Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Aktivitas Bakteri Keratinolitik Sebagai Penghasil Biosurfaktan

View through CrossRef
ABSTRAKBiosurfaktan banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi dan dapat diaplikasikan dalam berbagai industri seperti farmasi, obat-obatan, biomedis, kosmetik, oleokimia, produksi asam lemak dan turunannya, deterjen, penyamakan kulit, petrokimia dan minyak bumi. Penggunaan surfaktan dalam berbagai industri dapat menyebabkan masalah dalam penggunaannya karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai (non biodegradable). Berdasarkan hal tersebut perlu mencari sumber surfaktan yang aman bagi lingkungan seperti biosurfaktan yang berasal dari mikroorganisme, salah satunya bakteri keratinolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari sumber penghasil biosurfaktan dari isolat bakteri keratinolitik menggunakan teknik metode oil displacement dan emulsifikasi. Teknik pengujian aktivitas biosurfaktan dengan metode oil displacement dilakukan untuk mengukur zona perpindahan minyak untuk mendapatkan nilai oil displacement area (ODA), dan metode emulsifikasi dilakukan untuk menentukan nilai indeks emulsifikasi (IE24). Dari hasil pengujian biosurfaktan pada masing-masing isolat bakteri keratinolitik diperoleh nilai ODA sebesar 38.0 dan 15.0 mm dan EI24 sebesar 20 dan 15% untuk masing-masing isolat bakteri. Aktivitas biosurfaktan yang diperolah pada pengujian oil displacement seiring dengan hasil yang diperoleh pada pengujian emulsifikasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bakteri keratinolitik mampu menghasilkan biosurfaktan meskipun nilainya kecil.Kata Kunci: bakteri keratinolitik, biosurfaktan, indeks emulsifikasi, oil displacement.
Title: Uji Aktivitas Bakteri Keratinolitik Sebagai Penghasil Biosurfaktan
Description:
ABSTRAKBiosurfaktan banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi dan dapat diaplikasikan dalam berbagai industri seperti farmasi, obat-obatan, biomedis, kosmetik, oleokimia, produksi asam lemak dan turunannya, deterjen, penyamakan kulit, petrokimia dan minyak bumi.
Penggunaan surfaktan dalam berbagai industri dapat menyebabkan masalah dalam penggunaannya karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai (non biodegradable).
Berdasarkan hal tersebut perlu mencari sumber surfaktan yang aman bagi lingkungan seperti biosurfaktan yang berasal dari mikroorganisme, salah satunya bakteri keratinolitik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari sumber penghasil biosurfaktan dari isolat bakteri keratinolitik menggunakan teknik metode oil displacement dan emulsifikasi.
Teknik pengujian aktivitas biosurfaktan dengan metode oil displacement dilakukan untuk mengukur zona perpindahan minyak untuk mendapatkan nilai oil displacement area (ODA), dan metode emulsifikasi dilakukan untuk menentukan nilai indeks emulsifikasi (IE24).
Dari hasil pengujian biosurfaktan pada masing-masing isolat bakteri keratinolitik diperoleh nilai ODA sebesar 38.
0 dan 15.
0 mm dan EI24 sebesar 20 dan 15% untuk masing-masing isolat bakteri.
Aktivitas biosurfaktan yang diperolah pada pengujian oil displacement seiring dengan hasil yang diperoleh pada pengujian emulsifikasi.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bakteri keratinolitik mampu menghasilkan biosurfaktan meskipun nilainya kecil.
Kata Kunci: bakteri keratinolitik, biosurfaktan, indeks emulsifikasi, oil displacement.

Related Results

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Abstrak Protease merupakan enzim yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein. Enzim ini biasa dimanfaatkan dalam industri pangan, pertanian, medis hingga membantu dalam proses...
PENAPISAN AKTIVITAS AMILOLITIK DAN ANTIBAKTERI DARI BAKTERI SEDIMEN PERAIRAN PULAU LEMUKUTAN
PENAPISAN AKTIVITAS AMILOLITIK DAN ANTIBAKTERI DARI BAKTERI SEDIMEN PERAIRAN PULAU LEMUKUTAN
Resistansi bakteri saat ini menjadi permasalahan dalam bidang kesehatan. Hal ini dikarena meningkatnya Multiple Drug Resistance (MDR) oleh bakteri patogen. Oleh karena itu, perlu d...
Kontribusi Dispersan Kimiawi dan Biosurfaktan Terhadap Biodegradasi Minyak Bumi
Kontribusi Dispersan Kimiawi dan Biosurfaktan Terhadap Biodegradasi Minyak Bumi
Tumpahan minyak mentah di laut telah menjadi permasalahan lingkungan yang serius. Penggunaan surfaktan sebagai salah satu solusi atas tumpahan minyak tersebut. Surfaktan bertindak ...
Potential of Endophytic Bacterial Isolates from Meniran Plants (Phyllanthus niruri L. ) as Antibacterials that Cause Diarrhea
Potential of Endophytic Bacterial Isolates from Meniran Plants (Phyllanthus niruri L. ) as Antibacterials that Cause Diarrhea
Abstrak : Tanaman meniran (Phylanthus niruri L.) dimanfaatkan dibeberapa daerah sebagai obat diare. Pada masyarakat didaerah Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat, s...
Identifikasi Bakteri yang Menguntungkan dan Merugikan dari Dengke Naniura
Identifikasi Bakteri yang Menguntungkan dan Merugikan dari Dengke Naniura
Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan bagi manusia. Bakteri yang menguntungkan sebaiknya dipertahankan karena dapat memberi berbagai manfaat. Keberadaan bakteri yan...
ANALISIS PERMODELAN DINAMIS KELIMPAHAN BAKTERI Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANAME, Litopenaeus vannamei
ANALISIS PERMODELAN DINAMIS KELIMPAHAN BAKTERI Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANAME, Litopenaeus vannamei
Vibrio sp. adalah jenis bakteri patogen yang banyak ditemui pada tambak budidaya udang. Spesies bakteri ini banyak menyerang udang vaname hingga menimbulkan mortalitas. Tujuan dari...
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Simbion Spons Axinella sp. Penghasil Enzim Ekstraseluler Di Kawasan Teluk Tomini Sebagai Antibakteri
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Simbion Spons Axinella sp. Penghasil Enzim Ekstraseluler Di Kawasan Teluk Tomini Sebagai Antibakteri
Mikroba simbion adalah mikroba yang hidup menetap pada suatu inang, dan biasanya menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti inangnya serta sebagai sumber enzim ekstraseluler s...

Back to Top