Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENDIDIK PRIBADI BERKARAKTER “UWA HAENG WULANG, LANGKAS HAENG NTALA”

View through CrossRef
AbstractThis article is a socio-cultural comparative study on character education in general and the philosophy and local wisdom within the culture of Manggarai-NTT people that is  “uwa haeng wulang, langkas haeng ntala” (grow up to the moon, and be high up to the sky). For the Manggaraian people, character education should be done optimally (maximally) in order to obtain highest achievement. The expectation is completed with strong personality as described in the phrase “wake caler ngger wa, saung bembang ngger eta” (be rooted in the deepest earth, and reach the outward world). By the comparison, character education in Indonesia will be easily implemented in local context. Moreover, the dialog between the two values will enrich the picture of character education in Indonesian.AbstrakArtikel ini merupakan suatu kajian sosio-budaya perbandingan antara konsep pendidikan karakter pada umumnya dengan filosofi dan kearifan lokal orang Manggarai yakni “uwa haeng wulang, langkas haeng ntala” (bertumbuh sampai ke bulan, tinggi sampai ke langit). Bagi orang Manggarai, pendidikan karakter tidak boleh dilakukan setengah-setengah atau sekadarnya saja. Pendidikan harus dibuat secara optimal agar tercapai cita-cita yang tinggi. Cita-cita itu dilengkapi dengan jati diri yang kokoh seperti dilukiskan dengan “wake caler ngger wa, saung bembang ngger eta” (pribadi yang berakar kuat/ke dalam dan berwawasan luas/ke luar). Melalui perbandingan ini, pendidikan karakter yang dicita-citakan oleh negara Indonesia lebih mudah dilaksanakan di dalam konteks lokal. Lebih dari itu, dialog keduanya dapat saling memperkaya wajah pendidikan karakter di Indonesia. Pengutipan: Lon, Y. S. (2016). Mendidik Pribadi Berkarakter “Uwa Haeng Wulang, Langkas Haeng Ntala”. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2), 2016, 166-174. doi:10.15408/sd.v3i2.4387.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i2.4387
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: MENDIDIK PRIBADI BERKARAKTER “UWA HAENG WULANG, LANGKAS HAENG NTALA”
Description:
AbstractThis article is a socio-cultural comparative study on character education in general and the philosophy and local wisdom within the culture of Manggarai-NTT people that is  “uwa haeng wulang, langkas haeng ntala” (grow up to the moon, and be high up to the sky).
For the Manggaraian people, character education should be done optimally (maximally) in order to obtain highest achievement.
The expectation is completed with strong personality as described in the phrase “wake caler ngger wa, saung bembang ngger eta” (be rooted in the deepest earth, and reach the outward world).
By the comparison, character education in Indonesia will be easily implemented in local context.
Moreover, the dialog between the two values will enrich the picture of character education in Indonesian.
AbstrakArtikel ini merupakan suatu kajian sosio-budaya perbandingan antara konsep pendidikan karakter pada umumnya dengan filosofi dan kearifan lokal orang Manggarai yakni “uwa haeng wulang, langkas haeng ntala” (bertumbuh sampai ke bulan, tinggi sampai ke langit).
Bagi orang Manggarai, pendidikan karakter tidak boleh dilakukan setengah-setengah atau sekadarnya saja.
Pendidikan harus dibuat secara optimal agar tercapai cita-cita yang tinggi.
Cita-cita itu dilengkapi dengan jati diri yang kokoh seperti dilukiskan dengan “wake caler ngger wa, saung bembang ngger eta” (pribadi yang berakar kuat/ke dalam dan berwawasan luas/ke luar).
Melalui perbandingan ini, pendidikan karakter yang dicita-citakan oleh negara Indonesia lebih mudah dilaksanakan di dalam konteks lokal.
Lebih dari itu, dialog keduanya dapat saling memperkaya wajah pendidikan karakter di Indonesia.
Pengutipan: Lon, Y.
S.
(2016).
Mendidik Pribadi Berkarakter “Uwa Haeng Wulang, Langkas Haeng Ntala”.
SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2), 2016, 166-174.
doi:10.
15408/sd.
v3i2.
4387.
Permalink/DOI: http://dx.
doi.
org/10.
15408/sd.
v3i2.
4387.

Related Results

SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
TEMBANG MOCOPAT DALAM SERAT WULANG-REH DAPAT MEMBENTUK MANUSIA BERKARAKTER
TEMBANG MOCOPAT DALAM SERAT WULANG-REH DAPAT MEMBENTUK MANUSIA BERKARAKTER
Abstrak Makna dalam Tembang Mocopat yang ada dalam serat wulang-reh bertujuan untuk mendidik manusia yang berbudi luhur, berjiwa kesatria, santun dan beradab sehingga di era global...
Evaluation of International Language Centre (ILC) Bombong Ntala Labuan Bajo Regency
Evaluation of International Language Centre (ILC) Bombong Ntala Labuan Bajo Regency
This should be in one paragraph between 250-300 words. It must focus on: aims of the study, methods, findings, conclusions, and implications. This research aims to evaluate English...
Kajian Kodikologi Iluminasi dalam Serat Jaya Lengkara Wulang (1803)
Kajian Kodikologi Iluminasi dalam Serat Jaya Lengkara Wulang (1803)
This study aims to identify and analyze the symbols in the illumination of the Jaya Lengkara Wulang manuscript. This codicological study uses a qualitative descriptive method. This...
REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA DALAM SERAT WULANG PUTRI: ANALISIS WACANA KRITIS
REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA DALAM SERAT WULANG PUTRI: ANALISIS WACANA KRITIS
<p>The Javanese culture has a specific perspective on the ideal figure of women. This perspective is generally manifested in the classical texts, for example, in Serat Wulang...

Back to Top