Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Kodikologi Iluminasi dalam Serat Jaya Lengkara Wulang (1803)

View through CrossRef
This study aims to identify and analyze the symbols in the illumination of the Jaya Lengkara Wulang manuscript. This codicological study uses a qualitative descriptive method. This qualitative descriptive is used to explain the symbols in the illumination. The source of the research data is the illumination of the Renggan Jaya Lengkara Wulang district head, a collection of the British Library. The results showed that there were elements of pineapple, praba, sunflower, saton, daisies/asters, tlacapan, lung-lungan, and arrow motifs. In addition, there are also elements of color, namely gold, red, blue, yellow, and white. If it is related to the contents of the text, there are teachings to have broad insight, be firm in your stance, have good manners, and always be compassionate towards others. === Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis simbol-simbol dalam iluminasi naskah Jaya Lengkara Wulang. Penelitian kodikologi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif ini digunakan untuk menjelaskan simbol-simbol dalam iluminasi. Sumber data penelitian adalah iluminasi wedana renggan Jaya Lengkara Wulang koleksi British Library. Hasil penelitian menunjukkan adanya unsur motif buah nanas, praba, bunga matahari, saton, bunga daisy/aster, tlacapan, lung-lungan, dan anak panah. Selain itu juga ada unsur warna, yaitu emas, merah, biru, kuning, dan putih. Jika dikaitkan dengan isi teks terdapat ajaran untuk berwawasan luas, teguh pendirian, memiliki tata krama, dan selalu berbelas kasih kepada sesama.
Universitas Gadjah Mada
Title: Kajian Kodikologi Iluminasi dalam Serat Jaya Lengkara Wulang (1803)
Description:
This study aims to identify and analyze the symbols in the illumination of the Jaya Lengkara Wulang manuscript.
This codicological study uses a qualitative descriptive method.
This qualitative descriptive is used to explain the symbols in the illumination.
The source of the research data is the illumination of the Renggan Jaya Lengkara Wulang district head, a collection of the British Library.
The results showed that there were elements of pineapple, praba, sunflower, saton, daisies/asters, tlacapan, lung-lungan, and arrow motifs.
In addition, there are also elements of color, namely gold, red, blue, yellow, and white.
If it is related to the contents of the text, there are teachings to have broad insight, be firm in your stance, have good manners, and always be compassionate towards others.
=== Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis simbol-simbol dalam iluminasi naskah Jaya Lengkara Wulang.
Penelitian kodikologi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Deskriptif kualitatif ini digunakan untuk menjelaskan simbol-simbol dalam iluminasi.
Sumber data penelitian adalah iluminasi wedana renggan Jaya Lengkara Wulang koleksi British Library.
Hasil penelitian menunjukkan adanya unsur motif buah nanas, praba, bunga matahari, saton, bunga daisy/aster, tlacapan, lung-lungan, dan anak panah.
Selain itu juga ada unsur warna, yaitu emas, merah, biru, kuning, dan putih.
Jika dikaitkan dengan isi teks terdapat ajaran untuk berwawasan luas, teguh pendirian, memiliki tata krama, dan selalu berbelas kasih kepada sesama.

Related Results

SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
Battling the un-dead: the status of the Diptera genus-group names originally proposed in Johann Wilhelm Meigen’s 1800 pamphlet
Battling the un-dead: the status of the Diptera genus-group names originally proposed in Johann Wilhelm Meigen’s 1800 pamphlet
The work of Meigen 1800 was suppressed by the ICZN Commission in 1963 for the purposes of zoological nomenclature. The work as such is still to be treated as having been published ...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
Karakteristik Iluminasi dalam Naskah Betawi Koleksi Cohen Stuart di Perpustakaan Nasional RI
Karakteristik Iluminasi dalam Naskah Betawi Koleksi Cohen Stuart di Perpustakaan Nasional RI
The aim of this study is to explain characteristics of illumination in Betawi manuscript and reveal every culture that shows in it. The data used in this research is Betawi manuscr...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Serat bahan alam dapat dijadikan pengganti material komposit yang ramah lingkungan. Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu serat alam hasil pengolahan industr...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
This research discusses the rubrication of "Anoman Angrĕrĕpi munggeng Nagasekar" in the manuscript of Sĕrat Rama (Jayakusuman) in the collection of the Sonobudoyo Yogyakarta Museum...

Back to Top