Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimasi Catalytic Converter dan Bahan Bakar Biogasoline Terhadap Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor 4 Langkah Dengan Metode Taguchi

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan dan bentuk katalis pada catalytic converter serta mendapatkan perbandingan bahan bakar ethanol dan bensin (biogasoline) yang optimal dalam mengurangi emisi gas buang pada sepeda motor 4 langkah injeksi, menggunakan metode Taguchi. Penelitian ini menggunakan Robust Design dengan 3 faktor dan 3 level faktor, yaitu : A (Bahan katalis level faktornya baja, kuningan, dan tembaga), B (Bentuk katalis level faktornya spiral, jaring laba – laba, dan sarang lebah), C (biogasoline level faktornya perbandingan 70:30, 75:25, dan 80:20). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan yang optimal untuk menurunkan emisi carbon monoksida (CO) adalah katalis berbahan kuningan, berbentuk jaring laba – laba, bahan bakar biogasoline perbandingan 70:30, yaitu 0,91% dan faktor paling berpengaruh adalah bahan bakar yaitu 28,21%, dan yang optimal pada emisi hydrocarbon (HC) adalah katalis berbahan baja, berbentuk jaring laba – laba, bahan bakar biogasoline perbandingan 75:25, yaitu 227 ppm dan faktor paling berpengaruh adalah bahan katalis yaitu 34,31%. This study aims to obtain the material and form of catalyst in the catalytic converter and get the optimal ratio of ethanol fuel and gasoline (biogasoline) in reducing exhaust emissions on a 4-stroke injection motorcycle, using the Taguchi method. This study uses Robust Design with 3 factors and 3 factor levels, namely: A (catalyst material factor level steel, brass, and copper), B (catalyst shape factor level spiral, spider web, and honeycomb), C (biogasoline factor level ratio 70:30, 75:25, and 80:20). The results showed that the optimal design for reducing carbon monoxide (CO) emissions was a catalyst made of brass, in the form of a spider web, biogasoline fuel with a ratio of 70:30, which was 0.91% and the most influential factor was fuel, which was 28.21%, and the optimal design for hydrocarbon (HC) emissions was a catalyst made of steel, in the form of a spider web, biogasoline fuel with a ratio of 75:25, which was 227 ppm and the most influential factor was catalyst material, which was 34.31%.
Title: Optimasi Catalytic Converter dan Bahan Bakar Biogasoline Terhadap Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor 4 Langkah Dengan Metode Taguchi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan dan bentuk katalis pada catalytic converter serta mendapatkan perbandingan bahan bakar ethanol dan bensin (biogasoline) yang optimal dalam mengurangi emisi gas buang pada sepeda motor 4 langkah injeksi, menggunakan metode Taguchi.
Penelitian ini menggunakan Robust Design dengan 3 faktor dan 3 level faktor, yaitu : A (Bahan katalis level faktornya baja, kuningan, dan tembaga), B (Bentuk katalis level faktornya spiral, jaring laba – laba, dan sarang lebah), C (biogasoline level faktornya perbandingan 70:30, 75:25, dan 80:20).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan yang optimal untuk menurunkan emisi carbon monoksida (CO) adalah katalis berbahan kuningan, berbentuk jaring laba – laba, bahan bakar biogasoline perbandingan 70:30, yaitu 0,91% dan faktor paling berpengaruh adalah bahan bakar yaitu 28,21%, dan yang optimal pada emisi hydrocarbon (HC) adalah katalis berbahan baja, berbentuk jaring laba – laba, bahan bakar biogasoline perbandingan 75:25, yaitu 227 ppm dan faktor paling berpengaruh adalah bahan katalis yaitu 34,31%.
This study aims to obtain the material and form of catalyst in the catalytic converter and get the optimal ratio of ethanol fuel and gasoline (biogasoline) in reducing exhaust emissions on a 4-stroke injection motorcycle, using the Taguchi method.
This study uses Robust Design with 3 factors and 3 factor levels, namely: A (catalyst material factor level steel, brass, and copper), B (catalyst shape factor level spiral, spider web, and honeycomb), C (biogasoline factor level ratio 70:30, 75:25, and 80:20).
The results showed that the optimal design for reducing carbon monoxide (CO) emissions was a catalyst made of brass, in the form of a spider web, biogasoline fuel with a ratio of 70:30, which was 0.
91% and the most influential factor was fuel, which was 28.
21%, and the optimal design for hydrocarbon (HC) emissions was a catalyst made of steel, in the form of a spider web, biogasoline fuel with a ratio of 75:25, which was 227 ppm and the most influential factor was catalyst material, which was 34.
31%.

Related Results

Katalis Plat Kuningan Berbentuk Sarang Lebah untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
Katalis Plat Kuningan Berbentuk Sarang Lebah untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor berdampak langsung terhadap pencemaran udara akibat gas buang. Pencemaran udara di perkotaan didominasi oleh emisi kendaraan bermotor, disert...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Kebutuhan energi di Indonesia terutama penggunaan bahan bakar solar yang semakin meningkat dan emisi gas buang yang semakin tinggi menyebabkan pemanasan global merupakan permasalah...
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
ABSTRAK Penelitian mengenai eksplorasi motor bakar berbahan bakar ganda dalam upaya mendukung pengembangan motor bakar berbahan bakar gas alam telah dilaksanakan di MIDC Bandung. P...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak. Seberapa besar pengaruh pemakaian berbagai bahan bak...
SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO R3 DENGAN SENSOR HC-SR501 DAN HC-SR04
SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO R3 DENGAN SENSOR HC-SR501 DAN HC-SR04
[Id]Pencurian sepeda motor pada saat ini semakin marak. Hal ini bisa terjadi di karenakan beberapa faktor selain kelalaian manusia yaitu masih belum adanya sistem keamanan sepeda m...
ANALISIS EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL TIPE COMMON RAIL DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR B0 DAN BIO DIESEL B40
ANALISIS EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL TIPE COMMON RAIL DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR B0 DAN BIO DIESEL B40
Kebutuhan akan sumber energi yang ramah lingkungan mendorong pengembangan bahan bakar alternatif berbasis biomassa, salah satunya biodiesel. Pemerintah Indonesia telah mentargetkan...

Back to Top