Javascript must be enabled to continue!
Rancang Bangun Autoklaf untuk Mengonversi Bahan Padat Menjadi Katalis
View through CrossRef
Dalam sebuah percobaan tertentu, terkadang diperlukan kondisi proses pada suhu di atas 100oC dan tekanan di atas 1 atm, hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan reaktor biasa. Sehubungan dengan itu permasalahan yang timbul adalah bagaimana rancang bangun peralatan autoklaf serta rangkaian dimensinya agar dapat digunakan dalam kondisi temperatur di atas 100oC dan tekanan di atas 1 atmosfir. Dalam rancangan autoklaf ini dilakukan penelitian dengan bahan Silika 300 gram, NaOH 300 ml, dan aquades 300 ml yang selanjutnya dilakukan proses pemanasan dan pengadukan di dalam autoklaf selama 4, 6, 8, dan 12 jam. Terjadi kenaikan kadar perbandingan S/A (Silika Alumina) seiring berjalannya waktu pemanasan dan pengadukan dalam autoklaf. Di mana kadar S/A pada sampel yang diproses selama 8 jam menunjukkan hasil yang mendekati kadar katalis ZSM-5 (30%), yaitu sebesar 26,57%. Sehingga waktu pemanasan yang baik dan pengadukan yang stabil selama lebih dari 8 jam akan mendapatkan kadar S/A mencapai 30%. Dapat dibuktikan setelah 12 jam mampu mencapai angka 49,41%. Waktu pemanasan yang melebihi 12 jam dan pengadukan yang tidak konstan dapat mempengaruhi perubahan struktur kritalisasi.
Title: Rancang Bangun Autoklaf untuk Mengonversi Bahan Padat Menjadi Katalis
Description:
Dalam sebuah percobaan tertentu, terkadang diperlukan kondisi proses pada suhu di atas 100oC dan tekanan di atas 1 atm, hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan reaktor biasa.
Sehubungan dengan itu permasalahan yang timbul adalah bagaimana rancang bangun peralatan autoklaf serta rangkaian dimensinya agar dapat digunakan dalam kondisi temperatur di atas 100oC dan tekanan di atas 1 atmosfir.
Dalam rancangan autoklaf ini dilakukan penelitian dengan bahan Silika 300 gram, NaOH 300 ml, dan aquades 300 ml yang selanjutnya dilakukan proses pemanasan dan pengadukan di dalam autoklaf selama 4, 6, 8, dan 12 jam.
Terjadi kenaikan kadar perbandingan S/A (Silika Alumina) seiring berjalannya waktu pemanasan dan pengadukan dalam autoklaf.
Di mana kadar S/A pada sampel yang diproses selama 8 jam menunjukkan hasil yang mendekati kadar katalis ZSM-5 (30%), yaitu sebesar 26,57%.
Sehingga waktu pemanasan yang baik dan pengadukan yang stabil selama lebih dari 8 jam akan mendapatkan kadar S/A mencapai 30%.
Dapat dibuktikan setelah 12 jam mampu mencapai angka 49,41%.
Waktu pemanasan yang melebihi 12 jam dan pengadukan yang tidak konstan dapat mempengaruhi perubahan struktur kritalisasi.
Related Results
ANALISIS KARAKTERISTIK FUNGSI ZEOLIT ALAM AKTIF SEBAGAI KATALIS SETELAH DIIMPREGNASI LOGAM NIKEL
ANALISIS KARAKTERISTIK FUNGSI ZEOLIT ALAM AKTIF SEBAGAI KATALIS SETELAH DIIMPREGNASI LOGAM NIKEL
Catalytic cracking adalah proses konversi dengan memotong rantai karbon molekul minyak menjadi hidrokarbon sederhana. Proses pemutusan rantai hidrokarbon bisa dilakukan dengan cara...
Evaluasi performa katalis pada low temperature shift converter (LTSC) di pabrik ammonia
Evaluasi performa katalis pada low temperature shift converter (LTSC) di pabrik ammonia
Low temperature shift converter (LTSC) 104-D2 di pabrik Ammonia P-IV merupakan unit untuk purifikasi yang berfungsi untuk mengkonversikan kandungan CO pada Syn gas menjadi CO2. Hal...
REVIEW: PEMBUATAN BIODIESEL DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS BERBAHAN LIMBAH TULANG
REVIEW: PEMBUATAN BIODIESEL DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS BERBAHAN LIMBAH TULANG
Di antara berbagai sumber energi terbarukan, biodiesel merupakan kandidat yang menjanjikan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Biodiesel dihasilkan dari reaksi transesterifikasi ...
Studi Kualitatif Deskriptif : Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Beberapa Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sukabumi dan Kota Depok
Studi Kualitatif Deskriptif : Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Beberapa Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sukabumi dan Kota Depok
Latar Belakang : Limbah medis sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) perlu dilakukan pengelolaan terpadu karena dapat menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia, makhluk ...
Derajat Keasaman, Densitas Kamba, Dan Warna Tepung Komposit Termodifikasi Dengan Variasi Suhu Dan Waktu Autoklaf
Derajat Keasaman, Densitas Kamba, Dan Warna Tepung Komposit Termodifikasi Dengan Variasi Suhu Dan Waktu Autoklaf
Tepung komposit dibuat dengan menggunakan proporsi 10% tepung rumput laut merah, 40% tepung tulang ikan tuna sirip kuning, dan 50% tepung tempe koro pedang. Selanjutnya, tepung ko...
Studi Pengaruh Rasio Logam Prekursor Mo/Ni terhadap Karakter Keasaman dan Morfologi Katalis K-Ni-Mo/ZAA
Studi Pengaruh Rasio Logam Prekursor Mo/Ni terhadap Karakter Keasaman dan Morfologi Katalis K-Ni-Mo/ZAA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keasaman dan morfologi karakter katalis K-Ni-Mo/ZAA pada berbagai rasio logam prekursor Mo/Ni. Tahapan penelitian meliputi aktivasi zeolit...
Pengaruh Pemberian Infusa Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus, Lour) Terhadap Performa Broiler
Pengaruh Pemberian Infusa Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus, Lour) Terhadap Performa Broiler
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun bangun-bangun terhadap performa ayam pedaging. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 5 (lima) per...
PENGARUH NILAI KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN KATALIS DAN NON KATALIS
PENGARUH NILAI KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN KATALIS DAN NON KATALIS
Beton merupakan campuran material yang terdiri dari semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Beton sendiri harus memenuhi persyaratan karena sifat beton sendiri akan mengalami ...

