Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH SUHU DAN KELEMBAPAN TERHADAP NILAI SETTING TIME PADA SEMEN PCC (PORTLAND COMPOSITE CEMENT) DAN OPC (ORDINARY PORTLAND CEMENT)

View through CrossRef
Suhu dan kelembapan adalah faktor penting dalam proses pengeringan dan pengerasan semen. Suhu dalam proses pengerasan berkisar antara 10°C hingga 35°C dengan kelembapan relatif 40% hingga 60%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan kelembapan terhadap nilai setting time awal dan akhir pada semen OPC dan PCC di lima kondisi lingkungan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kelembapan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pengerasan semen, baik untuk PCC maupun OPC. Sebaliknya, semakin rendah kelembapan, semakin cepat waktu pengerasan terjadi. Pada peningkatan waktu setting time awal, semen PCC menunjukkan kenaikan sebesar 38,5%, sedangkan semen OPC sebesar 37,5%. Untuk waktu setting time akhir, semen OPC mengalami peningkatan yang lebih signifikan sebesar 41,65%, dibandingkan PCC yang hanya 25%. Hal ini menunjukkan bahwa semen OPC memiliki waktu ikat akhir yang lebih cepat dan relatif kurang dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan dibandingkan PCC. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu dan kelembapan secara signifikan mempengaruhi waktu ikat semen, dengan variasi efek yang berbeda antara semen OPC dan PCC.
Title: PENGARUH SUHU DAN KELEMBAPAN TERHADAP NILAI SETTING TIME PADA SEMEN PCC (PORTLAND COMPOSITE CEMENT) DAN OPC (ORDINARY PORTLAND CEMENT)
Description:
Suhu dan kelembapan adalah faktor penting dalam proses pengeringan dan pengerasan semen.
Suhu dalam proses pengerasan berkisar antara 10°C hingga 35°C dengan kelembapan relatif 40% hingga 60%.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan kelembapan terhadap nilai setting time awal dan akhir pada semen OPC dan PCC di lima kondisi lingkungan yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kelembapan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pengerasan semen, baik untuk PCC maupun OPC.
Sebaliknya, semakin rendah kelembapan, semakin cepat waktu pengerasan terjadi.
Pada peningkatan waktu setting time awal, semen PCC menunjukkan kenaikan sebesar 38,5%, sedangkan semen OPC sebesar 37,5%.
Untuk waktu setting time akhir, semen OPC mengalami peningkatan yang lebih signifikan sebesar 41,65%, dibandingkan PCC yang hanya 25%.
Hal ini menunjukkan bahwa semen OPC memiliki waktu ikat akhir yang lebih cepat dan relatif kurang dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan dibandingkan PCC.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu dan kelembapan secara signifikan mempengaruhi waktu ikat semen, dengan variasi efek yang berbeda antara semen OPC dan PCC.

Related Results

PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
Proses produksi semen menggunakan bahan baku yang berasal dari tambang yang digunakan untuk proses produksi semen yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi dengan ko...
PERILAKU KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH GAMBUT DENGAN TAMBAHAN PORTLAND CEMENT
PERILAKU KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH GAMBUT DENGAN TAMBAHAN PORTLAND CEMENT
Indonesia has 33.4 million hectares of swamp land spread across Sumatra, Kalimantan, and Papua. The soil in swamp land is generally peat soil, which has low bearing capacity. One m...
Semen Production and Semen Quality of Mehsana Buffalo Breed Under Semiarid Climatic Conditions of Organized Semen Station in India
Semen Production and Semen Quality of Mehsana Buffalo Breed Under Semiarid Climatic Conditions of Organized Semen Station in India
Abstract Semen production data comprising of 55071 ejaculates of 144 bulls from Mehsana buffalo breed was analysed. The traits under study were semen volume, sperm concentr...
Review: Pengaruh Pakan Terhadap Kualitas Semen Ayam
Review: Pengaruh Pakan Terhadap Kualitas Semen Ayam
ABSTRAKSemen adalah cairan yang dikeluarkan oleh organ kelamin ternak jantan yang secara normal diejakulasikan ke dalam saluran reproduksi ternak betina melalui kopulasi. Evaluasi ...
Pengaruh Jenis Semen Pada Karakteristik Mekanis Tanah Ekspansif
Pengaruh Jenis Semen Pada Karakteristik Mekanis Tanah Ekspansif
Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki karakteristik tanah ekspansif dengan menambah bahan pozzolan untuk meningkatkan kekuatan mekanis tanah. Penelitian in...
KAJIAN PENGGUNAAN SEMEN PORTLAND KOMPOSIT UNTUK BETON
KAJIAN PENGGUNAAN SEMEN PORTLAND KOMPOSIT UNTUK BETON
Semen Portland Komposit atau Portland Composite Cement (PCC) merupakan jenis semen produk baru yang penggunaannya telah beredar di berbagai pelosok daerah terutama di Pulau Jawa. J...

Back to Top