Javascript must be enabled to continue!
Infeksi odontogenik: phlegmon dan selulitis
View through CrossRef
Infeksi gigi merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Infeksi gigi terdapat yang ringan dan juga ada yang berkembang menjadi komplikasi serius dan fatal. Phlegmon dan selulitis termasuk dalam komplikasi dari infeksi gigi. Jika tidak segera dilakukan perawatan khusus dengan tepat, dapat menjadi berbahaya dan fatal. Oleh karena itu, memahami prinsip pengelolaan phlegmon dan selulitis merupakan hal yang penting bagi para praktisi.Infeksi odontogenik merupakan salah satu patologi yang paling umum terjadi di daerah mulut dan maksilofasial. Infeksi biasanya berkembang melalui tiga fase: inokulasi, selulitis, dan pembentukan abses. Selulitis wajah yang berasal dari gigi adalah peradangan pada jaringan adiposa seluler yang terletak pada rongga-rongga yang mengelilingi rahang bawah dan rahang atas, yang berkembang dari daerah yang mengalami infeksi gigi. Selain itu, phlegmon dasar mulut atau yang biasa disebut dengan Ludwig’s angina juga merupakan salah satu komplikasi infeksi odontogenik. Phlegmon dasar mulut merupakan selulitis supuratif difus akut yang menyebar terutama pada jaringan ikat longgar, yang dimulai dari ruang submandibular. Infeksi odontogenik seperti selulitis dan phlegmon merupakan salah satu keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh dokter gigi. Penatalaksanaan yang diperlukan pada selulitis yaitu dengan menghilangkan penyebab infeksi, dan melakukan drainase bedah. Selain itu, penatalaksanaan pada kasus phlegmon dilakukan dengan cara menjaga pernapasan, terapi antibiotik agresif dan dekompresi ruang submental, sublingual dan submandibular.
Title: Infeksi odontogenik: phlegmon dan selulitis
Description:
Infeksi gigi merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat.
Infeksi gigi terdapat yang ringan dan juga ada yang berkembang menjadi komplikasi serius dan fatal.
Phlegmon dan selulitis termasuk dalam komplikasi dari infeksi gigi.
Jika tidak segera dilakukan perawatan khusus dengan tepat, dapat menjadi berbahaya dan fatal.
Oleh karena itu, memahami prinsip pengelolaan phlegmon dan selulitis merupakan hal yang penting bagi para praktisi.
Infeksi odontogenik merupakan salah satu patologi yang paling umum terjadi di daerah mulut dan maksilofasial.
Infeksi biasanya berkembang melalui tiga fase: inokulasi, selulitis, dan pembentukan abses.
Selulitis wajah yang berasal dari gigi adalah peradangan pada jaringan adiposa seluler yang terletak pada rongga-rongga yang mengelilingi rahang bawah dan rahang atas, yang berkembang dari daerah yang mengalami infeksi gigi.
Selain itu, phlegmon dasar mulut atau yang biasa disebut dengan Ludwig’s angina juga merupakan salah satu komplikasi infeksi odontogenik.
Phlegmon dasar mulut merupakan selulitis supuratif difus akut yang menyebar terutama pada jaringan ikat longgar, yang dimulai dari ruang submandibular.
Infeksi odontogenik seperti selulitis dan phlegmon merupakan salah satu keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh dokter gigi.
Penatalaksanaan yang diperlukan pada selulitis yaitu dengan menghilangkan penyebab infeksi, dan melakukan drainase bedah.
Selain itu, penatalaksanaan pada kasus phlegmon dilakukan dengan cara menjaga pernapasan, terapi antibiotik agresif dan dekompresi ruang submental, sublingual dan submandibular.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penatalaksanaan Selulitis Periorbital Akibat Abses Gigi pada Anak
Penatalaksanaan Selulitis Periorbital Akibat Abses Gigi pada Anak
Selulitis orbital merupakan komplikasi infeksi gigi yang jarang namun serius dan jika tidak diobati dapat berkembang menjadi kebutaan, trombosis sinus kavernosus, meningitis, empie...
DERAJAD EOSINOFILIA PADA PENDERITA INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH)
DERAJAD EOSINOFILIA PADA PENDERITA INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH)
Soil-Transmitted Helminth (STH) menginfeksi lebih dari satu milyar orang di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi STH di beberapa tempat juga masih tinggi, ada diantaranya dengan...
Prosedur Pemeriksaan Radiografi Vertebrae Cervical pada Kasus Phlegmon di Instalasi Radiologi RSUD Kota Yogyakarta
Prosedur Pemeriksaan Radiografi Vertebrae Cervical pada Kasus Phlegmon di Instalasi Radiologi RSUD Kota Yogyakarta
Phlegmon is a serious infection affecting the maxillofacial area. Cases of phlegmon cause more than 50% mortality before the development of antibiotics, and 90% are due to acute in...
Risiko Infeksi COVID-19 pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit dengan Riwayat Infeksi atau Vaksinasi COVID-19: Systematic Review
Risiko Infeksi COVID-19 pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit dengan Riwayat Infeksi atau Vaksinasi COVID-19: Systematic Review
Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun mengakibatkan beban signifikan kepada rumah sakit dan tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan virus SARS-COV-2 te...
Perbandingan Kemampuan Kriteria WHO 1997 dan Klasifikasi DENCO dalam Diagnosis dan Klasifikasi Infeksi Dengue
Perbandingan Kemampuan Kriteria WHO 1997 dan Klasifikasi DENCO dalam Diagnosis dan Klasifikasi Infeksi Dengue
Latar belakang. Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, spektrum klinis infeksi dengue semakin luas danbervariasi yang diikuti oleh beberapa klasifikasi infeksi dengue baru. Seja...
HUBUNGAN SIRKUMSIS DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK SEKOLAH DASAR
HUBUNGAN SIRKUMSIS DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Abstrak: Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan adanya infeksi (ada pertumbuhan dan perkembangan bakteri) dalam saluran kemih yang meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai in...

