Javascript must be enabled to continue!
Penatalaksanaan Selulitis Periorbital Akibat Abses Gigi pada Anak
View through CrossRef
Selulitis orbital merupakan komplikasi infeksi gigi yang jarang namun serius dan jika tidak diobati dapat berkembang menjadi kebutaan, trombosis sinus kavernosus, meningitis, empiema subdural, abses otak dan kematian. Kesadaran akan kemungkinan penyebaran infeksi odontogenik ke rongga mata sangatlah penting, sehingga pengobatan yang tepat dapat dimulai sedini mungkin. Dilaporkan kasus seorang anak perempuan berusia tiga tahun lima bulan datang dengan riwayat pembengkakan periorbital kanan progresif selama tiga hari yang berhubungan dengan demam ringan. Pembengkakan pertama kali muncul di daerah perioral kanan atas, meluas ke atas hingga ke pipi kanan dan kelopak mata kanan bawah. Namun, tidak ada mata merah yang diamati, juga tidak ada cairan berair, mata, telinga, atau hidung. Tidak ada riwayat trauma. Pemeriksaan intraoral pada area kanan atas menunjukkan elemen 52 sisa akar, 53 pulpitis ireversibel dan 54 nekrosis pulpa dengan atas pulpa belum terbuka. Oral Hygiene buruk pada area gigi 54 didapati mukobukalfold naik dan kemerahan, sehingga gigi 54 menjadi suspect penyebab infeksi odontogenic. Terapi yang diberikan adalah dilakukan pengangkatan atap pulpa pada gigi 54 dan medikamentosa berupa infus cairan D5, injeksi intravena ceftriaxone, santalgesik, ranitidine dan dexamethasone. Terjadi perbaikan signifikan paska 3 hari perawatan. Selulitis periorbital pada kasus ini merupakan kasus odontogenic yang dapat menjadi fatal bila tidak ditangani dengan baik. kasus ini menujukkan betapa pentingnya perawatan pada gigi sulung anak.
Title: Penatalaksanaan Selulitis Periorbital Akibat Abses Gigi pada Anak
Description:
Selulitis orbital merupakan komplikasi infeksi gigi yang jarang namun serius dan jika tidak diobati dapat berkembang menjadi kebutaan, trombosis sinus kavernosus, meningitis, empiema subdural, abses otak dan kematian.
Kesadaran akan kemungkinan penyebaran infeksi odontogenik ke rongga mata sangatlah penting, sehingga pengobatan yang tepat dapat dimulai sedini mungkin.
Dilaporkan kasus seorang anak perempuan berusia tiga tahun lima bulan datang dengan riwayat pembengkakan periorbital kanan progresif selama tiga hari yang berhubungan dengan demam ringan.
Pembengkakan pertama kali muncul di daerah perioral kanan atas, meluas ke atas hingga ke pipi kanan dan kelopak mata kanan bawah.
Namun, tidak ada mata merah yang diamati, juga tidak ada cairan berair, mata, telinga, atau hidung.
Tidak ada riwayat trauma.
Pemeriksaan intraoral pada area kanan atas menunjukkan elemen 52 sisa akar, 53 pulpitis ireversibel dan 54 nekrosis pulpa dengan atas pulpa belum terbuka.
Oral Hygiene buruk pada area gigi 54 didapati mukobukalfold naik dan kemerahan, sehingga gigi 54 menjadi suspect penyebab infeksi odontogenic.
Terapi yang diberikan adalah dilakukan pengangkatan atap pulpa pada gigi 54 dan medikamentosa berupa infus cairan D5, injeksi intravena ceftriaxone, santalgesik, ranitidine dan dexamethasone.
Terjadi perbaikan signifikan paska 3 hari perawatan.
Selulitis periorbital pada kasus ini merupakan kasus odontogenic yang dapat menjadi fatal bila tidak ditangani dengan baik.
kasus ini menujukkan betapa pentingnya perawatan pada gigi sulung anak.
Related Results
Infeksi odontogenik: phlegmon dan selulitis
Infeksi odontogenik: phlegmon dan selulitis
Infeksi gigi merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Infeksi gigi terdapat yang ringan dan juga ada yang berkembang menjadi komplikasi serius dan fatal. Phlegmon dan se...
Hubungan Perilaku Menyikat Gigi dengan Kejadian Abrasi Gigi
Hubungan Perilaku Menyikat Gigi dengan Kejadian Abrasi Gigi
Abstract: Tooth abrasion is the loss of tooth structure resulting from clinically abnormal mechanical wear with further risk of fracture in the cervical region of the tooth. Tooth ...
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KASUS ABSES GIGI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KASUS ABSES GIGI
Kondisi kesehatan tubuh termasuk gigi dan mulut menjadi bagian komponen penting yang dimiliki individu. Permasalahan kesehatan gigi seperti abses gigi yang dialami masyarakat Indon...
HUBUNGAN POLA MENYIKAT GIGI DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR
HUBUNGAN POLA MENYIKAT GIGI DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR
ABSTRAK: Menyikat gigi secara baik dan benar merupakan faktor yang penting untuk pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut juga di...
Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Latar belakang. Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) semakin lama semakin meningkat. Menurut DepKes RI 2010 8,3 juta. Ditinjau dari sudut pandang kebutuhan akan pelayanan kese...
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
Riset kesehatan dasar tahun 2007 menyebutkan 72,1% penduduk Indonesia terkena karies gigi. Karies gigi adalah suatu proses patologis jaringan keras gigi (email dan dentin) yang ter...
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI
Abstract: Plaque control is an attempt to remove and prevent the plaque accumulation on the tooth surface. Brushing teeth is an effective method in controlling plaque. Plaque contr...

