui alas kaki.
Program ini juga memberikan manfaat tambahan dalam hal pemberdayaan warga binaan dan pengembangan keterampilan kerja.
Namun, untuk keberlanjutan program ini, perlu dilakukan peningkatan kualitas produk agar lebih nyaman digunakan serta adanya dukungan regulasi yang memperkuat implementasi kebijakan ini di berbagai lapas lainnya.

Related Results

Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
Dampak Over Kapasitas Terhadap Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Bogor
Dampak Over Kapasitas Terhadap Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Bogor
Lapas perlu melindungi warga binaan selayaknya manusia atau warga negara pada umumnya, tidak boleh ada asumsi bahwa lapas adalah tempat bagi narapidana yang merupakan tempat untuk ...
SISTEM PRODUKSI SANDAL SANDRIA TASIKMALAYA
SISTEM PRODUKSI SANDAL SANDRIA TASIKMALAYA
Kemajuan teknologi yang serba cepat dari akhir abad ke-20 dan pembukaan pasar di seluruh dunia melalui berbagai perjanjian perdagangan memotivasi perusahaan-perusahaan untuk melunc...
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN
Sistem pembinaan bagi narapidana telah berubah dari sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan, perusahaan dari rumah penjara menjadi Lembaga Pemasyarakatan, bukan semata-mat...
STRATEGI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI KOTA BATAM
STRATEGI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI KOTA BATAM
Batam telah menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Sejak dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), Pulau Batam telah be...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta kons...

Back to Top